Kencing di Pingggir Jalan


Suzuki Carry itu berhenti di pinggir jalan didepan sekolah dasar Sei Panas Batam, pintu kirinya terbuka disampingnya berdiri seorang lelaki lagi kencing terlihat dari belakang, kami kebetulan lewat dan parkir di belakangnya menurunkan teman yang akan ke Rumah makan Bundo Kandung, yang baru-baru ini terekspos di media karena disebelah nya adalah pabrik sabu-sabu.

Di depan simpang tiga Baloi ada pos Polisi, di belakang pos ada semak belukar, ada lelaki sedang kencing disitu.

Jalan arah ke Bandara Hang Nadim semasa Nyat kadir jadi walikota, diantara taman jalan dari dan ke bandara dibuat patung-patung alat musik, berdiri di situ orang sedang kencing, disampingnya parkir speda motornya, mungkin tukang ojek.

Taxi tiba – tiba berhenti di simpang empat masuk jalan ke Bandara Hang Nadim parkir di bawah pohon pinang sekitar 10 meter dari simpang si supir taxi kencing dilindungi pintu taxinya  yang terbuka.    

Di Batam orang kencing disepanjang jalan adalah hal yang biasa terlihat, kalau anda dari Batu Ampar ke Bandara di siang hari mengantarkan sanak yang akan bepergian misalnya hal semacam itu menjadi pemandangan yang biasa. Jalan itu cukup ramai apalagi di Sei Panas dekat patung kuda tadi. 

Bukan saja tukang ojek dan supir taxi yang kencing, aparat yang berpakaian dinas pun sering terlihat kencing berdiri di pinggir jalan.

Batam menjadi tujuan wisata, dan kota kedua setelah Bali jumlah banyak kunjungan turisnya, pemandangan orang kencing di pinggir jalan sering menjadi salah salah satu objek pemandangan mereka. 

Hal ini pernah kami utarakan kepada pejabat yang berkompeten di Batam, contoh misalnya pos – pos polisi alangkah baiknya dilengkapi dengan WC, hampir di perapatan jalan ada pos polisi, empat jam petugas di sana kemana mereka akan kencing. Sekarang memang sudah ada beberapa pos polisi yang dilengkapi dengan WC.

Sebagai daerah berbudaya melayu indentik dengan Islam, kencing berdiri sebenarnya tidak dianjurkan, apalagi di depan umum.

Buat lah jamban-jamban di beberapa tempat untuk kepentingan umum, air nya bisa didapatkan dari dibuatkan bak diatas atapnya (didak) misalnya.

Memang ada beberapa pompa bensin yang mempunyai kamar kecil, tapi jauh jaraknya.

Kalau memang sudah ada jamban dan kamar kecil, dan masih kencing juga seperti …………..,  ya di denda saja. Di buat kan aturannya.  

    

     

Siswa yang Merokok (2)


“Cuma dua batang saja koq pak”  

Umurnya  14 tahun kelas I SMP , mukanya pun masih imut-imut, tingginya lumayan diatas 150 cm, adalah salah seorang siswa perempuan yang kedapatan merokok berjamaah dengan siswa lelaki, 30 an orang mereka bergerombol merokok ber-sama2.

Sudah berapa lama kau merokok” tanyaku, “hampir 6 bulan pak” jawabnya. 

Berapa bungkus satu hari” tanyaku lagi  

Cuma dua batang koq pak” jawabnya tanpa ekspresi bersalah sama sekali.

Lucy namanya orang tuanya bekerja di BUMN yang terkemuka di Batam, jadi kalau uang jajannya lumayan besar pantas, menurut teman-teman nya rokok yang diisap, dia yang membelinya.

Orang tuanya teman ku , karena sudah tak diterima di sekolah manapun,  anaknya di sekolahkan di Hang Tuah. Lucy berjanji tidak merokok lagi, setelah ditempeleng Bapaknya di depan teman2 dan gurunya. “Anakku lima bang belum pernah tanganku ringan menempeleng yang lainya” kata temanku itu.

Aku menarik nafas panjang sekali lagi,   pagi ini datang lagi orang tua dari Yusnani murid perempuan kelas dua SMP yang juga ikut merokok, pindahan dari Medan anak Tokoh Masyarakat Flores di Batam.  Teman ku juga. Aku tak tahu kalau ada anaknya sekolah di tempatku, aku kira ada urusan apa datang kesekolah, ternyata di panggil wali kelas anaknya. 

Dari 30 an orang siswa  yang kedapatan merokok, 2 orang tua mereka yang datang dipanggil kebetulan bertemu denganku. Dua bulan yang lalu pun ada anak SMA yang merokok, kami keluarkan dari sekolah, ternyata juga adik temanku.

Harus kah yang 30 an orang ini aku keluarkan juga?

Orang tua mereka sudah dipanggil semua pak” kata wali kelasnya “Jadi kita kasih kesempatan dululah.” ujarnya memberi saran.   

 Aku pun mengangguk sambil merenung……………………………….
 

%d blogger menyukai ini: