Bingung Nak Tentukan Jati Diri?


Dalam tulisan Jamal Tukimin dan Imran AZ, yang mana kedua mereka itu adalah karibku dan keduanya BAPAK daripada  mereka adalah orang Jawa, kedua BAPAK daripada mereka itu lahir di Jawa, dah besar merantau mencari rezeki di bumi melayu, dibumi melayu lahir zuriat-zuriat daripada mereka, zuriat – zuriatnya menjadi tokoh melayu yang satu Ketua Lembaga Adat Melayu, nak jadi Lembaga Alat Melayu pun boleh juga ketapa tidak, sebagaimana karikatur Batam Pos, yang satu pulak sastrawan Melayu dari negara Singapura.

Tak beza dengan Huzrin Hood, Kakek dia orang Jawa, berarti dah turunan ketige di bumi melayu, kalau Imran AZ dan Jamal Tukimin baru generasi kedua, jadi kalau ditolak oleh LAM pantas belaka sebagai mana ditulis oleh Candra Ibrahim yang aku kutip sebagai berikut : 

13 Februari 2008

Huzrin vs LAM, Tak Lucu!

.fullpost{display:inline;}Ah, ada-ada saja. Huzrin Hood ditabalkan sebagai pemangku adat Bintan, tapi ditolak oleh kelompok zuriat Yang Dipertuan Muda Penyengat, Johor-Riau, Pahang. Maka akibatnya, ketika dilantik sebagai Ketua Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) yang sedianya akan dilakukan di Penyengat, dipindahlah ke sebuah hotel di Batam. Ini atas permintaan Wako Tanjungpinang Suryatati A Manan. Tentu dengan berbagai pertimbangan. Hmm, pelantikan forum keraton kok di hotel, bukan di tempat yang dianggap sangat berbau keraton, seperti Pulau Penyengat.

Tilik punya tilik, rupanya Huzrin dianggap “tak jelas” alias tak memiliki komitmen yang jelas. Buktinya, sebelumnya dia dilantik sebagai Ketua Among Mitro Kepri, sebuah perkumpulan orang-orang keturunan Jawa. Huzrin memang berdarah Jawa dari pihak kakek. Lho, kalau kini dilantik sebagai Ketua FSKN setelah ditabalkan sebagai pemangku adat Melayu, tentu unik, bukan?Rupanya, di sinilah letak pemicu itu. Kalau Jawa, ya Jawalah, kalau Melayu, ya Melayulah. Begitu kira-kira kata Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri H Abdul Razak (Batam Pos, 13/2/2008).Hmmm… Mari kita ikuti eposode demi eposode yang tak lucu ini. Entah apa yang ada di benak orang-orang itu ketika mereka dengan sadar memulai pertikaian tersebut. Huzrin bukanlah anak kemarin sore. Tentu dia sadar konsekwensi yang akan dihadapinya dengan langkah yang sudah dia ambil. Jadi Ketua Among Mitro, lalu pemangku adat Bintan, dan dilantik pula jadi Ketua Forum Silaturahmi Keraton Nusantara.Kalau ini berlanjut, apa bukan mengantuk-antuk antara Melayu dengan Jawa? Padahal dulu Huzrin dikenal sebagai pejuang provinsi dan mengaku pembela marwah Melayu? Apakah mereka, para pihak yang bertikai itu, sadar? Hm….tak lucu!***

Saya jadi teringat dengan teman saya dulu, seorang PENDEKAR silat dan ketua Ikatan Pencak Silat se- Indonesia (IPSI) Batam,  tapi tak punya padepokan (aku pakai istilah jawa) sama dengan FSKN (Forum Silaturrahmi Keraton se-Nusantara)  pun memakai istilah jawa yaitu keraton, keraton adalah  istana raja di Jawa, teman saya itu sekarang jadi salah satu dari Wakil Ketua DPRD.

Adalagi teman saya senang sekali dipanggil KIYAI atau USTADZ tapi tak punya murid (mengajar)  apalagi pesantern, teman saya itu tersangkut kasus ijaza palsu, tak tahu apakah betul ijazahnya palsu atau tidak belum dibuktikan di pengadilan, tapi kabarnya dia drop out dari salah satu pesantern terkenal di jawa sana. Tahu kalau ijazanya bermasaalah karena dia sekarang dah jadi orang politik dan anggota dewan yang terhormat pula. Jadi adalah maksud dan tujuan mereka, bak kata pepatah “KALAU TIDAK ADA BERADA TAKKAN TEMPUA BERSARANG RENDAH” 

Saya pun salah seorang yang tak percaya tak ada maksud tertentu, dah banyak contoh pak Lung…..  memang tak lucu…..

Satu Tanggapan

  1. Salam Kenal…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: