Kenapa Butet Bukan Ucok Untuk Lagu Dipangunsian Do Apangmu


Tulus Aritonang 38 tahun, pria asal Sibolga Tapanuli Tengah ini, dah hampir 8 tahun bermastautin di Bumi Melayu Batam, Aritonang demikian dia biasa dipanggil, kalau datang ke Warnet ku selalu melantun kan sebuah lagu, pria batak ini hampir setiap hari sebelum berangkat ke Cafe atau ke Hotel tempat dia bekerja, mampir borwsing di wanet HangTuah mencari liryk lagu-lagu di Internet.

“Malam ini kami ke Nongsa Pont Marina tulang” katanya kepadaku. Entah apa mereka suka memanggil ku tulang……….. ada enam orang rombongan Aritonang yang selalu menunggu kenderaan jemputan di depan warnet ku. 

“Sebenarnya ke Batam dulu bukan untuk jadi penyanyi tulang”, kata Aritonang menjelaskan, “Aku cuma tamatan dari SMK Pariwisata , ternyata di Batam membutuhkan hiburan , jadi lah Aritonang menjadi penyanyi , dengan merekut dua saudaranya Parlindungan dan Pargaulan dan dibantu 3 orang lagi mereka membentuk group perkusi yang cukup terkenal di Batam.

“Buteeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeet” cetus ku……… saat kelompok Aritonang terlihat mendekat ke Waroeng ku………….dan pasti dah disambut salah satu dari mereka dengan “dipangungsian do apangmu ale Buteeeeet, Da margurillah damar darurat ale Buteeeeeeet…………..

Tak kira bait lagu apa yang kuucapkan terlebih dahulu, pasti ada sambutannya, kelompok Aritonang piawi memainkan alat-alat musik, tak kira tradisional maupun elektronik.

Tapi saat kutanya kenapa ya lagu perjuangan itu jadi Butet, bukan nya Ucok, padahal orang Batak itu selalu mendambakan anak lelaki (ucok) koq nyanyi ditujukan kepada anak perempuan (butet) tanya ku kepada kelompok Aritonang, tak ada sahutan……… mereka saling pandang.

Tak lama Tulus berkata “Orang Batak itu emansipasinya kuat lho tulang” ujarnya kepadaku jadi lagu Butet itu bentuk penghargaan kali sama perempuan yang juga ikut berperang meskipun  di front belakang, semisal paramedis lah tambah Tulus lagi.

Iyakah……………. kataku sembari menggumamkan lagu ……..anakkokki dohamoraon diau  ……………… disambung Tulus……………..  da ikkon hu pasikolahon gellengki ……………..nah ini lagu kan ditujukan untuk anak lelaki……… orang Batak kalau bilang anak itu biasanya untuk lelaki dan boru untuk perempuan.

Mobil jemputan Tulus Aritonang Group dah datang mereka pun masuk satu persatu ke Mobil Suzuki Carry, pembahasan tentang Butet dan Ucok terhenti sampai disitu………………hei orang Batak yang ngerti kasih tau ya…………. 

   

4 Tanggapan

  1. Bang, Ini saya masdi sudah lama kita tidah bersua, saya kangen sekali bertemu, kapan ya?

    Suka

  2. Bang ini masdi, masih ingat abang sama saya, kapan ya kita dapat bertemu karena saya kangen sekali.

    Suka

  3. salam

    ya ingat lah baa carito kini di padang atau di medan…… la lamo indak basuo ….lah bara anak……….. nan gadang kini ko lah dima….meh………….

    koq jogie di surabaya…………….
    salam ka adiak tu…lai dosen di unand?

    Suka

  4. Soale si Ucok pas lagi melu perang gerilya ambek bapeke, dadi ra sempat di nyanyekne ngono lah….
    Iku ucok nek sek durung lair, gondal-gandul neng celonone bapake sing yo nyekel bedhil….ngono tah..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: