View Larger Map
Sudah hampir empat bulan kota Bangkok di landa banjir, sejak Juli 2011 hingga kini telah ratusan ribu orang eksodus dari kota yang menjadi pusat pemerintahan negara Gajah Putih itu. Perdana Menteri (PM) Thailand Yingluck Shinawatra memperkirakan banjir di Bangkok akan surut pada awal November mendatang.
Ratusan orang pula yang meninggal dunia, “Sepertinya kita sedang berjuang melawan kekuatan alam, air banjir yang masif yang menyebabkan kerusakan pada beberapa tanggul kita,” kata Yingluck seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (27/10/2011).
“Sebenarnya, kita perlu membiarkannya mengalir secara natural ke laut, dan yang bisa kita lakukan sekarang adalah mengatur itu sehingga bisa mengalir perlahan, jika tidak semua orang akan menderita,” tutur adik mantan PM Thaksin Shinawatra itu.
Menyempitnya Sungai di Utara ?

sungai ping dilihat dari vientiane (laos) mengering saat pembuatan dam raksasa di cina, dataran pasir dasar sungai menjorok sampai ke tengah hanya beberapa meter saja yang dapat dilalui kenderaan air, terlihat daratan chiang rai thailand
Air yang mengalir ini lah biang keroknya karena tidak mengalir secara natural. Apa sebab, Anak sungai Me Kong yang menjadi pembatas antara kedua negara Laos dengan Thailand. Tepatnya di provinsi Chiang Rai (Thailand) dengan Viantiane (ibukota Laos), ribuan hektar luasnya telah menjadi daratan (diurug) . Chiang Mai, Chiang Rai dilintasi oleh sungai Ping, Sungai Ping ini adalah hulu dari sungai Chao Praya Bangkok.
Sungai Ping ini kalau sedang musim kemarau aliran air nya sebagian besar berada dalam wilayah negara Thailand, sementara bagian sungai yang masuk wilayah Vientiane (Laos), terhampar dataran pasir yang luas.
Bagian wilayah Laos inilah yang sekarang diurug dan di tambak, dijadikan taman, resort-resot, restoran dan pusat keramian lainnya oleh pemerintah Laos.
Kalau sebelum tahun 2008 kita berjalan di kota Vientiane, sebelah jalan yang dipinggir sungai Ping itu langsung bibir sungai dan tempat ferry di tambat untuk menyeberang ke Thailand.
Sungai Ping ini sewaktu musim penghujan ataupun adanya banjir bandang kiriman dari Cina, masih dapat menampung puluhan juta kubik air, dan tentunya secara natural mengalir ke sungai Chao Praya di Bangkok sana.
Three Gorges Dam, di provinsi Hubei Cina
Bendungan raksasa ini pun menjadi biang kerok rusaknya ekosistem. Bendungan ini telah menjadi topik yang kontroversial baik di Cina dan luar negeri, bendungan yang membanjiri situs arkeologi dan budaya dan pengungsi jutaan orang, dan menyebabkan perubahan ekologi yang signifikan.
Sungai Yangtze di Cina adalah sungai ketiga terpanjang di Dunia. Pada tahun 1997, negara itu mulai bekerja menjadikan bendungan terbesar di dunia, dan telah selesai pada tahun 2009 yang lalu.
Bendungan ini dibangun di tiga bagian Ngarai yang ada di Sungai Yangtze. Luas sekali bendungan ini bahkan bisa terlihat dari bulan, membutuhkan 12 tahun lama pekerjaannya dengan puluhan ribu pekerja, biaya $ 29.000.000.000, dan menjadi sebuah danau yang panjang 370 mil, merendam ribuan desa, ratusan kota, dan menggusur lebih dari satu juta orang .
Pada saat dam itu sedang diisi air hingga ketinggain 135 sampai 185 meter dari semula, Thailand pun menerima imbasnya, banyak sekali induk ikan sejenis lele yang mati di sungai sungai yang ada di Thailand. Sungai menjadi kering termasuklah sungai Ping, sehingga di tumbuhi semak belukar , itu mungkin yang membuat investor “tertarik” memanfaatkan sungai yang sudah menjadi daratan agaknya.
Apa lacur sewaktu banjir bandang datang, sungai Ping sudah menyempit, air langsung mengalir ke sungai Chao Praya, air tak dapat langsung mengalir ke teluk Bangkok, ditimpali bangunan beton yang terus tumbuh tak dapat menyerap curah hujan, lengkaplah penderitaan.
Pelajaran buat kita………..
Filed under: berita, catatan harian, etika, hukum, indonesia, internasional, kamboja, Lain-Lain, Laos, Malaysia, Melayu, miyanmar burma, opini, otorita batam, pemerintah, Pendidikan, Politik, prilaku, sejarah, Singapura, Sosial, Thailand, vietnam


















