Tentang Aku
Aku dilahirkan tanggal 12 desember 1953, di Padang Sidempuan. Dibesarkan di Medan, sekarang menetap di Batam sejak tahun 1975.Sejak tahun 1982 aku bekerja di Pertamina hingga tahun 2005 aku mengundurkan diri minta pensiun dini.Tahun 1990 aku mendirikan lembaga pendidikan setingkat TK, dan itulah yang sekarang aku urusi dimasa pensiun ini, kini lembaga pendidikan itu telah berkembang ada SD, SMP dan SMA. aku juga aktif di organisasi Muhammadiyah, pernah di Dewan Masjid Indonesia Batam, Badan Amil Zakat Kota Batam,Sejak 2001 hingga kini menjadi Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Muslim Batam. Pernah waktu Gus Dur datang ke Batam mau meresmikan Forum Zakat II, aku mendapat tugas sebagai Humas, aku agak kecewa tak ada media yang meliput acara itu.Aku coba membuat tulisan untuk dapat di muat di media lokal, tulisan ku tak layak tampil katanya, dan memang aku tak bisa menulis.Aku kenal seorang reporter dari koran yang meliput acara FOZ II itu, untuk bisa dimuat tulisannya ya buat koran sendiri katanya, karena walaupun aku sudah tulis tetapi redaktur tak mau memuatnya yaakh tak akan dimuat tambahnya. aku tak tau aturan di media cetak seperti itu.
MEMBUAT MEDIA CETAK BULETIN JUMAT
Sejak itu lah kami membuat media cetak hanya selembar yang kami beri nama BULETIN JUMAT (BJ)dan hingga lah kehari ini masih tetap terbit, buletin ini di kirim ke masjid masjid. Terbit setiap jumat dan di kelola oleh teman ku tadi si reporter koran yang menyuruhku membuat media sendiri.
Banyak bantuan dan suport dari tokoh-tokoh agama dan masyarakat menyambut kehadiran BJ.
Awal pertama terbit, liputan dari masjid ke masjid, di Batam waktu itu, tepatnya di daerah Batam Center belum terdapat masjid, karyawan Otorita Batam (OB) dan Pegawai Pemko maupun masyarakat sekitarnya sholatnya di lantai tiga kantor OB, balairung sari ruang serbaguna namanya, hari jumat untuk sholat jumat, dihari yang lain untuk kegiatan yang lain, malah untuk acara kebaktian agama lain pun di situ, pelantikan pejabat, seminar, dharma wanita, main band musik pun juga disitu yaaa namanya juga ruang
serba guna.
Satu hari ada teman yang masbuk dia sholat tahyatul masjid , teman disebelah setelah lepas sholat jumat bertanya perlukah kita sholat tahyatul masjid di ruang yang hari jumat untuk sholat jumat di hari lain juga dipakai untuk acara kebaktian oleh agama lain.
Ternyata hal yang demikian telah berlangsung hampir 10 tahun, melalui BJ persoalan itu kami angkat dan solusinya segera membangun masjid di sekitaran Batam Center yang memang sudah direncanakan.
Banyak lagi liputan yang kami angkat di BJ, seperti tidak adanya masjid di pemukiman baru yang dibuat oleh pengembang, seperti kawasan ekslusip di perumahan sukajadi, anggrek mas, dan di bandara hang nadim pun tak ada masjid, demikian juga di pelabuhan sekupang.
Gara-gara tulisan yang agak2 memojokkan OB tentang alokasi lahan terhadap masjid2 ini (karena saat itu aku memang pengurus Dewan Masjid) , pak Ismeth Abdullah ketua OB saat itu gusar terhadapku, sejak itulah aku tak di Dewan Masjid lagi dan membuat Yayasan Lembaga Konsumen Muslim Batam.
YAYASAN LEMBAGA KONSUMEN MUSLIM BATAM
Disini pun aku berbenturan lagi dengan pak Ismeth Abdullah , atas kebijakan dari Import Paha Ayam oleh OB sebagai pihak yang memberi quota ke Batam dari Amerika Serikat. Kasus ini sampai bergulir ke pengadilan atas nama YLKMB kami tuntut ketidak halalan produk yang didatangkan dan dimasukkan ke Batam itu berdasarkan UU Perlindungan Konsumen No. 8 tahun 1999.
Panjang ceritanya, sampailah Perusahaan yang ditunjuk mengimport paha ayam itu berganti nama. Kasus ini juga melibatkan Direktur LP POM MUI Pusat Ibu Prof Aisyah Girinda. Kasus ini di tutup dengan pesan “MELUDAH KEATAS KENA MUKA SENDIRI”
Kasus paha ayam ini membuatku pertamakali berhadapan dengan yudikatif, karena berbenturan dengan eksekutif? teman-teman dari legislatif pun banyak yang mendekat. Kayak selebritis saja waktu itu, dari Kadin datang, dari PHRI pun sowan, katanya kalau tak ada pasokan paha ayam hotel berbintang di Batam akan kelimpungan.
O begini rupanya menghadapi pengacara2, jaksa2, beberapa kali ke pengadilan dengan pengacara yang sukarela membelaku, terkadang negosiasi dan berhadapan dengan pengacara dari otorita Batam sebagai pihak yang tergugat, dan tak enaknya pengacara OB itu adalah temanku sendiri. Yang selama ini apapun persoalan hukum yang aku hadapi kuutarakan kepadanya, sekarang dipengadilan aku berseberangan dengannya.
BERDIRINYA BANK SYARIAH DI BATAM
Di Dewan Masjid Indonesia (DMI) Batam aku sebagai bendahara, ketuanya dr Thamrin Azis. Gak tau kenapa aku terpilih atau dipilih jadi bendahara. Hanya saja waktu itu aku bilang kalau bendahara bukanlah kasir atau juru bayar. Dan itu aku buktikan, aku mendata semua masjid dan mushalla yang ada di Batam, melalui media BJ yang ada, semua uang masuk di masjid dan mushalla baik berupa zakat fitrah , zakat mal, infaq sadaqah, maupun kutipan 1.000 rupiah yang “diperintahkan” oleh Departemen Agama setempat selama bulan Ramadhan untuk dikutip dan diserahkan kembali ke Depag, sampai dengan pembayaran fidiyah orang yang tak berpuasa di bulan ramadhan kuminta laporannya dan tercatat, kulaporkan di BJ. Ternyata Uang yang ada di Masjid dan mushalla itu mencapai 2 miliar rupiah.
Setelah kembali dari Munas IV Dewan Masjid Indonesia di Jakarta, ketika itu terpilih Dr Sutarmadji menjadi Ketua DMI Pusat, aku buat tulisan di BJ tentang kesepakatan antara telkom dengan DMI, kesepakatan itu antara lain bagaimana ada unit usaha di masjid, yaitu berupa warung telkom (wartel). Yang maksudnya agar penjaga masjid dapat uang tambahan dari usaha itu tadi dengan memanfaatkan uang kas yang ada di masjid yang selama ini di simpan di Bank-Bank konvensional.
Setelah itu ada beberapa masjid yang mempunyai wartel, ada juga yang mempunyai pangkalan minyak tanah dan usaha lain tentunya. Tapi semua uang baik hasil infaq dan usaha disimpan di Bank-Bank konvensional tadi.
Pada Forum Zakat II (FOZ) , aku bertemu dengan seorang yang bernama Iskandar, dia masih mudah, tinggi berkacamata, beserta isteri dan anaknya, ternyata dia adalah salah seorang pemegang saham di Bank Muamalat. Aku ceritakan kepadanya bahwa miliaran uang yang ada di masjid tersimpan di Bank Konvensional, apa sih syaratnya agar di Batam segera ada Bank Syariah tanyaku, karena menurutku kalaulah uang itu di simpan di Bank konvensional, kemudian uangnya di pinjam pengusaha, yang non muslim ataupun muslim kemudian mereka membuat tempat maksiat? bukankah uang masjid dan pengurus masjid punya andil dalam pendirian tempat maksiat itu, menurutku ada korelasinya. Pendapatku itu kutuangkan di BJ media yang selembar itu (sebagaimana Parni Hardi menyebutnya saat dia menjadi Ketua LKBN Antara yang tergusur) ,.
Alhamdulillah tak begitulama Bank Syariah di Batam berdiri, tapi sampai hari ini pun Masjid Raya Batam dan beberepa masjid lainnya masih menyimpan uangnya di Bank Riba, itu sudah menjadi tanggungjawab mereka yang masih tak peduli, dengan segala macam alasannya, padahal sudah banyak Bank-Bank Syariah di Batam.








Assalamu’alaikum Pak,
Salam kenal dari saya sesama warga Batam
Wassalam
Assalamu’alaikum Pak…
Ini ika, udah nggak pakai embel2 tribun tapi poltek
Blognya seru juga Pak. Ntar ika link dan sering2 ika main ke sini deh.
Wassalamu’alaikum wr wb…
untuk Fakhrurrozy
Salam kenal kembali , sesam warga Batam kapan bisa jumpa ya???
Salam
Salam kembali Ka.
Kenapa ya Tribun nggak selesai - selesai web nya….
Pak, aku jg tidak bisa menulis.
Waktu aku membuka kedaiku yg posisinya tidak di jalan besar, banyak komentar sumbang orang; karena kedaiku tak nampak.
Aku pun cari jalan. Kebetulan dari sekolah dulu di STM 1 Medan, aku pingin kali bikin koran. Maka kubuatlah buletin Jumat (namanya bukan BJ). Namanya : Al-Hijrah. (Buletin ini sekarang tak kuterbitkan lagi. Tak sempat) Dari iklan di Buletin inilah orang2 sekecamatan jadi tau letak kedaiku.
Aku memang pingin punya media, walau tak bisa nulis. Aku jg pernah buat majalah ecek2 sama kawan2. Gen_R namanya: ‘Sahabat Generasi Rabbani’ tapi cuma 3 edisi aja. Stop.
Aku sendiri masih menerbitkan buletin atas nama kedaiku namanya buletin TGS (Tau Gak Sih?) ini kusebar gratis disekolah2. Sekarang pun jarang terbit.
Sekarang ini, dari organisasiku aku ditugaskan untuk mensetting dan mencari materi untuk buletin majelis ta’lim; Al-’Adalah namanya. terbit setiap 2 jumat.
Aku merasakan banyak manfaat dari menerbitkan buletin.
Walaupun di kampungku banyak orang yg kurang menghargai/tak mau membaca buletin.
Nah, sekarang aku coba2 ngeblog. Walaupun kentara kali kampungannya! he..he..he..
Terima kasih banyak Pak, hanya berbagi …
Rahman Ef. AR.
http://batubaranews.wordpress.com
Terimakasih kembali berbaginya….
Aku udah kunjungi batubaranews……….. itu harian ya man?
Kalau Buletin kami dijual perlembarnya rp. 200,- ada juga yang digratiskan…. diedarkan ke masjid-masjid…. dan yang membayarnya pengurus masjid….
Organisasi yang kau maksud itu organisasi apa ya??? kami dari Yayasan Lembaga Konsumen Muslim (YLKM) Batam, untuk berita-berita terkadang kami keluar daerah, pakai duit pribadi…. kalau ada yang ngundang …. sambil ke tempat yang ngundang cerita disana dijadikan bahan untuk nulis materi…. terkadang juga kami keluar negeri … Batam berbatasan dengan Singapura, Malaysia dan Thailand pun terkadang kami kesana…. kalau ada materi yang cocok di masukkan ke Buletin ya kami masukkan…. begitulah….. coba kunjungi blog yang ini http://www.ariesaja.wordpress.com adalah tulisan setiap jumat di Buletin Jumat kami ….. InsyaAllah sampai kini BJ nya masih terbit …. ada iklan juga seperti di batubaranews di BJ iklannya dari lembaga-lembaga syariah…. seperti Bank Syariah Mandiri, Bank Muamalat, Asuransi Takaful… cukuplah untuk biaya pembelian kertas dan cetak…. sementar dari hasil penjualan untuk ongkos pendistribusiannya…
Selamat ngblognya….
Salam
wah salam kenal pak…ada juga ya ikatan muslim batak ya semoga adanya itu bahwa pandangan bahwa batak juga ada yang muslim, apa pun agamanya yang penting adalah hasilnya
Kayak teh sosro aja ya selih kai berita ndu…
Salam Damai…
Salam Perjuangan …
BLOG nya bagus, semoga bermanfaat buat kita semua …
jika berkenan kunjungi BLOG kami di :
http://tanpabendera.wordpress.com/
terima kasih atas waktu dan cinta anda …
melihat abang dan cara penyampaian katanya, saya langsung teringat mendiang kakek aku, ompunglah namanya, dulu dia adalah Guru di SMA 3 Padangsidimpuan, namanya Imron Siregar, sangat teladan dan enak untuk di ajak berdiskusi. dan beliau dulu adalah jadi imam di Mesjid Sadabuan Padangsidimpuan,waktu saya SMP beliau beliin Apel Merah sama saya, dan dengan bergurau beliau bilang, ‘mangan ma apel on ompung soalna, tokin nai ho kehe tu Eropa inda be tarsonggot, it was 1980, alhamdulillah 1997 saya ada kesempatan ke london sampai sekarang, tapi sayang, ompung udah berpulang dan sayang, saya belum sempat beli apple merah yang dari England, dan masih tetap di london, Allah melapangkan dalam kubur, amin. makanya sering saya baca tulisan Bapak ini, semoga sukses. amin
Demikian juga bang Amat semoga sukese selalu di London.
Kata mamakku aku dilahirkan di Siadabuan, Kayu Ombun, tapi numpang lahir saja, karena suasa medan sedang kurang aman, rumah kami di Medan tak berapa jauh dari gedung pemancar RRI Nusantara I di jalan Binjai KM 5.
Kalau di Kayu Ombun, rumahnya dekat masjid Muhammadiyah yang sekarang. Disitu tinggal namboru kami, awal tahun 90 an dia meninggal jadi jarang ke Sidimpuan.
Apa kerjamu di London Mat? mana lah tau ada rejeki ku kesana pinomat ada dongan yang ngasi tau informasi jalan yang mau dilalui he he he , kemarin aku ke Hanoi, disana ada si Marbun dia kerja di Kedutaan, dia lah yang bawak aku ke masjid di Hanoi, waktu itu lagi musin dingin di Hanoi, kayak di Sipirok dinginnya.
Salam
Salam kenal Pak…
dari tulisan Bapak saya menduga Bapak memang pejuang sejati..!
Koq kayak iklan rokok ya mas Kopdang….. he he he
makasih udah mampir ke blog ku, salam kenal kembali.
[...] IMBALO (kisahku) [...]
Salam Kenal….
Assalamu’alaikum Tulang…
Masih ingat saya……, Saya Arief dinas di Bagian Humas Pemko Batam, tadi jumpa Tulang di Asrama Haji acara HMI.
Sangat menarik bisa diskusi dengan Tulang,,,, bolehkan saya panggil Tulang ?
Salam juga buat Bang Aries…. Insya Allah kalau ada waktu saya ingin mampir di Yayasan Hang Tuah.
Wassalamu’alaikum Wr Wb
Drs. Zul Arif
joe_iip33@yahoo.com
salam pak!
perjalanan hidupnya luar biasa. semoga saya bisa terinspirasi
salam!
Ass, saya mencari teman lama Ir. Syafrial Siregar, MBA. istrinya orang singapura, semoga dapat membantu saya memberikan informasi, trims, Wass
Salam
Dia ada di Batam………………… tapi nomor hp nya sudah diganti…tapi kalau nanti ketemu kami kabari kalau ada yang mencari ……taufik dari mana ya
Salam kenal. Saya anak Bogor, tapi saya masih baru ‘bermain’ blog… Tapi tulisan saya juga ga kalah seru!
silakan liat di http://diazhandsome.wordpress.com (Mr. Handsome punya Blog!!)
@ diazhandsome
Yang bilang seru dan tidak itu biasanya pembaca nya lho diaz
Salam kenal kembali
Assalamualaikum,
Selamat berjuang Pak, kalau kapan-kapan saya jauh-jauh datang dari Jawa bisa ketemu untuk silaturahmi ya?
Wassalaam,
Roni
Ass.Wr.Wb..
Salam kenal..Saya Manado Muslim..ikutan silaturahmi..Pak tulisannya bagus Khas Bataknya kental..Salut dengan perjuangan Bapak mendirikan Masjid di Batam..semoga menjadi teladan.
Salam.
Assalamuálaikum
Salam kenal bang Imbalo, semoga tetap konsisten menulisnya. kapan-kapan kalo sy ke Batam boleh mampir bang?
Sekedar silaturahmi, insya Allah suatu saat..
Salamhangat
berbagi cerita..
Assalamualikum wrwb pak
saat ini posisi saya di semarang, bekerja d sekolah islam terpadu, insyaallah bila saya menikah akan berada di Batam :), saya tunggu informasinya ya pak 
wah senengna jalan” jumpa blog pak imba, salam kenal, salam ukhuwah pak…..
pak, bolehkah saya bergabung di lembaga pendidikan hang tuah
salam kembali
biebie desy apa kabar donal dan paman gober……….ya datang aja lah ke batam ditunggu………… kapan menikahnyah………… gimana kalau menikah nya setelah di batam ……
Ass pak Imbalo.
Salam kenal pak eks Warga Batam
Saya warga Batam yang sedang di Tanjung Kalsel.
Wah secara gak sengaja saya temukan blog ini, jadi inget dulu waktu mau sholat jum’at sering baca buletin itu. Saya dulu mikir-2 siapa pak Imbalo ini, sekarang jelas sudah.
Oke pak sukses selalu…. ditunggu pemikirannya utk kemajuan Islam.
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
salam kenal Bapak Imbalo, saya dari bantul Jogja
saya sering mencari artikel2 tentang hal2 mengenai hakekat hidup beragama yang saya kurang tahu seperti misalnya artikel bapak tentang uang kas masjid yang disimpan di bank konvensional bagaimana hukumnya? karena kalau dipikir2 uang di bank konvensional itu akan dipergunakan oleh banyak pihak utk berbagai kepentingan.
Nah….sebagai pengrajin drum band, saya sering mengajak tamu atau customer kami yang berasal dari berbagai belahan kota dan pulau untuk berbincang mengenai pengalaman pribadi mereka yang kadang belum pernah dengar dari ustad atau kyai. seperti misalnya hal2 kecil seperti menabung di bank konvensianal, terus memberikan tips bagi orang yang telah melancarkan tender.
dari artikel Bapak….saya merasa ternyata bahwa ada orang yang perduli tentang hal-hal kecil meskipun dia sudah menjadi orang besar.
Sangat menarik………
terimakasih
Salam Kenal….
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.
Assalamualaikum, Abangda
Apa khabar ?
Doa dan Harapan Semoga Abang beserta keluarga selalu dalam keadaan sehat wal afiat.
Saya dari Medan senang membaca Blog abang bagus sekali.
Walau Jauh dimata namun dekat dihati.
Terus maju….!
Salam Untuk Keluarga
Wassalam.-
Salam kembali
Wah wah wah.adik abang dah jadi bos-bos sekarang semuanya………. pengen makan pempek lagi macam dulu ….dah gak ada…….. apalagi tekwan nya………. idah dimana sekarang………. katanya mau ke Palembang?:
Salam juga untuk keluarga…….. terutama itu yang alumni dari Hang Tuah
Assalammualaikum
Man ….. tentunya aq gak perlu ngenalin diri kan ???????
smoga lebih berhasil d ms mdtng