Pernyataan Sikap Soal Forum Keraton


Malam kemarin rencana aku nak menghadiri undangan makan malam dari Forum Silaturrahmi Keraton se-Nusantara (FSKN), petangnya aku menghubungi bang Imran AZ ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Batam, dalam benakku pastilah dia diundang, sedangkan aku yang tak ada sangkut apa-apa dan sebagai rakyat jelata diundang pikirku. Lagian aku ada perlu dengan beliau soal pembangunan sekolah SD di Batu Aji, alangkah baik bila sambil makan malam hal itu aku utarakan kepadanya.

Dalam HP nya bang Imran tertawa kecil, tawa seperti itu dah sering aku lihat karena aku kenal beliau dah berpuluh tahun, ada apa gerangan, kenapa dia tertawa seperti itu saat kukatakan undangan makan malam dari FSKN. “Imbalo kan lebih tahu” katanya kepadaku “Saya tak dapat datang karena sesuatu hal” dia tak menjelaskan hal apa yang menyebabkan dia tak dapat memenuhi undangan makan malam dari FSKN itu.

Kalau bang Imran tak datang, padahal dia sehat segar bugar dan ada pulak di Batam tentulah ada apa- apa nya pikirku, aku tercenung sejenak, apa karena adanya penolakan dari zuriat /erabat Raja-Raja Keturunan Riau -Lingga-Johor-Pahang se Kepri pikirku. Dan kata-kata Imbalo kan lebih tahu mengiang kembali, aku pun tak jadi menghadiri makan malam itu.

Pagi ini aku baca ada pernyataan sikap Masyarakat Melayu riau-Lingga-Johor dan Pahang di Provinsi Keplauan Riau antara lain sbb :

Zuriat/Kerabat Kerajaan Riaua-Lingga-Johor-Pahang Provinsi Kepri, MENOLAK dengan tegas. Huzrin Hood menjadi Ketua Forum FSKN Kepri. LEMBAGA ADAT MELAYU (LAM) Menolak upacara adat Melayu dalam pelantikan Huzrin Hood menjadi Ketua Forum FSKN Kepri, Masyarakat Provinsi Kepri menolak pelantikan Huzrin Hood di Pulau Penyengat. LAM merupakan perwakilan adat masyarakat Melayu Kepri yang sah, dan tidak perlu adanya perwakilan adat lainnya. Pihak keamanan dan hal ini Polresta Tanjung Pinang dan Polda Kepri untuk tidak menghiraukan pelantikan Huzrin Hood, sebagai Ketua FSKN dengan alasan keamanan. Jika pihak keamanan tidak dapat mengantisipasi, atau mengatasi masalah ini, apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan maka Lembaga Adat Melayu Kepri tidak bertanggung jawab.  

Tertanda :

LEMBAGA ADAT MELAYU (LAM) KEPRI Ketua Umum H Abdul Razak Ab

KEKERABATAN/ZURIAT KERJAAN RIAU-LINGGA-JOHOR DAN PAHANG PROVINSI KEPRI.

RUMPUN MELAYU BERSATU (RMB) KEPRI Said Robert

TOKOH MELAYU BATAM

LASKAR MELAYU BATAM (LMB)

MAJELIS BELIA KEPRI

LAM BATAM

TOKOH MELAYU KARIMUN Dt Timbalan Panglime Lautan (RMH-HMS)

PENGGIAT BUDAYA Abdul Malik Mpd

PUSAT MAKLUMAT KEBUDAYAANMELAYU RIAU PENYENGAT Raja Malik Alfarizi

YAYASAN CINDAI WANGI

YAYASAN INDRA SAKTI Pulau Penyengat

KEKERABATAN KELUARGA BESAR MELAYU Tanjung Pinang

Ditolak, FSKN Jalan Terus      
Selasa, 12 Pebruari 2008
TANJUNGPINANG (BP) – Walau pelaksanaan pelantikan dan pertemuan Forum Silaturahmi Keraton se-Nusantara (FSKN) di Balai Adat Pulau Penyengat hari ini, Selasa (12/2) mendapat penolakan dari zuriat raja-raja Riau-Lingga dan Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepri, tapi hajatan tersebut tetap dilaksanakan. ”Gubernur Kepri H Ismeth Abdullah telah menyetujui pelaksanaan FSKN itu. Persiapan pun telah dilakukan. Semua anggaran pelaksanaan pelantikan dan pertemuan FSKN itu dari Pemprov Kepri,” kata Hadi Suroso di Sekretariat Among Mitro Provinsi Kepri di Sungaijang.
Tidak saja izin pelaksanaan dari Gubernur Kepri H Ismeth Abdullah, izin dari Polresta Tanjungpinang pun, kata Fahmi sudah diperoleh. ”Kita sudah jelaskan pada Kapolresta Tanjungpinang AKBP Imam Widodo,” kata Fahmi, yang mengaku mengurus persoalan izin tersebut ke Polresta Tanjungpinang.
”Kalau menolak itu mengatas namakan zuriat, maka zuriat yang mana. Zuriat itu ada dua, pertama zuriat dari yang dipertuan besar dan zuriat yang dipertuan muda. Jadi yang nolak itu mereka yang zuriat dipertuan muda. Kita kan masih bersaudara, kalau keluarkan statemen harus hati-hati kita kan berpendidikan,” ucap Fahmi, yang mengaku berasal dari zuriat yang dipertuan besar.
Sementara itu, rencana pelantikan Huzrin Hood sebagai Ketua Forum Silaturahmi Keraton se-Nusantara (FSKN) Provinsi Kepri rupanya mendapat penolakan dari komponen peduli adat-istiadat melayu Kepri.
Penolakan itu meluncur di antaranya berasal dari Kekerabatan Zuriat dan Kekerabatan Riau-Lingga, Rumpun Melayu Bersatu (RMB) Kepri, Perwakilan Organisasi Melayu Batam, Karimun, dan Lingga. Kemarin dengan kompak mereka mendatangi kantor Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri.
Kedatangan mereka, menyuarakan aspirasi menolak Huzrin Hood sebagai Ketua Forum Silaturahmi Keraton se-Nusantara (FSKN) karena pengangkatan Huzrin Hood dilakukan secara adat melayu dengan membawa-bawa nama zuriat-zuriat melayu Kepri. Mereka mendesak LAM mengambil tindakan tegas.
”Kita tak mempermasalahkan kehadiran FSKN. Yang dipermasalahkan mengapa Huzrin Hood yang diangkat, mengapa tak figur lain,’’ ujar Raja Malik, salah seorang Zuriat/Kerabat Kerajaan Riau-Lingga, di kantor LAM Provinsi Kepri, kemarin.
Ketua RMB Kepri, Said Robert mengatakan, masyarakat Melayu Kepri sangat terusik rencana pengangkatan Huzrin Hood sebagai Ketua FSKN Kepri. RMB minta LAM mengambil tindakan tegas.
Ketua LAM Kepri, Abdul Razak mengatakan, LAM telah menerima aspirasi. Inti permasalahan katanya komponen Melayu keberatan Huzrin Hood diangkat sebagai ketua FSKN. Karena pengangkatan dilaksanakan secara adat istiadat melayu.
Langkah yang diambil LAM Kepri sebutnya LAM, segera mengutus utusan menemui utusan raja-raja se-Nusantara untuk memberikan surat pernyataan secara tertulis menolak pengangkatan Huzrin Hood.
Ketua RMB Kepri, Said Robert mengatakan, masyarakat Melayu Kepri sangat terusik rencana pengangkatan Huzrin Hood sebagai Ketua FSKN Kepri. RMB minta LAM mengambil tindakan tegas.
Zuriat yang mengatas namakan turunan raja-raja Riau-Lingga di Provinsi Kepri dan Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepri, Senin (11/2) mengeluarkan lima sikap dan penolakan soal rencana pelantikan dan pertemuan Forum Silaturahmi Keraton se-Nusantara (FSKN) di Pulau Penyengat hari ini.
Sikap pertama, zuriat menolak Huzrin Hood menjadi pemangku raja-raja masyarakat Melayu Kepri. Kedua, LAM menolak pelantikan mengunakan adat Melayu. Ketiga menolak pelantikan dan pertemuan FSKN di Pulau Penyengat. Keempat, LAM merupakan perwakilan adat Melayu yang sah. Terakhir, minta Polda tak kegiatan itu di Penyengat.

Satu Tanggapan

  1. Mohon informasi alamat dan no telp. FSKN pusat, atas segala bantuannya saya ucapkan terima kasih

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: