Kalau Hidayah Datang


aku-berikan-nama-umar.jpg

Mai mi prakchao undai nok chak Allah Muhammad pin sasanaktuk kong Allah, Asyhadu Allah ilahaillallah Muhammadarasulullah …………………………………………Arti syahadat dalam bahasa Siam…… 

Pergi namanya Tom Sang, pulang berganti Musa, begitulah yang terjadi saat kami diantar oleh supir yang bernama Tom Sang dari desa Ban Sui menuju desa San Tu Sik, kedua desa ini berjarak kurang lebih 12 KM

Pria berperawakan kecil dari suku Mong usia sekitar 37 tahun ini, adalah pemilik dan sekaligus supir kenderaan lory (truk bak terbuka) pengangkut ternak yang di sewa membawa kami sekitar 20 an orang mengunjungi saudara muslim yang mendiami perbukitan Doi Chang di Propinsi Pha Yao Thailan Utara.

Sepanjang perjalanan dari desa Ban Sui menuju desa San Tu Sik dipinggir jalan perbukitan terjal itu pohon Sakura mulai bersemi, pohon terkenal di negara Matahari terbit Jepang itu pun dapat tumbuh subur di perbukitan Doi Chang, saat itu Desember 2007  suhu bisa mencapai 10 derjat celsius.

Kami bermalam di desa San Tu Sik, esok pagi harinya kami menyaksikan dan mendengar lafaz duakalimasyahadat dari bibir Tom Sang yang terpatah-patah. Ustadz Yusuf dari Pattani yang menuntun pengucapan syahadat Tom Sang, mempersilahkan Tom Sang memilih sendiri nama Islam yang diinginkannya… Musa …. ucap Tom Sang….

Tidak banyak keluarga muslim yang mendiami kedua desa itu… tetapi keberadaan keluarga muslim  dan adanya para Dai yang menetap tinggal disitu adalah bentuk dakwah nyata kepada para penduduk suku Mong yang memang mayoritas di desa-desa seputaran bukit Doi Chang. Mereka menyaksikan dan melihat sendiri, mereka memilih menjadi muslim tidak ada paksaan tidak ada iming-iming…….. telah puluhan keluarga suku bukit yang memeluk Islam………………..dengan kesadaran sendiri….    

Musa ……….  saudara muallaf……  tiba-tiba menghentikan kenderaannya  di tengah jalan ………..  rupanya dia mengambil beberapa batang bambu yang memang tumbuh subur di perbukitan itu….. untuk apa…… itulah katanya yang dapat dihadiahkannya kepada kami….. saat itu kami sedang berpuasa …… besok Idul Adha  1427 H… bambu tadi untuk membuat lemang …………………….. lemang di sana tidak pakai santan dan tidak pakai daun pisang sebagaimana lazimnya di Indonesia…. tetapi ada selaput dalam batang bambu muda tadi yang berfungsi membungkus beras ketan pulut, saat bambu dibelah.

Masih banyak Tom Sang-Tom Sang lain yang akan menjadi Musa-Musa…. di desa-desa di perbukitan sana….. bukan hanya di Thailand di Laos, Burma, Kamboja Vietnam pun mereka menunggu kita datang bersilaturahmi memberikan “kunci” pintu Hidayah sebagaimana kata ustadz Yusuf….. mengakhiri Tausiahnya saat menerima Musa sebagai saudara baru…… semoga kita dilapangkan rezeki, waktu dan kesempatan dapat mengunjungi saudara – saudara kita itu….. amien.    

         

2 Tanggapan

  1. Alhamdulillah, satu orang lagi mendapat hidayah.
    Semoga semakin banyak lagi orang orang yang juga memperoleh hidayah. Amiin ya Robbal Alamiin… 😀

    Suka

  2. satu kampung mengucapkan syahadat

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: