Jadi Ustaz Dadakan di Puskesmas Legenda Malaka Batam


Sejatinya hanya mau mengambil fomulir pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji di Puskesmas Legenda Malaka Batam, sampai di Puskesmas dah hampir pukul 12 tengah hari, Puskesmas dah tutup tak menerima pasien lagi, ujar seorang perawat yang masih berdiri disitu, “kebetulan pak kami ada pengajian nak menyambut ramadhan, lagi pula yang mengurus formulir yang pak minta dokter nya lagi pergi”. tambah perawat yang katanya suaminya polisi itu.

Karena aku tetap ngotot masih ada sekitar 5 lima menit lagi ke pukul 12 , perawat itu menelpon dokter yang berwenang memberikan formulir yang kuminta, dokter itu bernama dr. Solichin, tak lama setelah di telpon dia datang karena memang pun mau datang , mengikuti pengajian yang diadakan di puskesmas itu tadi. Kepala Puskesmasnya yang juga seorang dokter ada disitu, kepala Puskesmas adalah isteri dari dr Waskito, dr Waskito sendiri adalah  Dirketur LP-POM MUI Batam , kebetulan pikir ku.

“Iya pak senin kan dah puasa, jadi menyambut puasa kami ngadakan pengajian” jawab dr Solichin menjelaskan tak lah setiap saat mereka mengadakan pengajian. “Tapi sekarang lagi nunggu ustaz nya belum lagi datang” timpal perawat yang menerima aku tadi. “Ustaz nya dari mana” tanyaku. “dari Hang FM” jelas perawat yang masih tetap berdiri mendampingi dokter yang sedang memilah-milah formulir yang akan diberikan kepadaku. “Ya sudah sembari nunggu ustaz yang asli datang bagaimana kalau saya isi ? tawar ku kepada dokter Solichin, tapi kasih tahu dulu dengan bu dokter kepala Puskesmas kataku, jadilah aku ustaz dadakan mengisi acara sembari menunggu ustaz dari Hang FM datang.

PUSKESMAS, KUA DAN UU PK NO 8 TAHUN 1999 

Puskesmas sebenarnya menjadi ujung tombak dari sosialisasi Undang-Undang Perlindungan Konsumen (UU PK) nomor 8 tahun 1999 , karena disitu tempat nya paramedis, mereka langsung bertemu dengan masyarakat dan mengetahui keadaan masyarakat dan dapat menjelaskan kepada masyarakat terutama tentang kesehatan,  makanan yang di konsumsi nya apakah sudah benar – benar hygenis, dan layak di makan.

Di Batam jelasku, ada 12 kecamatan , paling tidak ada 12 Puskesmas dan 12 Kantor Urusan Agama (KUA), karena dari Yayasan Lembaga Konsumen Muslim (YLKM), selaku LPKSM ini adalah kesempatan ku menjelaskan kepada dokter dan paramedis yang hadir di pengajian itu, sebagai muslim kita harus peduli terhadap makanan dan minuman yang kita konsumsi tidak hanya makanan dan minuman tetapi juga kosmetik yang kita pakai juga jelasku karena kulihat hampir sebagian besar yang hadir adalah wanita, yang kesemuanya memakai make up, kalau semua petugas di Puskesmas ikut menjelas kan kepada masyarakat bahwa makanan dan minuman yang dikonsumsi nya tidak hanya baik, tetapi juga hrus halal, karena memang tuntutan agama.

Yang mengetahu baik nya makanan itu dari segi kesehatan adalah orang yang memang mengerti tentang pangan , ya dokter salah satu nya, begitupun makanan yang layak dan boleh dikonsumsi apakah ada unsur yang tidak boleh dimakan sesuai dengan ajaran agama. Baik cara memotong , menyimpan,  orang yang mengerti agama ya dari KUA.

Meskipun ada beberapa dokter yang hadir dalam pengajian di Puskesmas Legenda Malaka Batam itu, tak lah mereka tahu dimana ketidak halalan air minum dalam kemasan yang kebetulan ada di atas meja yang telah terhidang disitu, arang aktif sebagai filter untuk menyaring air dalam kemasan itu bisa jadi dari arang tulang binatang, kalau tulang nya dari babi, nah disitulah ketidak halalan air tadi jelas ku. Kalau arang untuk penyaring dari batok kelapa, ya tidak masaalah, nah siapa yang akan mengecek itu dan menjelaskannya kepada masyarakat ? tanyaku. 

Silih berganti para medis yang hadir disitu mengajukan pertanyaan, termasuk pertanyaan tentang restoran seafood yang ramai di Batam dan salah satu yang paling terkenal paling laris paling banyak dikunjungi orang2 muslim, tapi tak mendapat sertifikat halal, ya karena sebelum makanan itu di masak terlebih dahulu di rendam dalam arak untuk menghilangkan rasa amis nya, dan bisa jadi saus yang dipergunakan, seperti  angciau, bukan dari bahan yang halal. Jadi bukan karena unsur babi nya saja, tapi makanan itu telah dicampur dengan khamar.

Eeeeee ternyata sang ustaz sudah menunggu sedari tadi di luar, tak terasa belum semua pertanyaan diajukan dan dijawab, lain kali di sambung, dihari dan waktu yang di khusukan membahas Halalan dan Toyiban. Terimakasih dr Solichin.

Aroma Roti di Bulan Puasa di Word Trade Centre Singapura


Hari pertama ramadhan  1429 H yang bertepatan juga dengan 1 September 2008 M, jamak kalau banyak yang lupa kalau kita saat itu sedang berpuasa, maklum lah hari pertama.

Mungkin karena memang aroma roti yang menusuk hidung, membuat seorang ibu yang sedang shoping di word trade centre (WTC) tak menyadari kalau dia sedang berpuasa, ibu itu pasti dah seorang muslima terlihat dari pakaiannya, seorang muslimah dengan tidak sangat terlihat kalau di Singapura dari cara berpakaian.

Sebelah ujung pintu keluar sebelah kiri dari WTC Singapura setelah pintu pemeriksaan kedatangan ada gerai roti yang memang memasak roti nya di tempat itu juga, Bread talk, aroma roti yang sedang di panggang itu tercium sampai pintu sebelah kanan dari WTC arah ke pintu masuk MRT, menjelang petang di hari puasa pertama bau aroma roti itu sungguh membuat selera, itu mungkin yang juga dialami oleh seorang ibu yang berpakain muslimah tadi.

Dengan senyum di kulum lengkap dengan pakaian seragam seorang penjaga di toko roti Bread Talk itu menayakan apa yang bisa di bantu, kalau dari raut wajah nya kelihatan tampang melayu, tapi mungkin karena di toko roti Bread Talk dia tak memakai busana muslim.

Sebenarnya kami hanya ingin memastikan bahwa gerai Bread Talk yang ada di Singapura pun juga tidak mencantumkan logo Halal, “tidak, terima kasih hanya ingin melihat-lihat saja” kataku kepada penjaga toko itu, sambil berlalu menuju ke toko roti lain yang ada persis di depan toko roti itu.

Ke depan dari dari toko Bread Talk ada toko roti lagi, Breadtalk di Batam bermacam ragam roti yang di pajang di toko itu, ibu yang berbaju muslimah tadi juga menghampiri toko roti itu, seorang pelayan menghampirinya dengan membawa nampan yang berisi contoh hampir semua jenis kue dan roti yang ada di jual disitu, dengan lidi runcing seperti biting, salah satu contoh kue di tusuk dan diberikan untuk di coba kepada si ibu tadi, si ibu mengambil dan memakannya, “Bu tak puasakah” sergah ku yang kebetulan berdiri di samping nya memperhatikan apakah ada logo halal di toko roti itu.

“Astagfirullah” ujar siibu sembari meludahkah makanan yang sempat dah masuk ke mulut nya, “iya iya saye puase” kata siibu tadi sambil mengucapkan terima kasih dah di ingat kan. “Sering beli roti disini bu” tanya kami lagi, ibu tadi tak menjawab tapi menjeling kearah kami, karena kami katakan bahwa roti ini tak mencantumkan logo halal, “ini toko roti Indonesia, mestilah halal” ujar ibu tadi karena dari nama toko nya saja “BENGAWAN SOLO” .

Jadi tak berapa jauh dari gerai roti BREAD TALK ada toko roti lagi yang bernama BENGAWAN SOLO, karena dari nama  nya yang berbau Indonesia yakinlah si ibu tadi kalau produk yang dihasilkan oleh toko roti tadi sudah halal. ironis ya. Akhirnya Logo Halal Breadtalk di Copot

Hal ini pun tak terkecuali terjadi di toko roti di Batam, ratusan pendatang terutama dari Singapura yang mengunjungi Batam setiap minggu nya, mereka tahu kalau Bread Talk di singapura tak halal, tetapi mereka membeli Roti dari gerai Bread Talk yang ada di Batam, mereka tahunya kalau di Batam alias Indonesia roti dan makanan yang dijajahkan tak masaalah, karena Indonesia mayoritas muslim, puluhan ibu2 yang berpakain muslim menyerbu memenuhi gerai Bread Talk di Mega Mall Batam Center, letak gerai Bread Talk yang stategis dekat dengan terminal ferry Batam Center, sambil pulang ke Singapura dari kunjungan ke Batam mereka biasa nya membawa pulang roti2 yang ada di Mall itu.

Tapi setelah kami beritahu Bread Talk di Batam pun tak punya sertifikat halal,Sertifikat Halal Menurut Breadtalk, Pongah Arogan Ujung-Ujungnya Duit  mereka terperangah. Sambil pandang memandang yang terlanjur membeli merasa terkecoh, dan meliirik toko roti yang ada di samping Bread Talk di Batam J.Co yang menjual donuts , sami mawon tak begitu penting harus mencantumkan logo halal, toh yang membeli banyak.

%d blogger menyukai ini: