Nasuha bin Kasian Pemilik Ladang Herba Terbesar di Asia

Hj Nasuha bin Kasian (kanan) pendiri dan pemilik Organic Natural Herbal Nasuha.

Hj Nasuha bin Kasian (kanan) pendiri dan pemilik Organic Natural Herbal Nasuha.

“Dah ada janji ?” tanya resepsionis setiba saja kami di Restoran Herbal milik Haji Nasuha bin Kasian yang bernaung dibawah syarikat Budayatama Corporation Sdn. Bhd.

Aku tersenyum sembari menjawab bahwa kedatanganku hanya untuk melihat lokasi Organic Natural Herbal ini dan medapatkan sedikit informasi tentang  Nasuha. Dan terus terang, aku  agak penasaran juga tentang Nasuha ini, mengapa sampai teman-teman dari Brunei ingin sekali hendak melawat.

Kulihat sekeliling ruangan, banyak pengunjung terlihat memenuhi meja. Suasana restoran temaram, meja-meja  yang terbuat dari kayu alami  berwarna coklat itu, menambah redup suasana,  lantai restoran tersusunan dari batu batu krikil yang diatur sedemikian rupa. Masuk ke dalam ruang restoran herbal itu harus membuka alas kaki,  tonjolan tonjolan lantai tadi terasa enak saat kita berjalan seakan  merefleksi syaraf kaki.

Ladang dan Kilang sekaligus tempat wisata Nahusa Herbal di Pagoh Muar Malaysia

Ladang dan Kilang sekaligus tempat wisata Nahusa Herbal di Pagoh Muar Malaysia

Kami berdua dengan cik Zainuddin memilih duduk agak ke pojok sebelah kanan, sehingga hampir semua meja yang ada di ruangan restoran itu bisa terlihat dari tempat kami duduk.   Cik Zainuddin adalah  staf pengajar di Sekolah Menengah Kerajaan Muar Johor (SAMURA) Malaysia. Kami sudah makan tengah hari  sebelum berangkat ke NASUHA yang terletak sekitar 19 kilometer dari Bandar Muar arah ke Barat, tepatnya Jalan Muar – Pagoh, 84500 Muar Johor Darul Takzim Malaysia.

Jadilah di restoran herbal itu kami hanya memesan minuman saja. Semangkok  cendol herbal dan sepiring rujak buah rasa herbal pesananku datang, nikmat rasanya, cendol yang sama ada di Indonesia, tetapi ini rasa herbal, seperti ada rasa kulit manis dan jahenya. Begitu pun rujak buah rasa herbal, bumbu kacang tanah mungkin diberi jahe atau rempah apa sehingga terasa lain di tenggrokan.

Sembari menikmati cendol dan rujak yang cukup besar porsinya, aku  membaca-baca brosur didampingi staf dari NASUHA. Nasuha tidak hanya menjual rempah ratus, tetapi juga menyediakan Log Cabin. Log Cabin ini terletak di lerang lerang pebukitan yang di kelilingi pokok-pokok herba dan rempah,  seperti pokok eucalyptus yang berasal dari Australia. Log Cabin ini juga menggunakan kayu log yang beraromatherapy.

Cukup luas lokasi tanah ladang milik haji Nasuha ini, hampir seluas 3.200 ekar, agaknya ini merupakan ladang herba dan rempah ratus terbesar di Asia.  Ladang yang mampu mengeluarkan hingga 6 sampai 10 ton metrik perhari bahan mentah, semuanya di tanam di ladang itu tidak menggunakan pupuk kimia. Pengeringan bahan mentah tadi pun menggunakan sistem pengeringan berteknologi tinggi.

Beberapa Log Cabin, ada juga Dormitory yang bisa dimuat sepuluh orang per ruang, ruang pertemuan kapasitas sampai 400 orang. Nasuha pun membuat paket – paket menarik buat pengujungnya, seperti mengunjungi ladang herba menggunakan kereta, kolam pancing, taman burung, peternakan biri-biri/kambing dan kebun buah durian yang berasa rempah.

Selain tempat SPA yang beraroma herba dan rempah, NASUHA pun memproduksi rempah ratus MAK SITI, puluhan jenis bumbu masak seperti Kari Daging, Rendang kesemuanya produk NASUHA dan MAK SITI ini telah mendapat setifikat halal.

Sosok Haji Nasuha bin Kasian

Tak sanggup rasanya nak menghabiskan sepiring rujak dan semangkuk cendol rasa herbal tu, memanglah porsinya besar lagi pula baru saja makan siang tengah hari, lain kali kalau datang kesana tak payah nak makan terlebih dahulu. Sisa  Cendol yang aku pesan kusuruh di bungkus masukkan ke dalam gelas plastik saja. Karena aku segera nak berangkat ke Stulang Laut Johor Baru, mengejar ferry terakhir ke Batam.  Biasanya dari Muar sampai ke Larkin Johor Bahru sekitar 2 jam perjalanan dengan Bus.

Kami beranjak ke luar restoran, tak dinyana sesosok pria sebaroh baya sekitar 60 tahunan muncul di pintu restoran, sangat bersahaja, berbaju coklat muda lengan pendek, rambut nya  sudah memutih berperawak tegap, wajah nya benar – benar seperti peladang, mungkin karena sering terkena panas matahari agaknya.  Dia lah haji Nasuha. Tambah sipit matanya saat tersenyum, dan terus  menyalami kami.

Terpaksa kami duduk kembali ke meja semula, rupanya pak Haji ini menerima telpon dari staf nya di front restoran tadi mengabarkan kedatangan kami, padahal dia sedang berada di tengah ladangnya.

Tahu kalau aku dari Indonesia agaknya, pak Haji yang mengaku orang tuanya asal dari Cirebon itu berbicara satu dua patah kata dalam bahasa  Jawa. Bahasa Jawa nya orang Malaysia (melayu) ya gak pelat di dengar. Senyum saja aku mendengarnya. Banyak cerita pria yang sudah malang melintang ke manca negara ini, bagaimana dia mulai usaha ladang herbal dan rempah ratus nya .

Pak Haji yang ibu nya keturuan dari Jepang – orang Malaysia menyebutnya Jepun – pun mengekspor rempah ratus dan herbal nya kenegara matahari tebit itu. Ada beberapa negara yang menjadi tujuan ekspor dari produk NASUHA , “Kalau di Indonesia sudah masuk ke beberapa kota” jelas pak Nasuha.  ” Kebetulan petang nanti perwakilan dari Batam akan datang ke mari” tambahnya lagi .

Banyak lagi  cerita yang akan disampaikan pak Nasuha yang sudah punya cucu ini, tetapi karena kesuntukan masa aku terpaksa pamit pulang. Pak Nasuha agak terdiam sejenak dan terkesima  saat ku kabarkan bahwa Profesor Hembing telah meninggal dunia.

Ternyata haji Nasuha belum dapat kabar kalau Prof. Hembing sang Maestro pengobataan herbal terkemuka di Indonesia bahkan di dunia itu telah meninggal, begitu pula dengan banyak rakyat Malaysia sendiri yang tak tahu dan belum dapat kabar kalau ada ladang rempah ratus dan herbal di Pagoh Muar Johor Malaysia, bahkan ladang yang terbesar di Asia.

Sampai jumpa lain waktu pak Nasuha.

About these ads

2 Tanggapan

  1. wow… interesting

  2. ladang nasuha tak jauh dari kampung saya.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: