Kasihan bang Buyung dan bang Arman Macam TKI di Singapura


 

Di Indonesia , boleh lah bang Buyung berbangga dikenal ramai orang, meskipun tak ada survei yang jelas, siapa diantara kedua orang tua yang bepergian ke Singapura dan di “inteogasi” oleh imigrasi bandara changi selama 2,5 jam yang lebih populer, tetapi orang – orang yang bergerak di bidang hukum mengenal keduanya dengan pasti.

Bang Buyung, rambutnya yang khas (puti) menjadi cirinya, kalau tampil di TV orang-orang pun tahu siapa dia. Tapi petugas Imigrasi bandara Changi manalah tau mereka siapa bang Buyung?.  

Kasihan bang Buyung diperlakukan sedemikian rupa, disamakan dengan TKI yang masuk ke Johor Malaysia untuk cop pasport satu dua hari di Johor setelah itu masuk lagi ke Singapura, atau ke Batam dua tiga hari di Batam masuk lagi ke Singapura,  baru sampai WTC disuruh pulang ke Indon.

Bang Buyung meskipun memakai pasport hijau, merasa orang besar agaknya, tapi tak direngges orang Singapura, saya tak tahu orang cina, india ataukah melayu yang menjadi petugas imigrasi di bandara changi ketika itu. Tapi dari gelagatnya aku yakin itu orang cina.

Kalau orang keturunan india tak begitu anggap enteng dengan orang indonesia, apalagi melayu, tapi kalau dari etnis cina, alamak ……… macam gitulah.

Bang Buyung ………aku merasa bersyukur kepada Tuhan atas ditahannya anda 2,5 jam di bandara Changi, barulah terbuka mata orang-orang seperti bang Buyung ini yang mengerti hukum bagaimana arogannya orang Singapura terhadap warga Indonesia,  besok-besok bang Buyung pergi pula dengan Hendarnam Supanji, tapi jangan lewat Changi, pergilah lewat laut.

Berapa lama pulak bang Buyung di tahan dan disuruh duduk-duduk dan dilihati orang-orang yang lalu lalang dan di intip melalui kaca yang ada didepan ruang tunggu, macam orang tak laku. Hal-hal yang demikian acap diperbuat mereka. Begitulah caranya mereka membuat shock terapi kepada orang-orang Indonesia yang mereka agak-agak curigai.

Bang Buyung masih beruntung, ada pak Ali Alatas yang langsung menghubungi Kedubes, kalau kami siapa yang akan menalipon pejabat yang punya kuku macam bang Ali Alatas.

Besok lapor lah sama Mas SBY kasih tahu nasib bang Buyung dibuat sedemikian rupa oleh pegawai yang paling rendah di imigrasi Singapura.  Bang Buyung kan pandai buat nota protes, aku nak tengok apa akan ditanggapi oleh pemerintah Singapura. Dan kalaupun ada tanggapan apa pulak katanya……. siapa suruh datang Singapura orang macam bang Buyung. Datang kesana tu macam Syamsul Nursalim, tak payah perpanjang paspot langsung diterima berpuluh-puluh tahun. 

Mereka tak rugi kalau cuma bang Buyung tak mau datang lagi ke Singapura, cuma nak berubat gatal-gatal kulit, dan periksa mata, banyak cina BLBI yang ngemplang duit kami bermukim disana.

Itulah bang Buyung trik orang Singapura, bang Buyung yang Watimpres, hebat ya Watimpres kalau di Indonesia….. nyatanya hanya dibenturkan dengan petugas imigrasi saja, bang Buyung meradang, dah tu tak mau lagi menginjak Singapura, ketawa lah pakcik Lee, tak ada orang lagi sekaliber bang Buyung mengechek kebenaran apa benar Mas Selamet Kastari lari dari penjara yang tak mungkin masuk di akal, atau kah memang sudah mati, karena saudara mas Selamet nak menjenguk , tiba-tiba orang sana cakap Mas Selamet dah lari.   

Atau memang mereka takut bang Buyung akan bertemu dengan kong Syamsul Nursalim?????

Bang Buyung , beberapa statiun TV Indonesia dapat di tangkap di Singapura, tak mungkin mereka tak tahu sepak terjang bang Buyung di Indonesia, dah memang ada di laci petugas imigrasi tu gambar bang Buyung, meskipun tak ditulis merah tapi bagaimana caranya supaya yang bersangkutan tak merasa nyaman di Singapura.

Lagian bang Buyung alat telekomunikasi negara mu telah kau “jual” kepada mereka, apalah sulitnya menyadap pembicaraan bang Buyung. Tak masuk diakal mereka tak kenal bang Buyung, malah sebaliknya mereka sudah sangat kenal dan dah menjadi lampu kuning bagi negaranya.

Bang Buyung …. kenapa bang Buyung terus ya………… bang Arman, kan tahu racun yang masuk ketubuh Munir asalnya dari Changi ??????………… sampai sekarang pun tak jelas siapa yang meracun kawan tu.

Besok-besok bang Arman dan bang Buyung hati-hati ke Changi …… bisa-bisa di Munirkan pulak …… karena terlalu keras soal DCA.

Tapi sekali lagi tapi buat bang Buyung jangan sampai bang Buyung tak menginjakkan kaki lagi di Singapura, banyak yang perlu dibenahi antara Singapura dan Indonesai. Kalau boleh langsung saja jumpa pakcik Lee bertatap muka, gunakan pasport Hitam dan rekomendasi dari mas SBY.  

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: