Idul Adha di Myanmar tanggal 21 Desember 2007


imgp1683.jpg

Naseer, Myanmar,  ucapnya sembari menerima jabat tanganku, kami bertemu  disebuah restoran di perbatasan antara Chiang Rai Thailand dengan Burma tepatnya di Mae Sai kota paling utara Thailand. 

Naseer (35) tinggal di Tachilek Provinsi Shan Burma,  adalah kota yang berbatasaan langsung dengan Mae Sai tempat kami bertemu, kedua negara dan kedua kota ini hanya dipisahkan oleh aliran sungai yang lebar tidak lebih dari 10 meter, hilir aliran sungai ini mengalir ke sungai Mekong yang terkenal dengan Golden Triangle.

Di Mae Sai banyak restoran yang di kelola oleh muslim cina. Cinho …… demikian orang disana menyebutnya, sehingga keberadaan Naseer yang agak hitam kontras dengan pengunjung restoran tadi, karena memang Naseer adalah orang Myanmar keturunan dari Bengal.

Karena tahu kami akan ke Myanmar dengan senang hati Naseer memandu kami…. dia jugalah yang “menghalau” orang-orang yang menawarkan jasa dan barang, sesaat kami tiba di Tachilek …..

Kalau di Mae Sai (Thailand)….  Idul Adha pada tanggal 20 Desember 2007 ….. sementara di Tachilek (Myanmar) Idul Adha pada tgl  21 Desember 2007 ………………………… “Begitulah keputusan Majelis Ulama Rangon” jelas Naseer kepada kami.    Sementara kami sendiri di Pha Yao, salah satu provinsi di Tahiland yang berbatasan dengan Chiang Rai melaksanakan sholat Idul Adha tanggal 19 Desember 2007 ….. “Sebagaimana di Makkah” ujar Ustdz Yusuf  …. Menurut yang melaksanakan Idul Adha tanggal 19 Desember  2007 , ini berkaitan dengan wukuf di Arafah…. Puasa kami pun tanggal 18 Desember 2007 karena anjurannya demikian, “Puasa berkaitan dengan wukuf dan Idul Adha berkaitan dengan ibadah haji pula” ujar Babaji menambahkan. Di Indonesia (Batam) saya di kabarkan bahwa HTI melaksanakan Idul Adha tgl 19 Desember 2007 …..

Di Tachilek kami sholat zuhur jamak takdim, di masjid yang dibangun oleh muslim Cinho terlihat dari ornamen dan tulisan yang mendominasi di pintu dan dibeberapa tempat, tetapi sebagian besar jamaah di masjid itu adalah orang-orang dari keturunan Pakistan, bahkan imam masjid nya pun keturuan Pakistan.

“Tidak ada masjid Cina tidak ada masjid Pakistan” ujar Naseer membantah adanya anggapan adanya masjid Cina dan adanya masjid Pakistan …………… “Semuanya masjid Allah” tambahnya.

Karena kami tanggal 20 Desember 2007 ke Myanmar sehinggalah tak ada kegiatan qurban disitu…..   yang terlihat ramai adalah di Mae Sai……….. terlihat banyak rombongan orang membawa bungkusan hewan qurban di sepanjang jalan bahkan beberapa keluarga anak beranakmasih antri  menunggu selesainya dipotong dan dibagi-bagikan hewan qurban itu……………….. dan kesemua mereka itu bukanlah orang-orang Cinho..

Di Tachilek… banyak komunitas muslim, baik etnis cina maupun keturunan pakistan, apalagi banglades, bahkan di pasar Tachilek banyak pedagang asongan yang dapat berbahasa melayu dialek pattani….. tidak sedikit pula cinho yang dapat berbahasa melayu dialek pattani tersebut.  Hal-hal yang demikian pun menurut ustadz Wahab ada di Vietnam, Laos,  Kamboja, beberapa kali beliau mengunjungi daerah itu. Guru Daud asal Pulau Pinang menimpali “Saya baru kembali dari Philipina disana pun banyak orang dapat berbahasa melayu” ujarnya 

Begitulah …….. bisa jadi bahasa melayu menjadi bahasa persatuan di asia tenggara ini……… dan diharapkan pula Idul Adha pun bisa sama di rantau ini……………. Amieeen   

         

   

Satu Tanggapan

  1. go to http://www.pspproblems.wordpress.com for all your psp needs

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: