TEMASEK


Temasek ya Singapura

KPPU memutuskan temasek monopoli saham telekomunikasi di indonesia, temasek adalah nama singapura tempo doeloe. Pinter mereka sejak tahun 1960 singapura telah membuat holding, di era Megawati 2002  perusahaan – perusahaan habis dijuali tanker pun dijuali. Singapura membelinya, saham telkom Myanmar pun mereka punya, Takshin pun menjual saham telkom miliknya yang ada di Thailand.

Untung saja DCA batal, pasir laut habis sudah, menambah daratan mereka, kalau anda di Batam di Bukit Senyum lihat lah berapa menit sekali pesawat  berputar-putar dulu di atas wilayah Indonesia, sebelum landing di bandara Changi.

Aku pernah sampaikan itu kepada Ketua MPR Hidayat Nurwahid ketika berkunjung ke Batam, saat itu di Masjid Raya Batam ada Gubernur Kepri Ismeth Abdullah, dan pada waktu itu setahun yang lalu tepatnya jemaah haji indonesia kelaparan tak dapat ransum makanan. Apa jawab beliau ooo…… sampaikan saja ke Menteri Perhubungan saat itu Hatta Rajasa.

Sewaktu era Suharto menjadi presiden ada seorang Direktur Utama Garuda mempersoalkan itu, waktu itu penerbangan kita ada masalah dengan singapura, mirip-mirip sekaranglah,  uni eropah tak mengizinkan pesawat dari indonesia kesana.

Kita cepat sekali melupakannya,    sampai hari ini pun pesawat mereka tetap seenaknya terbang di wilayah kita aku tak tahu apakah memang ada perjanjiannya, tapi yang kubaca dari media pesawat tempurnya saja untuk latihan akan di tembak di wilayah malaysia bila tak ada izin dari cek Abdullah.

Temasek di Zaman Majapahit, adalah bagian Indonesia di tukar seenaknya oleh inggris dan belanda di traktat london dengan bengkulen. Aku sering ke singapura, karena dekat dengan tempat tinggalku, dan banyak saudaraku di sana.

Pemerintah singapura tidak fair terhadap suku melayu terutamanya, melayu indentik dengan islam. Banyak tanah yang dulunya milik orang islam beralih secara paksa. Itu bisa dibaca dari berbagai media. Mau memasukkan anak  ke sekolah Islam saja ada Quota, hanya 400 orang pertahun yang boleh menuntut di madrasah kata ustadz Adi sewaktu kami berkunjung ke salah satu madrasah yang ada di Geylang. Itupun kata beliau harus di bagi kebeberapa madrasah yang sejenis disana.

Ambil kembali , beli kembali saham yang ada di Temasek itu, jangan biarkan mereka menguasi indosat dan telkomsel. Karena yang menguasai temasek adalah segelintir orang? katanya.

Kalau perlu harusnya ada royalti setiap tahunnya dari pasir-pasir yang di import untuk menambahluas daratan mereka. Hal itu pernah ku ceritakan langsung kepada ketua MPR sebelumnya (Amien Rais). 

  

         

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: