Siswa Yang Merokok


ALASAN HAM HATI-HATI LAH GURU 

Ada acara apa itu kataku, aku lihat pak Kurniadi wakil kepala SMP beserta bu Ely guru BP, berdiri di depan puluhan anak-anak SMP. “Mereka kedapatan merokok pak jawab pak Kus wakil kepala SMA , lah itu kan ada yang perempuan kataku lagi , pak Kus tersenyum, ada beberapa siswa perempuan yang kedapatan ikut merokok juga.

Aku menarik nafas panjang……, dua bulan yang lalu ada seorang  murid SMA yang di keluarkan karena kedapatan merokok, di depan ku dia tak peduli cuek saja mengisap rokoknya, aku merasa di lecehkan sebagai pengurus yayasan, kalau di luar sekolah masih mending , ini sewaktu keluar main, mereka bergerombol ke warung makanan yang ada di depan sekolah agak jauh memang,,, aku datangi orang warungnya minta supaya jangan dibiarkan anak-anak merokok, apa jawabnya,,,, “pak Imbalo saya tak suruh murid bapak datang ke warung saya, lagian saya jualan tidak untuk dia saja koq”.

Hari ini puluhan yang kedapatan merokok, memang sewaktu pulang dari sekolah, tapi masih kelas I SMP dan ada anak wanitanya lagi. Saya kejar pak kata bu Ely dapat satu orang, yang satu itu lah yang memberitahukan bahwa bukan dia saja yang merokok pada saat itu.

Apakah harus ku keluarkan lagi semuanya, ada puluhan orang. Akh , sulitnya mengurusi anak orang.  Tiga hari yang lalu ada murid SMP yang mengadukan guru nya ke Polisi, dan gurunya di periksa oleh polisi, karena didalam kelas beberapa murid bising sewaktu guru itu memberikan mata pelajaran bahasa Inggris, ketika sang guru menoleh ke belakang dilihat nya si murid itu lagi bercanda dengan teman sebelahnya, tidak memperhatikan pelajaran yang sedang berlangsung, sang guru mendekati si anak, mengambil topi yang dipakainya dan memukulkan ke kepala sianak, tidak ada luka memang, tetapi si anak merasa tidak senang diperlakukan gurunya demikian rupa, dia mengadukannya ke polisi, atas dasar HAM polisi mengusut kasus guru tersebut, hingga hari ini aku belum mendengar bagaimana kelanjutannya.

Sudah banyak kasus guru yang diadukan oleh muridnya, karena alasan HAM dan perbuatan tak menyenangkan. Memang tidak di nafikan ada juga oknum guru yang kebablasan, beberapa waktu yang lalu guru kami namanya pak Beny pun diadukan oleh orang tua murid ke polisi, pak Beny dari Bandung, orang nya lembut, aku tau itu. Kalau lah dia sampai marah memang si anak sudah keterlaluan, mungkin sangkin geramnya, sudah enggak mempan di kasih tau anak ini ditempelengnya. Tak ada guru yang ditakuti si anak karena abangnya adalah seorang anggota polisi, sang Kakak perempuan istri anggota polisi murid tadi datang “menyerang” ke sekolah , wah pokoknya segala macam sumpah serapa berhamburan dari mulutnya, aku yang tak tau persoalan pun ikut di caci makinya, pokoknya arogan sekali, menurutnya dia dapat memenjarakan guru yang menempeleng adiknya tadi.

“Sekolah apa ini orang-orang mengatakan semuanya sekolah ini sekolah buangan” katanya antara lain. Dia tak kenal aku sewaktu mengomel-ngomel itu aku berdiri di samping nya, aku tanyakan kepada nya kalau sekolah ini adalah sekolah buangan kenapa dulu ibu memasukkan adiknya ke seolah ini. Setahu saya pak Beny sudah meminta maaf, lagian hampir semua guru yang mengajar adik ibu sudah kewalahan.

Pokoknya dia tidak terima adiknya di tempeleng, ya sudah adukan saja akan kami layani jawabku dan besok adikmu tidak usah sekolah lagi disini.

Sebatas mana sih guru boleh main tangan ke siswa yang tidak melanggar HAM, aku tahu pak Beny melepaskan tempelengannya bukan lah sekuat-kuatnya, hanya sakin kesalnya melihat tingkah laku si murid yang memang sudah keterlaluan. Begitu juga seorang guru perempuan di Tanjung Balai Karimun di permalukan karena dia mencubit paha muridnya yagn  bandel.

Ada juga mantan guru kami yang masuk penjara karena menyodomi muridnya di kelas dan di kamar mandi, sampai hari ini masih di penjara, kasusnya terbongkar setelah dia keluar tidak mengajar lagi di sekolah kami.     

Jadi bagaimana pak Guru ………………………….                 

« »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: