Plagiat, Plagiator dan Plagiarisme (Kasus Dony Irawan)


Dalam kamus besar bahasa Indonesia edisi ke tiga tahun 2005 halaman 881 disebutkan plagiat adalah pengambilan karangan (pendapat dsb) orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan (pendapat dsb) sendiri, misal menerbitkan karya tulis orang lain atas nama dirinya sendiri atau plagiat disebut jiplakan.

Sementara orangnya sendiri disebut plagiator,  yaitu orang yang mengambil karangan (pendapat dsb) orang lain dan disiarkan sebagai karangan sendiri atau orang ini disebut penjiplak. Dalam kamus besar bahasa Indonesia itu pun ada tertulis plagiarisme yaitu penjiplakan yang melanggar hak cipta…… 

Salah satu tulisan yang paling kusuka adalah tulisan wartawan Senior Rosihan Anwar…. detail sekali beliau menuliskan waktu, peristiwa demi peristiwa…. begitu pula Alwi Shihab wartawan dari Harian Republika….. Eryanto Hady dari Riau Pos pun aku suka membaca tulisannya….. aku iri kepada mereka atas kemampuan mereka menulis….

Aku pun jadi kepingin menulis ….. bagaimana ya caranya supaya kita bisa menulis terus  tulisan kita dibaca orang dan yang terutama sekali bisa dimuat di media….. sebenarnya masalah honor bukan itu yang utama … seorang Dony Irawan ……  bukan honor dari Batam Pos itu tujuan utamanya menulis…..kalau benar dia seorang plagiator – penjiplak.   

Awal aku menulis di Batam Pos d/h Sijori Pos…. saat kunjungan Gus Dur ke Batam meresmikan Forum Zakat (FOZ) II … aku sebagai salah seorang panitia waktu itu ingin sekali kegiatan FOZ II itu  terpublikasi ke massa melalui media massa…. Gus Dus yang saat itu menjabat Presiden peduli dengan Zakat dan akan mensosialisasikan UU Zakat,  nyaris tak ada beritanya di harian lokal Batam ….. ” Bikin saja tulisannya pak nanti akan di terbitkan” kata seorang reporter koran lokal itu kepadaku ….

Malamnya  akupun mulai menulis, kutulis lah semampuku….. aku kutip beberapa klausal-klausal Undang-Undang Zakat No. 38 itu…… untuk mendukung agar tulisanku terkesan bermutu….. kubaca berulang – ulang kali tak terhitung entah berapa kali… sampai hapal aku apa saja isi yang kutilis itu kemudian paginya tulisan itu ku antar ke Kantor Sijori Pos di komplek pertokoan Sei Jodoh ….. diterima sekretaris redaksi… dan kepadaku dimintai photo copy KTP…. aku sangat berharap tulisan itu dimuat dihari berikutnya …. sampai tiga hari …. setiap pagi kerjaku pertama adalah membuka halaman koran memeriksa apakah ada tulisanku  itu…..  ternyata tulisan yang kubuat katanya tak layak tampil alias tak memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan oleh redaksi Sijori Pos .

Tetapi dengan isi tulisan yang sama ….. setelah aku menjadi Pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota  Batam tulisan tadi diterbitkan oleh Sijori Pos….  setelah Gus Dus tak jadi Presiden lagi…..alias dua tahun kemudian ……. begitulah.   Setelah aku menjadi “Tokoh” (nggak tahu siapa yang ngangkatku menjadi Tokoh mungkin karena sudah jadi Pengurus DMI Batam tadi kali)  terkadang aku malah dimintai untuk menulis lagi..(pernah juga mereka yang nulis tapi pakai namaku he he he he karena harus segera dimuat)  …. begitulah kalau sudah jadi orang terkenal atau “TOKOH”…. jadi jangan kira tulisan atas nama pejabat-pejabat itu semua adalah asli tulisaan mereka …. belum tentu meck….. apalagi tulisan di bulan Ramadhan….. dari mana pulak pejabat-pejabat itu melakoni seperti yang ditulisnya…hafal hadist dan ayat Quran…. Aku pun pernah menulis cukup lama setiap Jumat di Batam Pos sekarang Pos Metro ……..dan tulisanku tak kukirim lagi karena aku tak suka dengan tampilan Batam Pos saat itu banyak iklan vulgarnya menurutku seperti telpon sex dan obat-obat kuat …………. Aku gak tahu persis apakah Sdr Insinyur Dony Irawan karena kapasitasnya sebagai Pengurus HTI Batam …. dan peduli dengan masyalah ke-Islaman apalagi dia bergabung di MES yaitu Masyarakat Ekonomi Syariah…… sehingga menulislah dia atau dimintai menjadi penulis tetap Kolom Ekonomi Syariah…….

Di Batam banyak aktifitis Muslim….. banyak Mubalig , Ulama ….. pandai berkhotbah pandai berceramah….. tetapi jarang sekali yang bisa menulis….. di PMB saja ratusan jumlahnya…. berapa dari mereka yang bisa menulis????? ………

Sebenarnya menurutku plagiat atau  menjiplak tak lah perbuatan yang memalukan asal saja sumber jiplakan itu kita sebutkan….sama menurutku seperti ayat-ayat Quran yang menjadi dalil kita menulis misalnya…… “kita mendengar ceramah , seminar,  kita membaca bukankah terekam dalam benak kita….. semua itu kan hasil karya orang lain…. dan kalau kita buat menjadi sebuah  tulisan apa pulak namanya itu”????…kata Menik dari Harian Tribun Batam saat kami berbincang-bincang tentang kasus plagiat Dony Irawan.

Menurutku semua orang kalau mau bisa jadi penulis…. banyak trik-trik atau kiat-kiat yang dapat dipelajari bagaimana cara menulis….. pengalaman dari orang-orang terdahulu misalnya….. disamping bakat tentunya  menurutku menulis pun bisa dipelajari….

Buya Hamka terkenal sebagai ulama yang pintar berkhotbah dan pintar menulis….. banyak buku-buku beliau tidak saja di Indonesia di Malaysia , Singapura , Thailan beliau sangat populer…..  Mantan Menteri Penerangan Harmoko 14 tahun menjadi menteri berapa buku yang di terbitkannya?…… nyaris tak ada..

Macam-macam trik orang untuk mempublikasikan ke-Tokoh-annya….. ada yang membeli jam tayang TV misalnya…… di Media-media Batam jarang terlihat tampil gambar Guntur Sakti …. kini digantikan oleh Yusfa Hendri yang sekarang menjadi Humas Pemko Batam…. begitu juga Nyat Kadir….. sekarang menghiasi koran adalah gambar-gambar Drs Akhmad Dahlan…..

“Buat koran sendiri lah” kata Aries Kurniawan padaku saat tulisanku tak dimuat di media tempat dia bekerja dahulu….. Dahlan Iskan CEO Jawa Pos Group sendiri pun tulisannya hanya tampil di Media yang di pimpinnya…………………… tulisan bersambung tentang cangkok hati yang ditulis hampir di seluruh media dibawah bendera Jawa Pos Group menuai kritikan dari pembaca  …. kan kasian redakturnya…. tulisannya bersambung terus tak habis-habis tulis sms seorang pembaca…..

Tulisan ku ini pun ngalor ngidul kemana-mana….. aku yang tak pandai nulis mencoba menulis apa yang ada teringat di benakku aku tuangkan saja….. kalau memang ada yang perlu dikutip dari tulisan orang untuk menguatkan argumen kita tak salah kita copy paste dan sebutkanlah sumbernya….. terkadang memang demikian anggapan orang (orang media terutama) kalau nara sumber  itu adalah orang yang sudah menjadi ketua suatu organisasi baru layak menjadi sumber berita ………maaf ya koq Insyinur jadi ahli ekonomi …. ada lagi dokter hewan jadi ahli politik……. kalau urusan tidak diserahkan kepada ahlinya tunggu saja kehancurannya……   

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: