Kebakaran Depot Plumpang, Premium Habis Api Padam Sendiri

pertamina-dal

Senin (19/1) Presiden SBY datang berkunjung ke Batam, beliau mengungkapkan soal kebakaran di Depot BBM  Pertamina Plumpang sabagai mana di tulis oleh news.okezon.com sbb :

Kebakaran yang terjadi di tangki nomor 24 Depo Plumpang sekira pukul 21.00 WIB tadi malam, diduga disebabkan oleh tidak berfungsinya dengan baik peralatan mesin. Namun benar atau tidaknya masih menunggu hasil investigasi.

Demikian diungkapkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat mersmikan Free Trade Zone Batam, Bintan, dan Karimun (FTZ BBK)  di Batam, Pantai Pasir Putih, Batam Center, Kepulauan Riau, Senin (19/1/2009).

“Tadi malam saat terjadi kecelakaan, sistem kita langsung bekerja untuk mengatasi kebakaran. Alhamdulilah sekitar pukul 06.30 WIB api berhasil dipadamkan. Investigas terus dilakukan di depo untuk mengetahui sebab-sebab kecelakaan,” tutur SBY.

Kerusakan ini menurutnya pekerjaan rumah yang harus diperbaiki, agar pada masa mendatang seluruh depo BBM di Indonesia aman dari kecelakaan yang menimpa Depo Plumpang.

SBY menjamin kecelakaan ini tidak mengganggu distribusi BBM di wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). “Tangki yang terbakar merupakan salah satu dari lebih dari 20 tangki. Jadi tidak mengganggu,” tukasnya

http://news.okezone.com SBY: Ada Peralatan Depo Plumpang yang Rusak

“Tadi malam saat terjadi kecelakaan, sistem kita langsung bekerja untuk mengatasi kebakaran. Alhamdulillah sekitar pukul 06.30 WIB api berhasil dipadamkan. Investigas terus dilakukan di depo untuk mengetahui sebab-sebab kecelakaan,”

Jadi kebakaran itu berhasil di padam kan pukul 06.30 wibb, sementara mulai kebakaran sekitar pukul 21.00 wibb, 8 jam lebih, sebenar nya tanpa di padam kan pun kebakaran itu selama 8 jam akan padam dengan sendiri nya, karena minyak premium yang berada di tangki no 24 itu sudah habis terbakar. (Kebakaran Depot Plumpang Benarkah Akibat Human Error?)

Ratusan mobil pemadam kebakaran dan sistem hidrant yang ada di Depot Plumpang itu seperti nya bukan untuk memadamkan kebakaran tetapi hanya untuk mendinginkan areal seputar tangki yang terbakar (cooling) agar tangki yang lain tidak terbakar.

Tangki yang terbakar kalau di siram dengan air malah tambah menyala dan air nya kemana-mana, air bukan berfungsi untuk memadamkan kebakaran yang bahan terbakar nya BBM.

Panas yang di timbulkan oleh BBM dalam tangki yang terbakar seperti tangki no 24 di Depot Plumpang itu, dapat merubah struktur Air (H2O) menjadi uap , kalau air sudah berubah uap dia akan ikut terbakar.

Bukan kah plat tangki yang terbuat dari baja itu pun meleleh?.

Jadi premium yang di dalam tangki kalau betul sejumlah 5 ribu kilo liter dibiarkan saja terbakar sampai habis , karena biaya untuk memadamkan nya dengan foam lebih mahal lagi,  lagian bukan kah tangki beserta isi nya sudah di asuransi kan oleh Pertamina.  Apakah mungkin begitu pak SBY?


Kebakaran Depot Plumpang Benarkah Akibat Human Error?

Tangki no 24 produk Premium yang terbakar di Depot Plumpang

Tangki no 24 produk Premium yang terbakar di Depot Plumpang

Unsur segi tiga api harus  hukum nya di ketahui oleh seluruh pegawai Pertamina terutama yang berada dan bekerja di lokasi Depot-Depot di seluruh Indonesia.

Oxsigen (O2)  tak mungkin di hindari, BBM sebagai bahan bakar yang mudah terbakar itu yang memang di kelola oleh Depot Pertamina untuk di salurkan kembali ke pada masyarakat, sumber panas sebagai salah satu unsur dari segi tiga api  perlu di jaga dan dihindari agar ke tiga unsur ini tidak dapat bereaksi menjadi satu. baca juga ini (Kebakaran adalah Api Yang Tak Terkendali, Kasus Depot Plumpang)

O2 dipisah dengan Bahan Bakar oleh dinding tangki timbun, paling melalui lobang pernapasan yang ada di atas atap tangki uap BBM bertemu dengan O2 , seandai nya ada sumber panas yang cukup di situ di pipa lobang pernapasan itu dapat terjadi kebakaran.

Setiap tangki timbun di Depot Depot BBM Pertamina di lengkapi dengan arde maximal 7 ohm, selama pemompaan berjalan bonding cable harus tetap terpasang, guna nya untuk menganulir listrik statis akibat hydrolika.

Pada malam hari dahulu di hindari  melaksanakan pemompaan premium, dari kapal tanker ke tangki darat, di kabarkan tangki no 24 baru menerima premium sebanyak 500o kilo liter. Uap gas di malam hari cenderung ke bawah tidak langsung menguap ke udara, kalau di siang hari uap gas premium ini bercampur  dengan udara bebas,  sehingga menjadi “miskin” , miskin disini adalah istilah tidak cukup nya unsur segi tiga api untuk berekasi membentuk kebakaran.

Tetapi di malam hari gas dapat menjalar dan tercium jauh lebih sampai berpuluh meter terutama di dalam parit parit yang memang ada di lapangan tangki timbun. Ada sedikit saja gesekan yang menimbulkan percikan api, dapat terjadi kebakaran.

Hand Phone dahulu di larang di pakai di dalam areal tangki, flash ligth (lampu center) tidak kedap gas sangat – sangat di larang dipakai.

Di areal tangki timbun ada nama nya jebakan minyak, gunanya agar minyak tidak  tumpah ke parit umum,  jebakan minyak ini juga menampung air saat hujan di lokasi Depot, minyak yang tumpah akibat adanya pipa yang bocor tertampung di jebakan itu, sementara uap gas premium dapat bebas keluar melalui parit yang ada, dan di malam hari gas cenderung merayap, kebawah,  di luar lokasi Depot banyak masyarakat tinggal, sumber panas  ada disitu.

Minyak bocor melalui pipa maupun sambungan pipa saat pembongkaran sering terjadi, pipa yang sudah tua, dan sambungan las yang bocor atau packing pada flange yang pecah akibat tekanan dari pompa kapal dapat menyebabkan kebocoran, kebocoran kecil ini terkadang tak dapat di lihat bila malam hari apalagi di areal tangki lampu penerangan tak memadai, lagian uap dari gas itu cenderung ke bawah tak tercium oleh petugas yang sedang kontrol.

Kebakaran adalah Api Yang Tak Terkendali, Kasus Depot Plumpang

Depot Pertamina Pelumpang Terbakar, karena carbon yang terbakar akan menimbulkan asap hitam

Kemarin, Ahad (17/10)  malam sekitar pukul 21.00 wibb Depot Plumpang Jakarta Utara kebakaran, jadi ingat pelajaran fire & safety saat pelatihan di Sei Gerong Palembang 20 an tahun yang lalu.

Kebakaran adalah api yang tak dapat di kendalikan, sementara terjadi nya api ada nya tiga unsur yang bertemu pada saat bersamaan dalam komposisi yang pas (sesuai) .

Bagi siswa pelatihan fire & safety  akan ingat sekali dengan segi tiga api, ada nya panas yang cukup, Oxigen, dan bahan bakar .

Panas,  bisa terjadi dari reaksi kimia, seperti timbunan sampah ditempat pembuangan sampah bisa terbakar, karena adanya reaksi kimia dari H2SO4 misalnya. Api terbuka, seperti korek api , gesekan benda bisa mengeluarkan panas , petir, akibat listrik statis yang di timbulkan oleh  aliran benda cair  di dalam pipa penerimaan dan penyaluran di tangki-tangki BBM di Depot – Depot Pertamina terutama saat pengisian pesawat terbang yang memerlukan tekanan yang kuat dan kapasitas yang banyak.

Oxigen, di udara bebas yang kita hirup ini (16 persen) sudah cukup untuk membuat rangkaian segi tiga api, seperti kasus di Depot Pertamina Plumpang unsur oxigen tak mungkin di hindari, tanpa ada nya oxigen manusia tak dapat hidup dan tak dapat beraktifitas malah bisa mati. Sering kita baca dan dapati orang mati di dalam sumur, karena  Oxigen (O2) di dalam lubang sumur itu tak mencapai 16 persen, untuk mengetahui apakah di dalam sumur itu aman di masuki, yaitu dengan memasukan lilin yang terpasang atau lampu minyak  ke dalam sumur nya terlebih dahulu, bila nyala lampu atau lilin itu padam  maka dapat dipastikan O2 yang ada di dalam lubang itu tidak aman untuk manusia.

Bahan Bakar, seperti BBM , premium minyak tanah, minyak solar, minyak avtur, kelompok minyak ringan ini sangat mudah terbakar, titik bakar premium misalnya lebih rendah dari pada minyak bakar (mfo) , dengan sundutan puntung rokok premium dapat terbakar, tetapi minyak tanah dengan puntung rokok yang sama,  bisa jadi malah puntung rokok nya yang padam.

Ketiga unsur segi tiga api itu ada di Depot Plumpang, dan bukan di Depot Plumpang saja, di seluruh Depot Pertamina yang ada di Indonesia dari Sabang sampai Merauke ratusan jumlah nya. Ketiga unsur itulah  yang harus di kendalikan oleh petugas fire & safety Pertamina yang terlatih agar mereka tidak saling bertemu supaya tidak terjadi kebakaran. Tidak hanya petugas fire & safety saja, seluruh karyawan Pertamina dan orang – orang yang berurusan dengan Depot Pertamina di bekali dan diberitauhakan tentang bahaya kebakaran. Termasuk Supir2 dan kernet mobil tangki,  opertor di SPBU-SPBU , Standar Operasional Prosedure nya demikian.

Bila saja ke tiga unsur segi tiga api itu bertemu atau dipertemukan maka dapat dipastikan terjadi kebakaran, BBM di simpan di dalam tangki penimbun, hampir semua tangki penimbun di Depot Pertamina kapasitas besar  diatas permukaan tanah seperti di Depot Plumpang type roof tank.

Ahad malam itu ada petugas jaga ( security) dan pekerja lain nya, security Pertamina sekarang bukan seperti security di tahun 80 an, karena kebijakan Pertamina dan Pemerintah dalam hal swastanisasi BUMN mereka security – security itu sekarang di kontrak melalui rekanan penyalur tenaga kerja, alasan efesiensi dan efektifitas,  jadi jarang pelatihan fire & safety, bahkan bisa jadi tak pernah sama sekali, karena terkadang mereka di kontrak setahun sekali, bahkan karyawan Pertamina yang sekarang pun belum tentu terlatih,  apalagi diklat fire & safety di Sungai Gerong yang terkenal itu pun sudah di tutup di tahun 90 an , jadi kalau di sinyalir kebakaran di Depot Pelumpang itu karena Human error , dugaan itu benar ada nya. Karyawan nya sudah tua- tua, yang dahulu nya supir dan kernet sekarang menjabat jadi kepala Depot dan Instalasi.

Personil yang kurang terlatih, bisa saja di lihat dan di tanya kepada para karyawan fire & safety dan security di situ kapan terakhir kali mereka latihan sesungguhnya memadamkan api, karena setiap latihan ada laporan nya, dan berapa orang dari mereka itu yang telah mendapatkan pelatihan dari lembaga yang berkompeten.

Kebakaran awal  dapat diatasi bila petugas sigap, kebakaran besar di mulai dari kebakaran kecil, dengan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) kebakaran awal dapat di padamkan.

Desain tangki timbun di Pertamina di roof (tutup atap atas) ada lubang pernafasan terutama untuk produk Premium dibuat sedemikian rupa diatur agar jangan selalu menguap, karena kalau sering menguap mengakibatkan loss yang besar, lobang pernapasan ini lah yang sering jadi masaalah, terkadang disitu bisa bersarang burung, kalau sampai ada sarang burung berarti petugas fire & safety tak melakukan chek secara berkala, tekanan di dalam tangki dengan di luar tangki harus tetap di jaga 1 atmosfir (atm), itu lah salah satu guna dari lobang pernapasan tangki khusus produk premium, kalau ini tidak berimbang , akibat nya tangki meledak.

Tangki meledak tidak mungkin di bagian bawah karena las -lasan sambungan tangki serta ketebalan plat tangki timbun bagian bawah dengan di atas berbeda,  dan roof tangki memang dibuat lebih tipis, bila terjadi kebakaran seperti di Depot Plumpang  itu  atap tangki terlepas lebih dahulu. (bersambung)

Kebakaran, Kebakaran , Kebakaran

Barata Mall ludes terbakar, miliaran rupiah hangus sia-sia

Barata Mall ludes terbakar, miliaran rupiah hangus sia-sia , sisa-sisa kebakaran dibiarkan saja hingga kini, entah menunggu apa, konon kabarnya asuansi?

Minggu pagi (5/11) satu lagi mall tua terbakar, Carnaval Mall dulunya yang lebih dikenal dengan My Mart, tapi sekarang sejak tahun 2003 Mall yang pernah cukup sukses dan terkenal di Batam itu hanya di huni oleh beberapa penjual komputer seken, dan digedung bagian belakang ada studio Hang FM , dan penjualan barang – barang seken dari jenis furniture. Mall ini pernah di Bom saat ada kebaktian malam Natal 25 Desember ribuan jamaat kucar kacir waktu itu, belum jelas hingga kini siapa pelakunya, tidak ada korban jiwa.

Dari tempat penjualan furnitur seken ex Singapura inilah sumber api yang meluluh lantakkan mall yang sudah tak diminati tenant itu lagi. Barang2 ex Singapura mereka borong, setelah sampai di Batam dipilah-pilah mana yang masih layak jual dan mana yang harus diperbaiki, jadi tak heran kalau sampah bekas serutan kayu, tumpahan tinner, kertas dan kain pembalut kursi berserakan, sama persis seperti saat Bengkong Seken terbakar,  dan dibelakang bangunan itulah prabot kantor dan rumah tangga itu diperbaiki.

Gedung tua digunakan tempat barang rongsokan, menunggu terbakar agaknya

Gedung tua digunakan tempat barang rongsokan, menunggu terbakar agaknya, bangunan ini persis di depan Barata Mall yang sudah ludes terbakar

Di Depan ada B Mart retail yang menjual produk halal, dan Bandung Resto juga restoran Halal, restoran ini cukup ramai pengunjungnya, tetapi di sebelah depan nya ada juga restoran tetapi tidak mempunyai sertifikat halal.

Tak jauh dari Carnaval Mall ada bangunan bekas Matahari Departemen store, bangunan ini pernah menjadi yang terluas se Indonesia untuk ukuran Matahari, kini di tempati dan di sewa oleh PT PLN Batam untuk tempat pembayaran rekening listrik, disebelahnya ada panggung yang sudah tak terawat , mungkin si pemilik nunggu-nunggu terbakar, agar asuransi nya bisa keluar celetuk orang yang sedang berdiri melihat asap yang masih mengepul di seputaran My Mart.

Gedung bekas Matahari Departemen Store, kini dipakai PT PLN Batam untuk tempat pembayaran rekening listrik, rawan kebakaran

Gedung bekas Matahari Departemen Store, kini dipakai PT PLN Batam untuk tempat pembayaran rekening listrik, rawan kebakaran

Di Depan ex Matahari ada Mall Barata namanya yang baru terbakar beberapa bulan yang lalu, masih terlihat bekas kebakaran tak diperdulikan oleh si pemilik, sudah beberapa bulan dibiarkan begitu saja.

Di Batu aji ada pertokoan di Aviari Batu Aji, pun terbakar beberapa bulan yang lalu, banyaknya kasus kebakaran di Batam dan minimnya sarana Mobil Pemadam Kebakaran, malah Pemko Batam sendiri tak punya armada sama sekali, kasus mobil pemadam kebakaran kini sedang bergulir ke pengadilan, mark up pengadaan, membuat beberapa pejabat terlibat, sedang di periksa KPK.

Walikota Batam yang hadir di tempat kejadian mengatakan mau memperkuat armada Kantor Pemadam Kebakaran dengan mengupayakan pengalihan aset Penanggulangan Bahaya Kebakaran (PBK) dari Otorita Batam.

Un Safe Condition , ada pompa pemadam kebakaran ada pipa hydrant tapi tak ada orang yang dapat mengoperasikan, terlihat di bangunan My Mart yang terbakar pipa merah dan selang di dalam kotak, hanya pajangan belaka.

Tak hanya di pusat-pusat keramaian seperti Mall, di Hotel-Hotel dan bahkan di Pompa Bensin sendiri pun hal ini terjadi, tidak semua operator dan orang yang bertanggung jawab dalam bahaya kebakaran terampil mempergunakan alat pemadam api ringan (APAR) misalnya. Kalau lah ada tersedia APAR saat api masih kecil dan langsung ditanggulangi bahaya kebakaran dapat dihindari.

Perlu ada nya pelatihan yang bekesinambungan, ini yang tak ada di Pemko Batam, tak terlihat dalam struktur organisasi di Pemko Batam untuk itu. Lha baru mulai mau memperkuat armada  kata Walikota. Tapi tak apalah pak Wali, pak Wali pun perlu mempelajari apa itu segitiga api, kita siap untuk berbagi pengalaman.

Insiden Pembagian Zakat pak Syaikon jadi Syaiton?

Haji Syaikon pengusaha sukses yang pelit, demikian kata tetangganya. Tak mendengar pendapat nasihat orang ali ali mau dapat pahala malah jadi Syaiton, 21 orang korban tewas terinjak dan terhimpit, belum lagi yang luka dan setengah mati. Apa agaknya yang ada di benak pak Syaikon, melihat mayat bergelimpangan dengan mulut mengeluarkan darah hampir semuanya wanita lemah, miskin.

Kasus pembagian zakat seperti ini acap terjadi, pembagian daging qurban, pembagian sembako. Entah mengapa para orang kaya itu lebih senang membagikan langsung uang atau zakat nya. Tahun lalu di Jakarta calon Gubernur waktu itu, membagi – bagikan uang di rumahnya, insiden seperti ini pun nyaris berlaku.    

Yaitu tadi krisis kepercayaan kepada lembaga yang menangani zakat, orang lebih yakin menyerahkan langsung zakat atau sumbangannya.  Pengalaman 8 (delapan)  tahun menjadi petugas Badan Amil Zakat Infaq dan Sadaqah (BAZIS) di Batam  hanya segelintir orang yang mau menyerahkan zakat nya ke badan bentukan pemerintah ini. Sebagian mereka menyerahkan zakatnya kepada badan amil zakat bentukan masyarakat (LAZ), yang seperti H Syaikon, justru lebih banyak.  

Saat Forum Zakat (FOZ) II di Batam, yang dibuka oleh Presiden Abdurahman  Wahid saat itu, sosialisai Undang Undang Zakat no 38 tahun 1999 sampai ke hari ini belum jelas lagi implementasinya, malah  rencana  revisi  UU yang tak Islami itu masih ditentang oleh Lembaga Amil Zakat.

ISO di BAZ Batam

Bagaimana caranya agar H Syaikon-H Syaikon lain percaya menyerahkan pengelolaan zakat, infaq dan sadaqohnya kepada badan yang memang dapat dipercaya. Mungkin BAZ Batam dapat di contoh kalau mereka sudah mendapatkan sertifikat ISO. “Wah kami sudah mendapatkan ISO lho pak” kata petugas badan amil zakat Batam, “Oiya” kataku sembari menanyakan berapa biaya untuk ISO nya. “Sekitar enam puluh juta rupiah pak” jawab nya lagi.

“Lha uang yang enam puluh juta itu masuk asnaf mana pak” tanya Aries Kurniawan kepadaku, aku senyum saja, katanya kan perlu transparansi, jadi perlu ISO, dan mereka petugas dari BAZ Batam itu akan mengaudit sekolah kami karena ada beberapa murid sekolah Islam Hang Tuah yang mendapat bantuan biaya sekolah dari BAZ kota Batam.

“Iya pak sesuai ketentuan ISO” jawab petugas itu tadi diperlukan data2 sekolah tempat anak yang disalurkan dana zakatnya. Entah apa pula maksud ISO mengetahui masuk ke lembaga zakat, ingat saat ISO masuk ke Pertamina Batam tak lama kemudian Pertamina Batam bubar.

Saus Tomat Sambal Ala Bistro Godiva Batam

Bistro Godiva di Mega Mall Batam Center, tak hanya menjual dan menyugukan kopi tetapi juga menjual makanan cepat saji, ada bakso dan makanan lain yang memerlukan tambahan saus disitu, mungkin agar lebih kreatif sang manajer yang masih muda yang mengelola Bistro  Godiva itu membuang lebel saus tomat dan saus Cabe dari botol saus yang sebenarnya yaitu INDOFOOD.

Padahal perbuatan itu dilarang oleh Undang-Undang lho. Label INDOFOOD dirubah menjadi label Bistro Godiva, tidak dari segi perlindungan konsumen saja, dari segi Hak Cipta pun Bistro Godiva ini telah melanggar aturan.

Masih memakai botol Produk INDOFOOD, sambal dan saus tomat itu di beli dalam parti besar kemudian dimasukkan kembali ke dalam botol yang berlogo INDOFOOD, proses refill seperti itu juga dilaksnakan oleh produk kecap cap prenjak produksi Tanjung Pinang, botol yang mereka pakai adalah botol bekas minuman TIGER.

Stiker yang di tempel di lebel botol INDOFOOD itu menurut sang manajer  sudah mendapat izin dari distributor yang ada di Batam. Sayang nya sang manajer  yang kami temui tak dapat menunjukkan bukti ada surat tertulis antara Bistro Godiva dengan INDOFOOD, “hanya persetujuan lisan saja” ujar sang manajer .

Bagaimana INDOFOOD ?

Ini lah tampang sang manajer Bistro Godiva itu.

Ainur Rafiq Menghadap Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Batam

Masih ingat Ainur Rafiq, Di Pulau Kubung Dah Ada Dai pria asal Bawean yang kini bermukim di Pulau Kubung Desa Ngenang Kecamatan Nongsa Kota Batam Kepulauan Riau. Setelah tidak lagi menjaga tempat pemotongan babi yang berada di pulau Kubung itu, Rafiq kini bertugas menjadi Dai, untuk warga muslim yang hanya 7 KK di Pulau yang tak jauh dari Pulau Batam.  

 

Pulau Kubung, tempat pemukiman suku laut, orang sampan sebagian orang menyebutnya demikian, di huni lebih 50 KK , ada gereja besar disitu, ada sekolah negeri kelas jauh, tapi tak ada mushalla.Ainur Rafiq Penjaga Rumah Pemotongan Babi

 

Mushalla itu lah yang dilaporkan oleh Rafiq ke Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Batam Datuk Imran AZ, ”ade kan orang melayu tak boleh dan tak dapat nak mendirikan mushalla di tanah melayu” .Melayu itu identik dengan Islam, karena di Pulau itu mayoritas non muslim, kalau di runut-runut ke belakang orang suku laut itu bukan orang tak beragama, hampir 400 tahun yang lalu saat raja Johor berkuasa disitu lah asal mereka lihat http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Laut

 

Nenek moyang suku laut itu adalah Islam, itu yang sebagian mereka tak tahu, ramai nya bantuan dari orang – orang misionaris terutama dari Singapura dan Korea, lemahnya iman mereka karena selama ini tak ada Dai yang mampir dan datang kesana, sulit nya ekonomi mereka membuat mereka seperti itu.

 

Ainur Rafiq bercerita kepada Datuk Imran AZ, sekarang dah ada tiang penyanggah untuk mendirikan Mushalla, tidak di darat tapi di atas laut, dibeli seharga 3 juta, Mushalla belum dapat di tempati, rencana semula di bulan Ramadhan ni nak sholat taraweh disitu, ”Insyaallah pertengahan ramadhan ni dah boleh dipakai untuk sholat taraweh ” ujar Rafiq .

 

Perlu tambahan biaya lagi untuk dapat dipergunakan, ”Meskipun belum dapat ditempati untuk shalat, tetapi disitu dah bermukim sepasang suami isteri yang baru memeluk agama Islam,” kata Rafiq lagi sebelum ramadhan mereka dinikah masalkan di Batam.

 

Jadi bertambahlah penduduk pulau Kubung yang muslim, Datuk Imran AZ berjanji, akan mencarikan tapak untuk mushalla di darat, Ateng yang menguasai seluruh lokasi tanah di pulau itu, telah dihubungi.

 

Habis lebaran katanya beliau akan kesana, kemana lagi nak mengadu kalau bukan ke ketua LAM, Aneh bin ajaib, di tanah melayu tak boleh nak buat mushalla, nak minta SKB dua menteri konon  

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.