INDONESIA SURGA NARKOTIKA


foto_depan1.gif“AKTIFKAN KEMBALI RT / RW DAN DASA WISMA”

Waktu terbongkar pabrik sabu-sabu di Batam, banyak pejabat yang kebakaran jenggot. salah satu nya ketua Badan Narkotika Kota  (BNK) Batam, karena dia tak tahu malah tak hadir disaat-saat penggerebakan. Di TV terlihat Gubernur Kepri dan Walikota Batam.

Begitulah……………. kepolisian di Kepri baik itu polda atau poltabes pun tak tau?….

Aku di undang Batam TV talk show sebagai narasumber, bersama ku ketua BNK, dari kepolisian tak hadir katanya, ketua BNK memuji kepolisian atas perannya mengungkap keberadaan pabrik sabu-sabu terbesar itu.

Sewaktu aku di tanya sebagai pengamat pendidikan, efeknya terhadap siswa di Batam dengan adanya pabrik sabu-sabu ini, aku jawab bahwa belum ada data siswa pemakai sabu-sabu, yang ada adalah siswa yang ngelem dan sampai meninggal 2 orang keduanya adalah siswa di sekolah yang ku kelola dan memang mereka sebelum bersekolah di tempatku sudah ngelem dan mereka adalah anak jalanan yang di asuh oleh sebuah yayasan yang peduli dengan anak jalanan.

SISWA HANYA NGELEM SAJA

Karena menurutku siswa tak sanggup membeli sabu-sabu, jadi sabu-sabu yang diproduksi di Batam bukan untuk konsumsi siswa, kecuali siswa sudah jadi artis atau pejabat. Dan menurut ku lagi membantah pujian ketua BNK kepada kepolisian adalah cuma lift service saja,  dengan argumen bahwa ada dua atau lebih mafia sabu-sabu dunia, deman pasar naik, tapi produksi salah satu pemasok menurun apa sebabnya ternyata ada pemain baru yang mengedarkan sabu-sabu, tentu mereka menyelidiki siapa pemain baru itu, dimana tempat dan asalnya. Kan gampang sudah diketahui dari mana dan siapa tanpa biaya untuk memberangusnya mereka kasih tau aja sama polisi.   

Ketika ditanya apa kira-kira solusinya untuk dapat segera mengetahu pabrik dan tempat2 mereka meracik dan segala macam aktifitas terlarang ini, menurutku gak susalah seperti RELA di Malaysia, di Indonesia ada Hansip, yang ini kalau cuma ada pemilu baru diaktifkan lagi, itupun cuma beberapa hari, RT RW harus berfungsi di beri wewenang dan gaji , dasa wisma cukup efektip memonitor tetangga kiri kanan.

Di Batam kota Ruko, pengalokasian lahan oleh Otorita Batam menjadi kan Batam dijuluki kota Ruko , banyak yang kosong berubah fungsi menjadi sarang burung walet, di ruko-ruko itu ada yang cuma dijadikan gudang dan ada yang tertinggal begitu saja,  siapa pulak  jadi  RT dan RW disitu karena tak ada manusia yang tinggal. Tapi kan pabrik sabu-sabu yang ada di Batam itu ada juga di perumahan yang cukup ternama Duta mas siapa RT RW nya pak tanyaku kepada ketua BNK yang juga kebetulan wakil walikota itu (dan memang ketua BNK dijabat oleh wakil walikota di seluruh Indonesia). Tak tau dia siapa RT RW nya karena itu yang tau pak camat katanya, begitulah memang tak ada RT nya koq. 

Untuk roku-ruko, kan ada  satpol PP kataku, buat lah kunjungan berkala ke ruko-ruko yang terlanjur dibuat tapi dibiarkan kosong itu, “tak ada biaya”, kata ketua BNK

Beberapa tahun yang lalu kalau ada yang masih ingat beberapa TKW kita diluar negeri banyak yang hamil, kononnya mereka sengaja dihamili, untuk anaknya diadop diambil organ tubuhnya atau mau dijadikan apalah aku tak tau, aku jadi RT ketika itu, beberapa calon dan mantan TKW ada yang hamil dan ada yang mengadu karena tak tahan selalu “digilir” oleh centeng yang menjaga rumah tempat penampungan mereka, rumah penampungan itu tak berapa jauh dari rumahku dan aku adalah RTnya itulah sebabnya aku tau disitu ada rumah disewa untuk penampungan TKI. Waktu itu dasa wisma masih aktif, apa pun kegiataan, dan siapa warga sepuluh rumah kekanan dan kekiri dapat di ketahui tidak begitu lama. Oiya tentang TKW yang hamil itu dipulangkan kekampung halalamannya biayanya ditanggung oleh tokoh masyarakat di Batam yang cukup terkenal, begitulah waktu itu………… 

Tentang ruko-ruko kosong aku pun punya pengalaman, sewaktu pramuka di saka bayangkara. Ada 28 SLTA di Batam, 10 orang saja persekolah di rekrut menjadi saka bayangkara, ada 280 orang, mereka diajak ikut memantau kamtibmas, bukankah Wakapolres adalah ketua harian atau pelaksana BNK, dan kebetulan pula ketua BNK adalah Ka Kwarcab Pramuka Batam.

Pengalamanku di saka bayangkara diikutsertkan dalam kamtibmas ya ampun senangnya bukan kepalang, disamping diberi honor alakadarnya yang lebih utama merasa berguna bagi masyarakat, pokoknya berbunga-bungalah.

Tergantung bagaimana memberikan motivasi kepada anak-anak seusia itu.

Bagaimana pak ketua BNK? sampai hari ini usulan ku itu belum ada tanggapan, oiya aku lupa beliau sangat sibuk dan kebetulan lagi sedang melaksanakan haji ke Makkah, mungkin setelah pulang nanti, dia bisa baca tulisan ku ini, tulisan ini sudah pernah kubicarakan langsung saat talk show di Batam TV.

Dan pernah juga jauh sebelum terbongkar pabrik sabu-sabu di Batam, ide untuk mengaktifkan pramuka melalui saka bayangkara kuutarakan kepada pak Dewantoro bagian Bintibmas Poltabes Barelang Batam. Tak tahu aku sebagai apa dia sekarang no HP yang diberikannya kepadaku tak pernah aktif lagi kalau kuhubungi.   

 Mudah-mudahan tulisan ku ini di baca pak Ismeth Abdullah, atau walikota Batam Ahmad Dahlan.   semoga …………………………………

4 Tanggapan

  1. Emang sih sebenarnya narkoba itu barang haram yang bisa menjebak kita menjadi tidak berdaya, yang sudah banyak contoh riel nya !!!!!!!!!!!

    by : joey and black

    Suka

  2. Tulisan ini bisa bapak sampaikan langsung di Website Official Wakil Walikota Batam, Ria Saptarika. http://www.riasaptarika.web.id/

    Suka

  3. narkoba memang sangat berbahaya……….dia seperti musuh dalam selimut saja….sewaktu-waktu kita bisa di buat terkejut olehnya

    Suka

  4. Assalammu’alaikum wrwb. Kak Imbalo, Terimakasih atas pemikirannya, mari kita lanjutkan dengan kopdar sehingga sama-sama dapat kita follow upi.
    Terimakasih juga rekan Adi Pranadipa

    Salam kompak selalu, Wassalam
    Ria

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: