Dua kali aku ke Balai Pustaka


balai-pustaka.jpg

Bloger yang terhormat, kemarin (30/11)  aku ke Balai Pustaka (BP) di Jalan Gunung Sahari Jakarta.

Itu adalah kali kedua aku kesana selama hidupku, pertama kali aku kesana pada tanggal 02 Nopember 2007  yang lalu.

Disana, dilantai dasar bangunan BP, banyak sekali judul buku yang aku cari2 selama ini. Jadi selama bulan Nopember  2007 ini aku dah dua kali kesana.

Dua kali pula aku membeli buku dengan diskon 30 s/d 40 % , buku-buku yang kubeli sebagian besar adalah buku cerita mulai anak usia sekolah dasar hingga menengah atas, dari yang tipis dan agak tebalan pun ada.

Hampir semua buku2 yang kubeli warna kertasnya sudah menguning karena sudah lama dicetaknya. Malah ada yang tepinya agak rusak seperti di makan rayap, begitulah kondisinya.

Kawan bergelut, Salah Asuhan, Mari Bernyanyi karangan AT Mahmud (alm) dan ratusan judul yang lain kubeli masing2 dua, untuk kujadikan koleksi perpustakaan disekolah Hang Tuah.  Masih ribuan judul lagi ada disana, semuanya bagus-bagus belaka, terutama untuk bacaan anak usia sekolah.

Aku berkahyal seandainya adalah orang-orang kaya punya duit dan punya harta, punya pula kepedulian kepada sesama, membeli buku yang sudah banyak “menguning” di Balai Pustaka sana, menyumbangkannya kepada perpustakaan sekolah yakh………. seperti ke tempat kami misalnya di sekolah Hang Tuah di Batam, oi oi ……..  alangkah bertuahnya.

Dua kali aku ke Balai Pustaka sana, melihat ribuan judul buku yang sudah mulai menguning dan memang sudah pun menguning karena termakan usia.

Dua kali aku ke Balai Pustaka sana, berandai-andai seandainya ada manusia dermawaan yang tergerak hatinya, membelikan buku untuk disumbangkan ke sekolah-sekolah. Yang nantinya akan dibaca oleh generasi penerus bangsa, alangkah bermanfaat jasanya.

Dua kali aku ke Balai Pustaka sana, manalah mungkin aku bertemu dengan  “Bambang Sudibiyo” apalagi membaca asa ku ini.  

Dua kali aku ke Balai Pustaka sana, di kali keduanya, Jumat, tanggal 30 Nopember 2007, crew-crew stasiun TVRI saat itu  sedang shooting di toko buku Balai Pustaka, aku yang sedang memilih – milih buku yang sudah mulai menguning itu tersorot kamera, tapi aku tak tau apakah mereka akan menyiarkannya.

Dua kali aku ke Balai Pustaka sana, sambil melihat dan memilih-milih buku yang lain buku-buku yang bermutu terbitannya, petugas Balai Pustaka mengatakan kepadaku buku yang sudah terkumpul dan akan di pak sudah tiga puluh lima kilogram beratnya, dan jumlah rupiahnya telah sekian juta. Padahal belum lah seberapa jumlah judulnya.

Ya begitulah sudah duakali aku ke Balai Pustaka, dua kali pula kelebihan bagasi ku di Soekarno Hatta. Aku janjian untuk selanjutnya, agar dikirimkan ke batam dengan Pos saja, buku yang tak sempat kubawa.

Di Batam, setelah dua kali aku ke Balai Pustaka, aku buka blog ku dan kutulis “Dicari orang yang mau menyumbangkan buku untuk pustaka”, semoga ada insan yang tergerak hatinya…………………………………….insyaAllah………………………         

   

   

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: