Imlek di Batam


http://hsetiabudi.wordpress.com/2007/02/17/gong-xi-fa-cai-selamat-tahun-baru-imlek-2588/http://hsetiabudi.wordpress.com/2007/02/17/gong-xi-fa-cai-selamat-tahun-baru-imlek-2588/

Aslinya Imlek atau Sin Tjia adalah sebuah perayaan yang dilakukan oleh para petani di Cina yang biasanya jatuh pada tanggal satu di bulan pertama di awal tahun baru. Perayaan ini juga berkaitan dengan pesta para petani untuk menyambut musim semi. Perayaan ini dimulai pada tanggal 30 bulan ke-12 dan berakhir pada tanggal 15 bulan pertama. Acaranya meliputi sembahyang Imlek, sembahyang kepada Sang Pencipta, dan perayaan Cap Go Meh. Tujuan dari persembahyangan ini adalah sebagai wujud syukur dan doa harapan agar di tahun depan mendapat rezeki lebih banyak, untuk menjamu leluhur, dan sebagai sarana silaturahmi dengan kerabat dan tetangga.

Karena perayaan Imlek berasal dari kebudayaan petani, maka segala bentuk persembahannya adalah berupa berbagai jenis makanan. Idealnya, pada setiap acara sembahyang Imlek disajikan minimal 12 macam masakan dan 12 macam kue yang mewakili lambang-lambang shio yang berjumlah 12.

Di Cina, hidangan yang wajib adalah mie panjang umur (siu mi) dan arak.  Diambil dari Sedap Sekejap, Edisi 2/II-Februari 2001

Di Batam 

“Pak, kami libur 2 minggu” kata seorang sales distributor alat-alat tulis kepada pak Aswin bagian pembelian di mini market yang aku kelola. Lebih 32 distributor pemasok barang kebutuhan sehari-hari yang hilir mudik datang ke tempat kami, hampir seluruhnya adalah warga keturunan yang merayakan Imlek.

 “Kalau anda, liburnya berapa hari?” tanyaku kepada distribustor  buah yang berlokasi di Pasar Pelita depan PT Sat Nusa Persada, “Tiga hari saja pak” jawab petugas yang lagi menurunkan kotak buah-buahan pesanan kami. Kalau tiga hari tak perlulah aku menyetok buah. 

Begitulah di Batam setiap saat Imlek hampir semua toko tutup,  ada yang tutup  sampai selesai perayaan “cap go me”. Pak Awie misalnya pedagang condola (rak tempat memajang dagangan) di Sei Panas depan patung kuda, tiga hari sebelum Imlek telah pulang ke Tanjung Balai Karimun …. “Saya sudah di Balai pak” katanya ketika kuhubungi dengan hp ku,  aku membutuhkan sebuah condola tempat stock barang selama dua minggu ini mengantisipasi persediaan selama Imlek, condola itu biasanya aku pesan melalui telpon, pak Awie, pria keturunan ini biasanya  langsung mengantarkannya.  “Ya setahun sekali berkumpul dengan keluarga” ujarnya diujung telpon. Hari ini pun  sebagian besar toko-toko di Nagoya sudah pada tutup.

Pak Awie orang Balai bekerja di Batam jadi mudiknya ke Balai, penduduk Batam yang merayakan Imlek kebanyakan pendatang, ada yang dari Tanjung Batu, Selat Panjang, Moro dan dari pulau-pulau sekitaran Batam. Banyak mereka sukses berusaha di Batam , ada yang manjadi pedagang Valuta asing, mengelola sekolah sampai keperguruan tinggi , menjadi Bankir, Industriawan, ini malah sudah go publik. Kalau pengusaha real estate cukup banyak, pengelola pelabuhan, restoran, hotel, tour & traver hampir diseluruh lini sentra ekonomi, jadi kalau selama dan setiap perayaan Imlek Batam menjadi sepi dan pemandangan seperti kota mati, adalah lumrah belaka.

Batam kota industri, alih kapal, menjadi kota seperti sekarang ini, ide dari penguasa orde baru tak lepas dari peran Alm Pak Harto, imlek menjadi libur nasional oleh Ibu Megawati, Gus Dur yang mencabut pelarangan Inpresnya. Semuanya menjadi sejarah, sejarah juga yang mencatat seorang Asmin Patros menjadi anggota Dewan yang terhormat seperti katanya dalam dialog di Batam TV tanggal 05 Februari 2008, malam.  Asmin Patros SH. Mhum yang protestan  juga turut merayakan Imlek, begitupun abang kandungnya Haji Saptono Mustakim yang muslim, merayakan Imlek, kedua mereka ini aku kenal cukup baik, keduanya aktip di organisai politik, malah kini Haji Saptono Mustakim menjabat sebagai wakil Bupati Lingga. “Saya merayakannya karena orang tua mengajarkan demikian” kata Asmin menjelaskan tentang Imlek.

Kalau dulu 30 tahun yang lalu banyak warga Cina yang menjadi petani, pekebun karet, seperti di Duriangkang, hasilnya langsung dijual ke Singapura. Spead boat atau pompong orang disini menyebutnya dapat masuk sampai ke Baloi Darat (Dam Baloi Sekarang yang katanya mau dialih fungsikan lokasinya) , Sungai di samping  Rumah Sakit Awal Bros yang sekarang,  dulu, masih dapat dilalui spead boat untuk mengangkut hasil hutan seperti arang, getah. Itulah sungai Baloi namanya, hulunya satu  di Dam Baloi dan satu lagi di depan Mapoltabes Barelang, kami dulu sering mengangkuti barang-barang ke sana dengan spead boat, baik barang-barang dari singapura maupun yang ke Singapura.         

Biasanya selama Imlek, omset penjualan di mini market kami meningkat cukup signifikan. Di Nagoya, yang terlihat buka adalah rumah makan Padang, puluhan miliar rupiah perputaran uang di Batam, bahkan mungkin ratusan miliar rupiah perhari, ketika suatu waktu kutanyakan hal ini kepada Tindomora Siregar mantan kepala BI di Batam, dia pun tak tahu angka pastinya.  

Orang Batam yang bekerja di Singapura pun banyak, mereka pada mudik, termasuk juga warga Singapuranya banyak yang ke Batam dalam liburan Imlek. Di China, ratusan ribu penumpang kereta api yang akan mudik ke kampung halaman masing-masing belum dapat terangkut karena kereta api disana  lebih memprioritaskan pengangkutan batu bara, padahal besok tanggal 7 Februari 2008 sudah Imlek.               

Gong xi facai

5 Tanggapan

  1. Batam, kapan saya bisa ke sana, ya?

    Suka

  2. imlek di batam memang selalu seperti itu, saya memang batak tapi sudah jadi keluarga china di batam. eh semua tradisi imlek juga saya jadi ikut…
    kebetulan saya tinggal di komplek cina juga, eh walau saya jadi anak di keluarga itu malah orang pikir saya pekerja
    hehehehe

    Suka

  3. Sekarang memangnya lagi dimana djun????

    Suka

  4. Mungkin karena kulitnya masih rada coklat kali ya biring….mejua juah

    Suka

  5. mejuah juah juga pak. terus berkarya

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: