Koq Harus Qurban di Myanmar


burma.jpg  Salah satu Masjid di Burma

“Coba jelaskan kepada kami, yang mendasari anda berqurban di Myanmar”, kata Sutardi melalui telpon sore tadi  (22-11-07) kepada ku. Apa ya….. akupun tak tau, ide ini datang nya sewaktu kami berkunjung ke Malaysia ramadhan 1428 H lalu, malam itu kami menginap di rumah ustadz Wahab di Kedah.

Ustadz Wahab bercerita kalau idul adha mendatang ia akan ke Cheang Rai di Utara Thailand, dan akan berqurban di sana. Cheang Rai berbatasan langsung dengan Myanmar Burma. Dia telah beberapa kali kesana, disana banyak umat muslim yang tertindas akibat kebijakan politik junta militer. Dia banyak bercerita di Yala, Pattani (Thailan Selatan) dan di Malaysia sendiri banyak anak-anak dari Myanmar yang diasuh oleh penduduk setempat di sekolahkan, karena di tempat mereka sekolah banyak yang dibakari.

Aku, sewaktu Sunami di Aceh, berqurabn di sana dan pada waktu itu akses jalan darat terputus selama tiga hari menjelang masuk Propinsi aceh tepatnya di Langkat Tamiang, air setinggi dada orang dewasa , dan terkadang tidak dapat di lalui dengan berjalan kaki harus menggunakan sampan yang disediakan penduduk setempat, setiap lekukan jalan hampir sepanjang 10 KM tidak dapat dilalui kenderaan.

Pengalamanku itu kuceritakan kepada Mas Sutardi, katanya dia bekerja di Indosat Batam, “Mana tau saya akan ikut berquran disana” katanya. “Tetapi Bapak (dia memanggil ku demikian) harus bisa menjelaskan dan penjelasan Bapak akan kami sampaikan kepada jamaah” tambahnya. Aku tak tahu jamaah mana yang dimaksudnya.

MUSLIM ITU BERSAUDARA 

“Sebenarnya aku bukan ahli agama Mas” Jawabku melalui telpon. “Tapi yang ku tahu muslim itu bersaudara, Muslim itu menyayangi tetangganya, dan muslim itu ibarat anggota tubuh, sakit yang satu terasa di anggota tubuh yang lain.” jelasku. untuk teks hadist nya aku tak hapal, bisa dibuka di Shahih Bukhari ataupun Muslim.

Jadi menurutku tetangga muslim indonesia yaa Myanmar, saudara muslim Batam tidak hanya Tanjung Pinang saja atau Malang saja bisa di Thailand dan bisa di Myanmar, utamakan tetangga bisa juga diartikan tetangga muslim yang disana, begitupun anggota tubuh yang sakit di Batam bisa di Myanmar. Itu menurut pendapatku.

Panjang lebar kami bercerita di telpon dengan mas Sutardi, dan kujelaskan lagi kepada nya 5 tahun yang lalu pun aku pernah ke Thailan Selatan tepatnya ke Yala dan Pattani, aku ditunjukkan oleh Ustadz Wahab  anak2 Myanmar yang bersekolah dan di tampung di Sana.

Waktu itu pun aku ingin membawa beberapa orang ke Batam menjadi anak asuh, karena di Batam aku mengelola sekolah dari TK hingga SMA, tapi yang jadi masaalah adalah imigrasi, 6 bulan sekali harus memperpanjang permit mereka ke jakarta. Kendala ini yang jadi masaalah hinggalah ke hari ini. Karena biaya untuk pulang pergi untuk menchop pasportnya pulang kembali ke negerinya memerlukan biaya yang lumayan besar.

Kalau untuk biaya makan dan sekolah InsyaAllah aku masih dapat tanggulangi, sekarang pun puluhan anak yang bersekolah di Sekolah yang kami kelola adalah status anak asuh.

Jadi itu lah aku ceritakan kepada mas Sutardi sore tadi menambahi, kepedulianku, kalau boleh itu kukatakan, terhadap sesama muslim itulah, tidak ada apa2 tendensi yang melatarbelakanginya tambahku kepadanya.

Ada memang beberapa teman yang kukirimi sms, membalas smsku koq harus jauh jauh kesana disini pun banyak yang miskin. Sms itu dari pak Fakhruddin di Tanjung Pinang, sementar Pak Suparjan bilang kami berqurban disini saja.

MEREKA YANG TERSENTUH HATINYA

Yang sangat membanggakan adalah salam dari Pak Manan Sasmita mantan Pjs Walikota Batam, merasa diingatkan oleh smsku yang kukirimkan kepadanya atas penderitaan muslim yang ada disana, beliau akan berqurban 5 ekor, seorang Notaris ternama di Batam memberikan uang Sin $  1.000. Mas H Hablullah Wibisono wakil ketua DPRD Batam 1 ekor, Mas Rony Pimpinan Daerah Muhammadiyah Batam 1 ekor, Temanku H Karyono karyawan Pertamina 1 ekor, Saibansyah wartawan 1 ekor, pak Yasin seorang pengusaha malah akan ikut kesana beserta isterinya, begitupun pak Nurman akan berqurban dan ikut kesana. Dan hingga hari ini sudah belasan ekor kambing yang sudah terdaftar akan kita qurbankan kesana.

Jadi mas Sutardi itu lah sekedar jawabanku dan penjelasanku kepadamu dan jelaskanlah ini kepada jamaah yang kau maksudkan itu yang ingin meminta penjelasan masaalah qurban di Myanmar. oiya adalagi koq yang berqurban yang mengatasnamakan karyawanTelkomsel Batam melalui Zulfikar kepala Telkomsel Batam berupa uang sejumlah satu juta rupiah. Ini yang aku agaak bingung setahuku qurban tidak dapat berjamaah seperti itu , jadi satu ekor kambing untuk satu orang, dan katamu boleh-boleh saja karena satu butir telur pun boleh karena itu yang mereka sanggup alasanmu. Tapi menurutku itu bukan qurban hanya sedeka belaka. Mungkin untuk itu kita agak berbeda.

Salam …………………… untuk kelurga katanya anda pun tertarik ikut ke sana biayanya tidak terlalu mahal hanya sekitar 900 – 1.000 ringgit setara dengan 2,7 juta rupiah uang kita. Insya Allah …………………………………….

    

          

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: