Hari Ini UN di SMA Hang Tuah Dimulai


Pagi-pagi sekali pak Aries Kurniawan dah bangun , tak seperti biasanya sekitar pukul 7 pagi dia baru berangkat ke Sekolah, aku baru teringat kalau hari ini hari selasa 22 April adalah hari yang menentukan lulus tidaknya anak SMA mengikuti UN , tahun ini pula ada tambahan mata pelajaran yang akan diuji selain Matematika, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggirs untuk anak-anak SMA Jurusan IPA dan Ekonomi untuk anak jurusan IPS.

Tahun lalu murid SMA di tempat kami nilai kelulusannya tak mencapai 50 persen, menjadi Head News di Koran Tribun Batam, dan di Provinsi Kepri sekolah kami menjadi sekolah peyumbang terbesar ketidak lulusan. Tribun tak fair, saat anak-anak murid sekolah kami tak mencapai kelulusan 50 persen jadi head news, tetapi saat SMP nya lulus 100 persen diberitakan pun tidak, padahal sebuah SMP Negeri yang termasuk salah satu paforit yang berdekatan dengan kami muridnya malah tak lulus 100 persent. Redaktur Koran Tribun group Kompasaa ini bilang kalau lulus 100 persen malah bukan berita pak…. dasar……………………

Tapi itu adalah nilai murni yang dicapai oleh murid2 Sekolah SMA di tempat kami, bisik-bisik para tetangga kalau mau mencapai 100 percen bisa saja, tetapi pak Aries Kurniawan tak mau mengkatrol agar nilai kelulusan anak-anak didiknya dengan melakukan segala cara sebagaimana yang dilakukan SMA tetangga sekolah kami.

Tahun ini pun terserah murid-murid nya, kami sudah maksimal berbuat, ujar Aries Kurniawan, hal itu telah diberitahukan kepada orang tua masing-masing, nilai bayangan sat try out misalnya telah dibagikan dan diberitahukan kepada orang tua murid masing-masing.

Pak Aries Kurniawan adalah Kepala SMA sekaligus merangkap Kepala SMP dia lulusan dari Universitas Jember untuk S1 dan S2 nya diselesaikan di UGM, siang ini dengan wakilnya pak Kuswoyo mereka berangkat ke Sekupang membawa 4 bungkus amplop besar hasil ulangan murid SMA yang telah disegel , segelnya masih terlihat.

Tak ada target-targetan tentang kelulusan katanya suatu saat sewaktu diwawancari beberapa wartawan media lokal, mungkin para wartawan itu perlu tahu apa yang akan dibuat sekolah kami tahun ini untuk tidak seperti tahun lalu yang hanya mencapi 50 persen kelulusannya.

Lagian UN bukan lah segalanya ujar pak Aries Kurniawan, pendidkna bukan hanya ditentukan oleh UN, disekolah kami yang berbasis Islam anak-anak diajarkan akhlak, ibadah , Aqidah, Quran, Hadist dan pelajaran amama Islam lainnya. kata pak Aries menjelaskan.

Meskipun kami kurang sependapat dengan adanya UN tetapi karena harus tunduk dibawah perintah Diknas apamau dikata.

Mudah-mudahan murid2 disekolah kami lulus semua….mereka tetap sehat dapat mengikuti UN dihari yang lain dan guru-guru disekolah kami pun tetap optimis ……… tak terlihat gugup dan grogi apalagi nervous menghadapi UN karena mereka-mereka  pun  jauh-jauh hari telah diberitahukan tentang kebijakan pemerintah mengharuskan seperti itu.

Insyaallah………………    

 

Iklan

4 Tanggapan

  1. Dengan kebijaksanaan nilai minimal UN dari pemerintah sekarang ini mengakibatkan pressure yang begitu berat bagi para siswa maupun para pendidik .
    Tapi begitu bijaksananya perkataan Bpk Kurniawan “keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan dengan UN” . Saya salut bang
    Semoga para siswa-siswi sampeyan pada lulus semua tahun ini .

    -salam-

    Suka

  2. Terima kasih bang Regsa………….. atas doanya semoga seperti doa sampeyan dikabulkan Allah… amien…

    Suka

  3. selamat buat yang menempuh UN. Semoga sukses.

    Buat pak Imbalo dan siapa saja yang berminat, aku baru saja memposting :

    http://ayomerdeka.wordpress.com/2008/04/23/negara-tidak-berhak-membubarkan-ahmadiyah/

    Suka

  4. Ya Makasih ya Bang Robert Manurung udah ke blog Imbalo, soal Ahmadiyah lagi ramai dibicarakan ada blog jadi top post gara-gara itu.

    blog “mahasiswa untuk bangsa” kemarin juga minta komentarku lha aku nggak ahli agama, ya sederhana aja pendapatku kalau Islam Nabinya Muhammad saw, Kitabnya Alquran udah. Kalau Nabinya ada yang lain dan Kitabnya ada yang lain jadi apa dong.

    Pemerintah kita kan dari rakyat untuk rakyat oleh rakyat, kalau rakyatnya minta dibubarkan suatu perkumpulan ya bisa saja. enggak cuma ahmadiyah yang dibubarkan , kan sudah banyak yang dibubarkan sejak indonesia merdeka………..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: