Restoran Yang Mencantumkan Logo Halal Tapi Tak Punya Sertifikat Halal


Berani-berani mencantumkan logo halal, tapi tak mempunyai sertifikat halal, hati2 lho bisa kena denda 5 miliar rupiah atau kurungan 2 tahun penjara, itu melanggar Undang-Undang Perlindungan Konsumen no 8 tahun 1999 pasal 8 item h.

Buat Iklan berbuka bersama di koran mencantumkan logo halal, tetapi tak berproduksi secara halal, namanya mengelabui masyarakat. hukuman nya miliaran rupiah.

Marak iklan berbuka bersama di restoran dan hotel-hotel berbintang. tetapi restoran dan hotel itu tak mempunyai sertifikat halal, hanya 3 hotel di Batam yang mempunyai sertifikat Halal, yaitu Hotel Haji , Hotel Nagoya Plaza, Hotel Virgo. lainnya diragukan kehalalan nya , tetapi ramai lho orang muslim yang makan dan berbuka disitu, pak haj, dan buk haji yang pagi nya berpuasa makan enak disitu.

 

 

Ainur Rafiq Menghadap Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Batam


Masih ingat Ainur Rafiq, Di Pulau Kubung Dah Ada Dai pria asal Bawean yang kini bermukim di Pulau Kubung Desa Ngenang Kecamatan Nongsa Kota Batam Kepulauan Riau. Setelah tidak lagi menjaga tempat pemotongan babi yang berada di pulau Kubung itu, Rafiq kini bertugas menjadi Dai, untuk warga muslim yang hanya 7 KK di Pulau yang tak jauh dari Pulau Batam.  

 

Pulau Kubung, tempat pemukiman suku laut, orang sampan sebagian orang menyebutnya demikian, di huni lebih 50 KK , ada gereja besar disitu, ada sekolah negeri kelas jauh, tapi tak ada mushalla.Ainur Rafiq Penjaga Rumah Pemotongan Babi

 

Mushalla itu lah yang dilaporkan oleh Rafiq ke Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Batam Datuk Imran AZ, ”ade kan orang melayu tak boleh dan tak dapat nak mendirikan mushalla di tanah melayu” .Melayu itu identik dengan Islam, karena di Pulau itu mayoritas non muslim, kalau di runut-runut ke belakang orang suku laut itu bukan orang tak beragama, hampir 400 tahun yang lalu saat raja Johor berkuasa disitu lah asal mereka lihat http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Laut

 

Nenek moyang suku laut itu adalah Islam, itu yang sebagian mereka tak tahu, ramai nya bantuan dari orang – orang misionaris terutama dari Singapura dan Korea, lemahnya iman mereka karena selama ini tak ada Dai yang mampir dan datang kesana, sulit nya ekonomi mereka membuat mereka seperti itu.

 

Ainur Rafiq bercerita kepada Datuk Imran AZ, sekarang dah ada tiang penyanggah untuk mendirikan Mushalla, tidak di darat tapi di atas laut, dibeli seharga 3 juta, Mushalla belum dapat di tempati, rencana semula di bulan Ramadhan ni nak sholat taraweh disitu, ”Insyaallah pertengahan ramadhan ni dah boleh dipakai untuk sholat taraweh ” ujar Rafiq .

 

Perlu tambahan biaya lagi untuk dapat dipergunakan, ”Meskipun belum dapat ditempati untuk shalat, tetapi disitu dah bermukim sepasang suami isteri yang baru memeluk agama Islam,” kata Rafiq lagi sebelum ramadhan mereka dinikah masalkan di Batam.

 

Jadi bertambahlah penduduk pulau Kubung yang muslim, Datuk Imran AZ berjanji, akan mencarikan tapak untuk mushalla di darat, Ateng yang menguasai seluruh lokasi tanah di pulau itu, telah dihubungi.

 

Habis lebaran katanya beliau akan kesana, kemana lagi nak mengadu kalau bukan ke ketua LAM, Aneh bin ajaib, di tanah melayu tak boleh nak buat mushalla, nak minta SKB dua menteri konon  

 

Koran Maksiat?


Raju, kelas 2 Sekolah Dasar Swasta di Batam, selepas pulang sekolah dia menjajahkan koran di jalanan, di bulan Ramadhan 1429 H ini karena tak sekolah, libur,  sejak pagi lagi dia telah  mengelilingi jalanan di Batam.

Sering mangkal di SPBU di Sei Panas, termasuk lah Yoga karena kasihan membeli koran dari Raju, ”Kasihan aja pak” ujar Yoga sembari memberi 2 lembar uang kertas ribuan ke tangan Raju, saat ditanya kenapa beli koran Pos Metro.

 

Pos Metro, koran terbitan lokal Batam yang masuk Jawa Pos group ini harga jual nya Rp. 2.000,- , baru naik lagi, bulan lalu harga nya masih rp. 1.000,-. Aku menamakan nya koran maksiat , gak pedulidi bulan Ramadhan pun tulisan dan judul halaman depan nya seperti itu.

 

ADU KOLOR DALAM SELIMUT, dua orang sedang memakai kolor yang satu lelaki yang satunya perempuan, itulah judul dan gambar depan terbitan hari ini 11 September 2008  hal itu telah kuberitahu kepada Pemimpin Perusahaannya Ade Adran Syahlan.

 

Kemarin Ade Syahlan menanyakan kan kepadaku tentang koran yang dikelola nya, setelah kenaikan harga dari seribu menjadi dua ribu, memang sewaktu seribu koran ini laris manis seperti goreng pisang, tapi bukan goreng pisang krispy lho.

”Boro-boro mau beli baca aja kularang ” jawab ku.

Di tanggal yang sama sub judul nya tertulis DIPERKOSA BERGILIR 3 LELAKI DI MOBIL, 7 PASANGAN KUMPUL KEBO SIANG BOLONG , KUMPUL KEBO SAMPAI FILM PORNO.

 

KHUSUS PRIA SEJATI SINGKAP RAHASIA TERDALAM WANITA KIRIM KE 3767 REG SUTRA 33 (ADA GAMBAR WANITA YANG HAMPIR SELURUH PAYUDARANYA TERLIHAT).

OHH MINEM TULISAN BERSERI BREWOK YANG ISINYA YES OR NO..HARI INI MENGGAMBARKAN SI MINEM HANYA PAKAI CELANA DALAM DAN BH SAJA.

TAFSIR BOBOK TANTE INGGRID, DIAJAK MELANCONG KEGADISAN DIRENGGUT ,  INDEHOY SEBELUM IMSAK, ini cerita tentang selebritis Cintya Lamusu dengan Surya Saputra.

Iklan alat bantu sex membesarkan alat kelamin lelaki, bertaburan. Segala macam merk ada di koran yang terbit 32 halaman model tabloid ini.

Suami saya sudah merasakannya, aduh…. Saya sampai kewalahan kata Misye Arsita dalam iklan di koran yang di miliki saham nya ini oleh seorang pak Haji.

Klinik pasak bumu, besar, panjang, keras, dan tahan lama. Pertama dan satu satu nya di Indonesia, pernah kukatakan kepada Pemimpin Perusahaannya , kalau lah tulisan ini dibaca Gadis kecil tercinta bagaimana, menjawabnya.

Ada lagi kisah pelacur masuk surga. , cerita bersambung mungkin karena di bulan ramadhan, warna nya di buat hijau.

Lihat lah sepanjang jalan , persimpangan dan perempatan anak2 usia sekolah yang menenteng koran itu untuk di jajahkan, termasuk Raju murid kelas dua yang masih lugu itu menawar-nawarkan bacaan yang pantas di baca oleh orang dewasa.

Terus mau diapain koran itu ya.  Yang punya pak haji lho.

%d blogger menyukai ini: