Melihat Perayaan Songkran di Thailand


Apa itu Songkran? songkran adalah perayaan keagamaan setahun sekali di Thailand, momen ini membuat ramai kunjungan touris di Thailand , itu terlihat panjangnya antrian kenderaan roda empat maupun roda dua yang mengunjungi Thailand melalui border Sadao-Bukit Kayu Hitam, antara Malaysia dan Thailand.

Songkran tidak terlepas dengan air, tidak ada yang boleh marah bila disemprot dengan air. Tidak peduli mobil mewah , terkena semprotan juga, alat penyemprot modern menggunakan pistol air berbahan plastik beraneka warna dan ukuran ramai dipergunakan oleh anak-anak, tidak hanya air ada juga bedak , tepung bedak yang dicampur air  turut disemprotkan ke wajah orang dan ke mobil yang sedang lalu lalang, mobil pun seperti tersiram lumpur, kotor, tetapi sipemilik mobil maupun wajah dan baju yang basah, yang terkena semprotan bedak dan air tadi tidak boleh marah.

“Orang Thailand pandai mengemas momen – momen untuk menggaet touris masuk ke negaranya” celetuk Rasyid , Rasyid pun menjelaskan sebenarnya songkaran itu hanya satu hari dalam satu tahun tetapi sekarang dirayakan 3 hari malah 5 hari , bahkan di Thailand Selatan songkaran dilaksanakan sehari sebelum jatuh tanggalnya, tanggal 13 April 2008 di Hatyai telah dilaksanakan songkaran. Padahal seharusnya jatuh pada tanggal 14 April 2008. “Seperti Idul Fitri saja” kata rasyid sembari tersenyum

Gajah besar hilir mudik dijalanan, anak-anak senang, ada yang memberi sumbangan seperti angpao ke belalai gajah yang memang disiapkan untuk menerima hadiah tersebut, diatas punggung gajah duduk seorang pengendaranya. Kenderaan mengangkut orang di bak terbuka hilir mudik, mereka membawa alat semprot dan persedian air diatasnya,  diperempatan jalan pun orang-orang berdiri dengan gayung dan ember berisi penuh air siap menyiram kepada orang yang lalu lalang di depannya.

Dulu, perayaan songkran tidak menimbulkan masaalah, paling yang basah baju, kini hampir semua orang punya handphone, siap-siap handphone rusak terkena air kalau tidak terlebih dahulu disimpan atau dibungkus dengan kantong plastik.

Kami yang berkunjung ke Pattani tak luput terkena percikan air songkran, untunglah tidak begitu fatal, tinta  bekas stempel imigrasi di buku pasport yang ada di saku baju, sudah tak terbaca lagi.

Meskipun di 4 provinsi di selatan thailand mayoritas muslim toh orang-orang siam Hindu tidak terganggu melaksanakan songkran,   “Selama songkran anak-anak kami buatkan kegiatan semacam festival di masjid-masjid” ujar seorang ustaz di Hatyai , mengantisipasi anak-anak muslim agar tidak terikut-ikut acara keagamaan yang bukan Islami  ini.

Dari plat nomor kenderaan terlihat daerah asal dan negaranya, berseliweran masuk dan keluar Thailand, meyaksikan dan ikut acara songkran, gajah-gajah pun menjadi tontonan yang mengasyikkan, rangkaian bunga yang dikalungkan ke leher  laris terjual, begitupun bedak banyak dijajakan dipinggir-pinggir jalan. Petugas imigrasi thailand pun panen ringgit , karena masuk dan keluar ke thailand setiap orang dikenakan 1 ringgit malaysia, tidak ada tanda terimanya

Penjual buah2an dan makanan laris manis, disamping memang murah beragam pula buah tempatan yang dijual.   Siapa tak kenal durian bangkok, jambu bangkok dan segala yang berbau bangkok (thailand), rekan dari Malaysia pun berburu beras bangkok (siam).

Han kum kap thailand…………………………..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: