Kawasan Wisata Terpadu Ekslusif (KWTE)


batam2.jpg

KWTE ya JUDI

Aku pernah jadi koordinator lapangan demo ke kantor DPRD tingkat II di Sekupang Batam, menolak perda KWTE 5 tahun yang lalu. Dua daerah yang tak punya DPRD nya di Indonesia yakni Jakarta dan Batam, sejak ada DPRD tingkat II nya wah wakil-wakil yang duduk di DPRD itu asyik bikin Perda-Perda , segala macam perda dirancang mereka, termasuklah perda untuk melegalkan judi di Batam, dibalut dengan wisata terpadu jadi lah perda KWTE di telurkan.

Sebelumnya banyak tokoh-tokoh masyarakat yang ikut berkunjung ke Malaysia ke Genting , aku gak tau siapa yang membiayainya, Negara Malaysia kan menyatakan sebagai negara muslim , mereka saja melegalkan judi, kata mereka yang pro KWTE, yang masuk ke genting kan hanya orang asing, lihat berapa banyak pemasukan mereka dari judi, tambahnya. Ali Sadikin pun menjadi menjadi sering di sebut-sebut namanya, gubernur yang dulu katanya pro judi untuk membangun jakarta.

Alhasil perda KWTE di Batam pun lancar-lancar saja. Di Bintan pun kini sedang ramai-ramai nya anggota dewan yang terhormat di sana lagi merancang perda KWTE, pokok nya ratusn triliun akan masuk uang ke bintan kata yang pro.

Acuan tetap sama genting di malaysia,   kalaulah semua daerah tingkat dua boleh membuat aturan memboleh kan judi di daerahnya yang acuannya genting dan ali sadikin, berapa banyak pusat – pusat perjudian yang ada di indonesia.

Pak Habibie pendiri Batam yang datang ke Batam sudah tidak menjadi penguasa lagi ditanya tentang judi, wou ramai media memberitakan bahwa Pak Habibie tidak keberatan ada judi di Batam karena katanya encek Lee pun sekarang nak buat tempat judi di singapura. Klop …. dulu kami pernah berjumpa untuk membicarakan Batam ke depan salah satu kesepakatan itu tidak ada judi di Batam ujar Habibie pada saat temu wicara dengan tokoh-tokoh masyarakat di Batam, akupun hadir di situ tak ku dengarpun pak Habibie menyetujui Judi di Batam , tapi koq ya press menyatakannya setuju. Karena aku tak punya media yahk berita itu tak bisa di konter.

Kini KWTE yang di gadang – gadang itu menyeret Tomy Winata dan beberapa pejabat Pemko Batam, katanya sudah miliaran uang yang dikeluarkan untuk izin dan lain2.

Judi tetap judi, kriteria judi sudah jelas, kalau lah seluruh anggota DPRD Bintan setuju dengan Perda KWTE bukan berarti Judi menjadi halal, atau sebagaian besar masyarakat Bintan pun menyetujui judi bukan berarti itu dibolehkan dalam agama Islam.

Apa mereka tidak tau itu, karena sebagian besar penduduk dan anggota dewan yang terhormat di Bintan maupun di Batam adalah muslim. Demokrasi dalam islam bukan harus suara mayoritas, ada yang memang suara mayoritas untuk mengambil keputusan dan ada yang tidak , ya contohnya judi tadi.

Apalagi cuma daerah tingkat dua mau menyamakan dan mencontoh malaysia sebuah negara untuk melegalkan judi. Berpikirlah…………………………

TEMASEK


Temasek ya Singapura

KPPU memutuskan temasek monopoli saham telekomunikasi di indonesia, temasek adalah nama singapura tempo doeloe. Pinter mereka sejak tahun 1960 singapura telah membuat holding, di era Megawati 2002  perusahaan – perusahaan habis dijuali tanker pun dijuali. Singapura membelinya, saham telkom Myanmar pun mereka punya, Takshin pun menjual saham telkom miliknya yang ada di Thailand.

Untung saja DCA batal, pasir laut habis sudah, menambah daratan mereka, kalau anda di Batam di Bukit Senyum lihat lah berapa menit sekali pesawat  berputar-putar dulu di atas wilayah Indonesia, sebelum landing di bandara Changi.

Aku pernah sampaikan itu kepada Ketua MPR Hidayat Nurwahid ketika berkunjung ke Batam, saat itu di Masjid Raya Batam ada Gubernur Kepri Ismeth Abdullah, dan pada waktu itu setahun yang lalu tepatnya jemaah haji indonesia kelaparan tak dapat ransum makanan. Apa jawab beliau ooo…… sampaikan saja ke Menteri Perhubungan saat itu Hatta Rajasa.

Sewaktu era Suharto menjadi presiden ada seorang Direktur Utama Garuda mempersoalkan itu, waktu itu penerbangan kita ada masalah dengan singapura, mirip-mirip sekaranglah,  uni eropah tak mengizinkan pesawat dari indonesia kesana.

Kita cepat sekali melupakannya,    sampai hari ini pun pesawat mereka tetap seenaknya terbang di wilayah kita aku tak tahu apakah memang ada perjanjiannya, tapi yang kubaca dari media pesawat tempurnya saja untuk latihan akan di tembak di wilayah malaysia bila tak ada izin dari cek Abdullah.

Temasek di Zaman Majapahit, adalah bagian Indonesia di tukar seenaknya oleh inggris dan belanda di traktat london dengan bengkulen. Aku sering ke singapura, karena dekat dengan tempat tinggalku, dan banyak saudaraku di sana.

Pemerintah singapura tidak fair terhadap suku melayu terutamanya, melayu indentik dengan islam. Banyak tanah yang dulunya milik orang islam beralih secara paksa. Itu bisa dibaca dari berbagai media. Mau memasukkan anak  ke sekolah Islam saja ada Quota, hanya 400 orang pertahun yang boleh menuntut di madrasah kata ustadz Adi sewaktu kami berkunjung ke salah satu madrasah yang ada di Geylang. Itupun kata beliau harus di bagi kebeberapa madrasah yang sejenis disana.

Ambil kembali , beli kembali saham yang ada di Temasek itu, jangan biarkan mereka menguasi indosat dan telkomsel. Karena yang menguasai temasek adalah segelintir orang? katanya.

Kalau perlu harusnya ada royalti setiap tahunnya dari pasir-pasir yang di import untuk menambahluas daratan mereka. Hal itu pernah ku ceritakan langsung kepada ketua MPR sebelumnya (Amien Rais). 

  

         

Siswa Yang Merokok


ALASAN HAM HATI-HATI LAH GURU 

Ada acara apa itu kataku, aku lihat pak Kurniadi wakil kepala SMP beserta bu Ely guru BP, berdiri di depan puluhan anak-anak SMP. “Mereka kedapatan merokok pak jawab pak Kus wakil kepala SMA , lah itu kan ada yang perempuan kataku lagi , pak Kus tersenyum, ada beberapa siswa perempuan yang kedapatan ikut merokok juga.

Aku menarik nafas panjang……, dua bulan yang lalu ada seorang  murid SMA yang di keluarkan karena kedapatan merokok, di depan ku dia tak peduli cuek saja mengisap rokoknya, aku merasa di lecehkan sebagai pengurus yayasan, kalau di luar sekolah masih mending , ini sewaktu keluar main, mereka bergerombol ke warung makanan yang ada di depan sekolah agak jauh memang,,, aku datangi orang warungnya minta supaya jangan dibiarkan anak-anak merokok, apa jawabnya,,,, “pak Imbalo saya tak suruh murid bapak datang ke warung saya, lagian saya jualan tidak untuk dia saja koq”.

Hari ini puluhan yang kedapatan merokok, memang sewaktu pulang dari sekolah, tapi masih kelas I SMP dan ada anak wanitanya lagi. Saya kejar pak kata bu Ely dapat satu orang, yang satu itu lah yang memberitahukan bahwa bukan dia saja yang merokok pada saat itu.

Apakah harus ku keluarkan lagi semuanya, ada puluhan orang. Akh , sulitnya mengurusi anak orang.  Tiga hari yang lalu ada murid SMP yang mengadukan guru nya ke Polisi, dan gurunya di periksa oleh polisi, karena didalam kelas beberapa murid bising sewaktu guru itu memberikan mata pelajaran bahasa Inggris, ketika sang guru menoleh ke belakang dilihat nya si murid itu lagi bercanda dengan teman sebelahnya, tidak memperhatikan pelajaran yang sedang berlangsung, sang guru mendekati si anak, mengambil topi yang dipakainya dan memukulkan ke kepala sianak, tidak ada luka memang, tetapi si anak merasa tidak senang diperlakukan gurunya demikian rupa, dia mengadukannya ke polisi, atas dasar HAM polisi mengusut kasus guru tersebut, hingga hari ini aku belum mendengar bagaimana kelanjutannya.

Sudah banyak kasus guru yang diadukan oleh muridnya, karena alasan HAM dan perbuatan tak menyenangkan. Memang tidak di nafikan ada juga oknum guru yang kebablasan, beberapa waktu yang lalu guru kami namanya pak Beny pun diadukan oleh orang tua murid ke polisi, pak Beny dari Bandung, orang nya lembut, aku tau itu. Kalau lah dia sampai marah memang si anak sudah keterlaluan, mungkin sangkin geramnya, sudah enggak mempan di kasih tau anak ini ditempelengnya. Tak ada guru yang ditakuti si anak karena abangnya adalah seorang anggota polisi, sang Kakak perempuan istri anggota polisi murid tadi datang “menyerang” ke sekolah , wah pokoknya segala macam sumpah serapa berhamburan dari mulutnya, aku yang tak tau persoalan pun ikut di caci makinya, pokoknya arogan sekali, menurutnya dia dapat memenjarakan guru yang menempeleng adiknya tadi.

“Sekolah apa ini orang-orang mengatakan semuanya sekolah ini sekolah buangan” katanya antara lain. Dia tak kenal aku sewaktu mengomel-ngomel itu aku berdiri di samping nya, aku tanyakan kepada nya kalau sekolah ini adalah sekolah buangan kenapa dulu ibu memasukkan adiknya ke seolah ini. Setahu saya pak Beny sudah meminta maaf, lagian hampir semua guru yang mengajar adik ibu sudah kewalahan.

Pokoknya dia tidak terima adiknya di tempeleng, ya sudah adukan saja akan kami layani jawabku dan besok adikmu tidak usah sekolah lagi disini.

Sebatas mana sih guru boleh main tangan ke siswa yang tidak melanggar HAM, aku tahu pak Beny melepaskan tempelengannya bukan lah sekuat-kuatnya, hanya sakin kesalnya melihat tingkah laku si murid yang memang sudah keterlaluan. Begitu juga seorang guru perempuan di Tanjung Balai Karimun di permalukan karena dia mencubit paha muridnya yagn  bandel.

Ada juga mantan guru kami yang masuk penjara karena menyodomi muridnya di kelas dan di kamar mandi, sampai hari ini masih di penjara, kasusnya terbongkar setelah dia keluar tidak mengajar lagi di sekolah kami.     

Jadi bagaimana pak Guru ………………………….                 

%d blogger menyukai ini: