BMT


Pengalaman ku menghimpun dana.

BMT, Baitulmal wa tamwil, ya sejak 17 Ramadhan 1427 H lalu kami mengatasnamakan BMT untuk menghimpun uang dari siswa-siswa yang bersekolah di Sekolah Islam Terpadu Hang Tuah Batam, sampai hari ini BMT yang ku kelola badan hukum nya belum juga ada yang cocok menurut pendapat ku. 

Baru-baru ini di Jakarta ada musyawarah kerja BMT se Indonesia, aku mengikuti berita-beritanya dari harian Republika karena memang aku berlangganan koran itu. Dua badan hukum yang menjadi pilihan untuk BMT, yaitu bentuk koperasi atau pinbuk keduanya menurutku tak sesuai. 

Aku berpendapat lebih baik badan hukumnya ya PT saja, sebagai mana BPR, sehingga jelas aturan mainnya. Tentang koperasi, agak menyulitkan pada saat rapat2 anggota memutuskan sesuatu terlalu bertele-tele. Pengalaman ku sewaktu mengelola Koperasi Makmur, apalagi PinBuk.

 Siswa yang bersekolah di tempat kami mencapai ribuan orang, aku mewajibkan anak-anak untuk menabung minimal setoran Rp. 1.000,- (seribu rupiah) , uang tabungan dapat dipotongkan untuk pembayaran uang sekolah, anak-anak  yang menabung mendapat pelayanan kesehatan gratis di Klinik Hang Tuah selama 24 jam untuk tindakan pertama. Disamping itu boleh bermain internet dengan biaya murah, dengan menunjukkan kartu tabungan.

Ide ini muncul dari pertemuan dengan Deputi Gubernur Bank Indonesia yang berkunjung ke Batam, saat itu Kepala BI di Batam adalahTindomora Siregar , aku menyatakan saat sesion tanya jawab  bahwa perbankan tidak berpihak kepada pelajar, pelajar di samakan dengan pengusaha, contoh untuk biaya administrasi. Lagian Bank mana yang mau menerima setoran Rp. 1.000,- . ada memang Bank yang baru buka mengutip uang datang ke Sekolah-Sekolah tetapi secara kolektip.

Dulu semasa aku masih sekolah tahun 60 dan 70 an ada yang namanya tabungan pelajar dan pramuka (TAPELPRAM) , itu yang tak ada sekarang. Kalau saldo tabungan ku satu juta saja pasti dah bulan depannya, uangnya akan berkurang untuk biaya administrasi, alias saldonya tidak sampai sejuta.  

O tidak kata Bank Syariah Mandiri yang baru buka di Batam, mereka tidak akan membebankan biaya administrasi, biaya akan di bebankan bila bagi hasil ada dan memang bisa di bagi.

Namun kata Bank Muamalat , akh kan mereka baru buka nanti juga akan dibebankan, dan memang sekarang tahun 2007 Bank Syariah Mandiri  sudah membebankan biaya administrasi kenasabahnya.

Tadi sore 19 Nopember 2007 kami didatangi petugas Bank Muamalat menawarkan tabungan untuk pelajar, kartu ATM nya berfungsi untuk kartu pelajar ya seperti kartu Debet. Biaya administrasinya berapa? saldo terendahnya berapa? . Setiap bulan aku mengirim uang untuk anak ku yang belajar di jogja sekitar 700 – 900 ribu rupiah untuk biaya makan dan uang sekolahnya. Berapalah saldo tabungan anakku diakhir bulannya, dari hasil penelitian dan pengalaman ku bertanya kepada siswa-siswa yang bersekolah di sekolah Hang Tuah, jajan mereka terkadang Rp. 3.000,- yang paling banyak anak-anak punya jajan 5.000 – 10.000  rupiah itupun sudah termasuk ongkos.  Kalaulah rp. 1.000,- saja yang ditabungnya perhari, satu minggu hanya dapat 6.000  rupiah, Bank mana yang mau menerima setoran 6.000 rupiah. Sambil tersenyum anak-anak yang ku tanya dengan uang lima ribu rupiah yang ada dilipatan bukunya , dia tergoda untuk membelanjakan uang itu.     

Ada juga yang disimpankan kepada guru-guru termasuklah wali kelas, guru menghimpun uang dari murid kemudian atas nama guru uang di tabung di Bank. Ternyata 6 dari 7 guru tidak amanah, uang tabungan murid atas namanya dipakai dulu untuk keperluan pribadi, terkadang dipinjamkan kepada saudaranya, dan ini terjadi di sekolah kami beberapa tahun lalu. Semua guru yang menghimpun tabungan murid aku kumpulkan dan mengecek saldo tabungan di sesuaikan dengan catatan jumlah tabungan siswa tidak ada satu pun yang balans.

Bertitik tolak dari situlah aku berkonsultasi dengan Kepala BI Batam (Tindomora Siregar dua kali berkunjung ke BMT ku, sekarang kepala BI Batam Iwan Lubis) , bagaimana dengan mendirikan BPR (Bank Perkereditan Rakyat) , modal untuk kota di luar jakarta katanya waktu itu RP. 500.000.000,-  Aku diberikan buku petunjuk bagaimana cara mendirikan BPR, harus ada ini, harus ada itu. Di Batam hingga kini telah ada 11 BPR konvensional  dan 1 BPR Syariah.  Tindomora bilang menghimpun dana dari masyarakat ada aturan hukumnya, yang sekarang aku buat ini bagaimana, kataku. Ya seperti arisan saja dulu kan intern, tidak melebar hanya dilingkungan sekolah sebagai komunitas sekolah katanya. Sambil berjalan kalau modal sudah cukup untuk mendirikan BPR katanya. Padahal aku sudah geregetan loh melihat ulah orang2 yang mengatasnamakan koperasi dengan meminjamkan uang berbunga berbunga dan berbunga lagi.  

Hingga kini perputaran uang di BMT Hang Tuah telah ratusan juta, karena gaji guru, karyawan juga dibayarkan melalui BMT itu, aku juga tak terlalu kesulitan untuk meminjamkan uang kepada guru-guru yang memerlukan pinjaman, kalau selama ini untuk mendapatkan pinjaman satu juta rupiah saja alangkah sulitnya.

Guru dan karyawan di Hang Tuah mencapai 50 orang, murid hampir seribu orang, adalah pontensi komunitas untuk membuat peluang usaha, kami juga mengelola mini market yang omset nya 250 juta rupiah perbulan, ada wartel, foto copy, insya Allah sedang di garap adalah Ticketing , Tour & Travel. Ada juga kantin sekolah kami biayai dari uang tabungan tadi. Klinik kami juga melayani pasien umum, juga gigi dan kebidanan.

Warnet sedang kami persiapkan, pagi hingga ke petang dipruntukkan bagi anak sekolah, sore dan malam hari dipakai untuk umum. Ada juga usaha yang tak jalan yaitu percetakan. Kami punya mesin cetakOffset  merk TOKO, sekarang sedang mencari dan membutuhkan seorang operator mesin cetak itu.  

Aku tetap optimis agar badan hukum yang mengelola BMT adalah Perseroan Terbatas. bukan pinbuk apalagi koperasi. Kalau itu belum juga terlaksana dalam waktu dekat aku berharap ada rekan yang berminat bergabung membuat BPR Syariah, namun tidak terafiliasi dengan partai politik, karena beberapa waktu lalu aku pernah ditawari oleh mereka.

Oiya di tempat kami banyak orang yang menawar-nawarkan pinjaman uang dari koperasi katanya, bila anda butuh modal dia bisa pinjamkan, kalau sejuta yang dipinjam selama satu bulan anda setiap hari harus membayar 40 ribu rupiah, berarti kembali selama satu bulan sebesar rp. 1.200.000,- namun uang yang anda terima diawal bukanlah rp. 1.000.000,- melainkan rp. 950.000,- yang rp. 50.000,- untuk biaya administrasi anda sebagai anggota koperasi. Hitunglah berapa besar bunga yang di tetapkan oleh oknum yang mengatasnamakan koperasi itu. Hampir 27 % sebulan.

Mereka marah loh kalau dibilang rentenir, terus apa donk. Terus apa solusinya karena sebagaian besar peminjam itu adalah orang – orang muslim. Terus , terus, terus .

  

  

     

3 Tanggapan

  1. Assalamu ‘alaikum,
    Pak Imbalo, bolehkah kita konsultasi dengan Bapak tentang BMT yang Bapak kelola?

    Jazakalloh khoir

    Suka

  2. Assalamualikum..
    Pak..salam kenal juga, saya seminggu yang lalu di ajak teman dari BPR untuk buka koperasi juga…tapi say belum ksih jawaban……masih ada keraguan…pa da hari ini say juga mendapat pencerahan bisa gak pak say share dengan bapak….saya seide dan sependapat dengan bapak nich…Wassalam

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: