Saat Tsunami di Aceh


9944-e-5.jpg

Ini Photo Rudi, dengan kedua anaknya, sudah besar sekarang. Ibunya hilang saat Tsunami melanda Aceh. Aku jumpa dan berkenalan dengan Rudi di terminal Bus Lhok Semawe. Kami sama-sama terhalang banjir selepas Tsunami. Dari Medan tak bisa Ke Aceh dari Aceh tak bisa ke Medan, saat itu yang bisa dilalui lewat udara, penerbangan saat itu terbatas.  

Mulai dari Langkat Tamiang kami berjalan kaki menempuh banjir setinggi dada, puluhan kilo meter antrian kenderaan sepanjang jalan tak dapat melalui cekungan, lembah yang digenangi air.  Bakda Ashar dari Langkat Tamiang hingga lah menjelang dini hari baru sampai di tempat yang dituju.  

Keadaan dan situasi banjir itu kukabarkan kepada Putut, Putut adalah Wartawan Batam Pos di Batam, hubungan telpon ke Batam melalui satelit, dipinjam dari pos tentara-tentara yang tetap siap siaga dan berjaga-jaga di sepanjang jalan ke Aceh. Handphone tidak berfungsi. 

Yang kubawa saat itu dari Medan adalah sambal pecal dan rendang di dalam kaleng, tak ketinggalan  celana dalam pesanan M. Nur wartawan Batam Pos yang telah dahulu tiba di Banda Aceh. Di Banda Aceh kami tidur di Beranda Kantor Gubernur Aceh. Sampai di Aceh sambal pecal dan rendang dah bercampur aduk, karena selama perjalan sewaktu menempuh banjir yang hingga ke dada orang dewasa, bekal – bekal itu tadi di junjung diatas dikepala.  

Sholat Idul Qurban, adalah Sholat  pertama dilaksanakan di Masjid Baiturahman Banda  Aceh setelah Tsunami,  dihadiri ribuan umat muslim.

YLKM sengaja qurban di Aceh, banyak hewan qurban yang tertahan di tengah jalan, karena banjir tadi.

Kini anak-anak Rudi sudah tumbuh besar , ceria…… Rudi masih sering menghubungi ku di Batam, dia bekerja di Kantor Gubernur Aceh.

“Belum pak, belum terpikir untuk cari isteri lagi” katanya saat kutanya apakah setelah ditinggal isterinya dan sekarang sudah sekian tahun tidak terpikir untuk beristeri lagi.

“Kasihan sama anak-anak” jawabnya lagi. Itu lah Rudi , aku jadi teringat saat di Aceh sewaktu Thusami setelah melihat gambar Rudi dan kedua anaknya.

Salam untuk orang Aceh…………..

    

   

4 Tanggapan

  1. ass.
    senang saya berkenalan dengan bapak dengan sgala aktivitasnya

    Suka

  2. salam kembali

    Iya kemarin pertengahan juni 2008 Rudy telpon katanya dia akan menikah.. dengan seorang janda, perempuan yang kehilangan suami nya saat tsunami juga….

    mungkin Agustus 2008 aku ke Aceh InsyaAllah

    Suka

  3. Assalamualaikum bang,

    terharu hati ini membaca tulisan2, perjuangan abang…aku jadi tambah memahami makna sebuah kalimat “bila lidah kelu, tulisan menjadi perlu pena yang lebih tajam dari pedang…,tinta seorang berilmu lebih mulia dari darah seorang syahid…”

    salam kenal, salam ukhuah Bang,

    namaku heski. tingal di batam center.

    kalo sempat mampir di blogku : hamnginsela.multiply.com

    Suka

  4. waalaikumsalam warahmatullahi

    sudah mampir tu diblog nya bagus… tapi agak sulit bagi ku membaca tulisan nya maklum sudah agak rabun ….

    heski di batam center kan dekat tu ke bengkong polisi, datang ya…. ajarin tu anak anak hang tuah jadi bikers
    makasih sebelum nya

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: