Traktor pendek itu adalah babi.


Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Batam dalam satu kesempatan pertemuan dengan tokoh2 Adat dan Agama Islam di rumah beliau di Batam, menyebutkan tidak kurang dari 8.000 ekor babi yang di ternak secara liar di Batam , yang tersebar di berbagai kecamatan.

Ini yang merisaukan hati beliau sebagi orang yang ditinggikan seranting dan dikedepankan selangkah, dia minta tindakan tegas pemerintah untuk menertibkan peternak-pertenak liar yang sebagian berada di kawasan hutan lindung dan ada juga yang terletak ditengah pemukiman masyarakat seperti di Bengkong Polisi.

“Tapi hal ini baru belakangan ini “ujar ketua Lam Imran AZ, dulu tak ada ternak babi , sekarang ada di mana-mana. Peternakan babi ilegal di pemukiman Batam meresahkan warga, kata Kepala Dinas Kelautan, Pertanian dan Perikanan Kota Batam Suhartini. “Selain masalah penyakit, sanitasi warga juga terganggu,” katanya. Menurut Suhartini, sebagian peternakan babi tidak berkandang, sehingga mengganggu warga. “Pencemaran udara,” kata dia mengeluh.

Mungkin status lahan di Batam yang hampir sama dengan keadaan awal kemerdekaan di kesultanan Deli , Langkat di Tanah Karo,  yang dihabiskan Raja2 nya didalam revolusi rakyat, pada tahun 1947. Sehingga dengan mudahnya orang memakai lahan untuk membuat rumah, berternak babi.

Dalam buku Tuanku Rao Mangaraja Onggan Palindungan halaman 462 suksesnya orang Toba menguasai lahan di bekas kerajaan yang dihabisi raja2 nya itu dengan mendatangkan tractor -pendek  (b)2 . Honor where honor is due!! Orang2 Karo tegas lebih jempol dari pada penduduk Angkola Jae, Mandailing, Rao, dan Kotacane, dimana orang2 Toba yang Kristen sukses besaar mengusir para tetangga, dengan mendatangkan tractor pendek. Mundur segala Ummat karena downstreams menjadi Haram segala air Wuduk. Tractor pendek itu adalah babi.

Peternak babi ilegal itu kini sudah punya persatuan dibawah ini beberapa kutipan dari media yang terbit di Batam yang menulis tentang keberadaan mereka.

BATAM (BP) – Sedikitnya 100 orang warga Tanjungpiayu yang kesehariannya sebagai peternak babi melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Kelautan, Perikanan dan Pertanian, Selasa (29/7), sekitar pukul 15.30 WIB. Mereka menolak Perda Ketertiban Umum yang mengharuskan pemusnahan peternakan babi di Kota Batam.

Menurut Hurbo Panjaitan (41), salah seorang peternak babi, mereka menolak keras rapat mediasi harga penggantian ternak babi oleh pihak pengganti (pembeli). ”Belum ada kesepakatan. Tiba-tiba dilayangkan surat tentang penentuan harga pembelian,” kata Hurbo, ayah tiga orang anak ini.
Hal senada juga diungkapkan Mardin Sihotang (45). Jika nanti peternakan babi dimusnahkan, lalu bagaimana dengan nasib kami. ”Penyambung hidup kami dari sini,” sambung Mardin.
Ratusan peternak tersebut disambut langsung Kabid Peternakan KP2, Sri Yunelli yang didampingi staf KP2 lainnya dengan kawalan beberapa petugas Satpol PP di depan pintu masuk kantor KP2. Sri yang berbicara sebagai mediator tanpa basa-basi menyampaikan langsung tentang penentuan penggantian harga ternak babi peternak oleh pihak pembeli. Sontak ucapan Sri membuat ratusan peternak geram. ’’Kami tidak terima. Tidak ada istilah Jual Beli,” sorak peternak spontan.
Namun Sri tetap berbicara. Keputusan ini berdasarkan hasil kesepakatan. ’’Belum ada kesepakatan,” teriak peternak itu kembali. Meski demikian, Sri tetap berbicara, jika bapak/ ibu tidak bersedia menjual kepada pihak yang telah disepakati, maka bapak/ibu boleh menjual kepada pihak lainnya.

“Hingga batas waktu yang ditentukan,” ujar Sri dihadapan peternak.
Jelas saja kata-kata yang dikeluarkan Kabid peternakan tersebut membuat riuh suasana. Hingga akhirnya Jamis Panjaitan, perwakilan peternak babi Tanjung Piayu meminta pihaknya diberi kesempatan berbicara.
Ketika mikrofon berada di tangan Jamis. Jamis langsung berseru. Dalam permasalahan ini, Pemko Batam melalui Dinas KP2 dianggap berlaku tidak adil. “Kami tidak setuju juka peternakan babi dianggap penghasil limbah dan perusak hutan serta lingkungan,” kata Jamis. Bukankan bangsa Indonesia merupakan bangsa yang kaya akan keanekaragaman ras, suku, agama dan budaya. “Lalu kenapa harus dimusnahkan,” tanyanya kepada petugas KP2 tanpa menuntun jawaban langsung.
Untuk itu, Jamis yang mengatasnamakan seluruh peternak babi di Batam meminta agar pemerintah meninjau ulang kembali Perda Ketertiban Umum tersebut.
“Sekarang tidak ada istilah jual beli. Kami hanya ingin berbicara dan jawaban jika melalui instruksi Walikota maupun DPRD,” tukas Jamis. Kemudian dengan menyerukan hidup peternak, ratusan warga tersebut meninggalkan kantor KP2 tanpa menghiraukan pegawai KP2 dan petugas. (cr10)

PETERNAKAN BABI ILEGALRESAHKAN WARGA BATAM

Terdapat belasan peternakan babi ilegal yang tersebar di enam kecamatan kota Batam, Batu Aji, Sekupang, Sagulung, Bulang, Nongsa dan Sungai Beduk.

Berdasarkan perhitungan Dinas KP2, sedikitnya ada 4.500 ekor babi yang tersebar di seluruh peternakan di Batam.

Peternakan babi di Batam dikelola sekelompok warga. Hasil peternakan digunakan untuk konsumsi lokal. “Tidak dikirim ke pulau luar,” kata Kepala Dinas.

Ia menyatakan berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah, ternak babi di Kota Batam dipusatkan di Pulau Bulan. “Jadi, semua peternakan di Pulau Batam ilegal,” katanya menegaskan.

Dinas KP2 berencana menertibkan peternakan babi ilegal tersebut karena meresahkan masyarakat.

Sebagai solusi, dinas menyanggupi mencari pembeli babi, agar peternak tidak rugi.
“Atau, mereka konsumsi sendiri,” kata Kepala Dinas.

Dinas KP2 akan menyosialisasikan kebijakan tersebut awal Juli 2008. **


Peternakan Babi akan Ditertibkan
Peternakan Babi Akan Ditertibkan
Rabu, 13 Agustus 2008 | 09:34:56
Mengganggu Penerbangan di Bandara
Batam (BCZ)
Pemerintah Kota (Pemko) Batam bersama instansi terkait akan menertibkan peternakan babi mulai akhir Agustus mendatang.ari PeternakanKawasan pertama yang akan ditertibkan adalah kawasan bandara Hang Nadim. Babi di kawasan ini dianggap membahayakan aktivitas penerbangan.”Kami beri waktu sampai akhir Agustus kepada peternak di kawasan Bandara dan Nongsa untuk pindah. Kami tak bisa menunda lagi, karena kami sudah mendapatkan teguran. Kalau peternakan babi masih ada di bandara, kelayakan bandara Hang Nadim bisa dianulir dunia internasional,” kata Kadis Kelautan, Pertanian, Peternakan dan Kehutanan (KP2K) Batam Suhartini .Kawasan kedua yang akan ditertibkan setelah bandara adalah dam Duriangkang dan Seibeduk serta Batuaji. Sehingga, ia meminta para peternak untuk bersiap atau menertibkan sendiri ternak mereka sebelum tim terpadu turun ke lokasi.”Setelah di bandara, kami stop penertiban selama sebulan penuh bulan puasa. Baru setelah itu, penertiban berlanjut di kawasan Duriangkang dan Batuaji,” tukasnya.

Rapat dengar pendapat kemarin itu, berlangsung dalam suasana tegang. Pimpinan sidang Sahat Sianturi berkali-kali menegaskan kepada para peternak agar mematuhi aturan yang ada. Tak ada aturan untuk melarang beternak, kata Sahat, tapi di pulau Batam (kawasan mainland) sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) tak ada alokasi untuk peternakan babi.

”Di lima kecamatan yang saat ini ada peternakannya, yakni di Nongsa, Seibeduk, Batuaji, Sagulung dan Sekupang itu tidak diperuntukkan bagi peternakan babi. Pemko sudah memberi waktu, jadi silakan digunakan sebaik-baiknya,” kata Sahat.

Senada dengan Sahat, Irwansyah mendukung penertiban peternakan babi di luar kawasan yang sudah ditentukan. ”Setahu saya, di RTRW Batam itu peternakan babi hanya ada di pulau Bulan. Selain itu tak ada, karena sesuai masukan dari Departemen Peternakan itu peternakan babi termasuk peternakan yang memiliki aturan khusus sekaligus harus tetap memperhatikan kondisi budaya masyarakat setempat,” tukas Ketua DPC PPP Batam itu.

Ketua umum tim pemelihara ternak babi James Panjaitan meminta Pemko mengundurkan waktu penertiban. Menurut James, tenggat waktu sampai akhir Agustus dianggapnya terlalu mepet bagi peternak di kawasan bandara untuk pindah. ”Kalau bisa tolong lebih bijak lagi. Beri kami waktu lebih lama lagi,” kata James.

Peternak juga meminta kepastian dimana lokasi yang tepat bagi peternakan babi sehingga mereka bisa menyiapkan lahan. Untuk pencarian lokasi itu, Suhartini meminta kepada para peternak untuk datang ke kantor Dinas KP2K di Sekupang.

Sejumlah peternak lain meminta Pemko dan Otorita Batam memperhatikan nasib mereka. Banyak yang mengaku tak bisa bekerja di sektor lain selain beternak babi, sehingga jika ada penertiban dan tak ada alokasi khusus untuk peternak babi di Batam, mereka tak bisa bekerja lagi. ”Anak saya sudah dua, dan ada yang sekolah. Kalau peternakan babi dimusnahkan, bagaimana nasib kami ini,” kata seorang peternak.

Berdasarkan perhitungan Dinas KP2K, sedikitnya ada 4.500 ekor babi yang tersebar di seluruh peternakan di Batam. Sementara berdasarkan catatan peternak, terdapat 500 KK yang mengembangkan usaha ternak babi dengan jumlah ternak 15-300 ekor. (BCZ)

Iklan

Satu Tanggapan

  1. […] Tractor pendek itu adalah babi. August 15, 2008 1:25 am admin Dari Blogger – Agreegator Dari https://imbalo.wordpress.com/2008/08/14/tractor-pendek-itu-adalah-babi/ […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: