Mahad Said Bin Zaid Batam

Catatan kecil dari perjalalan ke beberapa negara tetangga mengenalkan Mahad Said bin Zaid
Mahad ini terletak di daerah Tembesi Batu Aji  Batam Indonesia, tepatnya di komplek perguruan Muhammadiyah Asean.  Bekerja sama dengan Muhammadiyah, Mahad ini adalah Mahad yang ke 17 di bangun oleh Asian Mouslim Charity Foundation (AMCF).

Keistimewaan dari Mahad ini dibanding dengan Mahad Mahad lainnya mungkin  adalah letak nya yang stategis, berdekatan dan berbatasan langsung dengan negara tetangga Asean seperti, Singapura, Malaysia, Thailand, Kamboja, Vietnam, Birma (Myanmar), Laos. Negara tetangga Indonesia yang disebutkan diatas, dengan mudah pelajarnya dapat mengunjungi Batam, seperti dari Vietnam misalnya, dengan Bus pun dapat di tempuh ke Batam, tentunya sampai ujung semenanjung Malaysia (Johor Bahru). Dari Johor baru naik Ferry ke Batam di tempuh sekitar 1 jam perjalanan.

Alternatif lain adalah melalui udara, dari Ho Chi Min City (Vietnam)  –  Kuala Lumpur dan dari Kuala Lumpur – Batam, khusus untuk penerbangan dari Kuala Lumpur – Batam saat ini hanya ada  3 kali penerbangan dalam seminggu yaitu Sabtu, Selasa dan Kamis.  Tetapi dengan Ferry dari terminal Stulang Laut Johor Bahru ada ferry  mulai dari pukul 8.30 pagi hinggalah ke  pukul 6.30 petang dan ada setiap jam nya. Dari Singapura ke Batam pula banyak Ferry yang dapat di gunakan, Ferry terakhir dari Singapura ke Batam adalah pukul 21.00 wibb.

Singapura

ustaz Hussain Presiden Muhammadiyah Singapura

Pelajar Singapura yang ingin belajar ke Mahad Said bin Zaid Batam dapat menghubungi Muhammadiyah Singapura, Komplek Muhammdiyah terletak di  14 Jalan Selamat Singapore 418534 Tel: (65) 6 242 7388 Fax: (65) 6 449 2781 Email: secretariat@muhammadiyah.org.sg Ustaz Shaik Hussain Shaik Yacob adalah President of Muhammadiyah Association of Singapore.

Beberepa kali ustaz Hussain ini  datang ke Batam, dan  pernah bertemu secara langsung di Batam dengan Syaihk Khoori dari AMCF membicarakan soal mahad, di Singapura pun berdiri Mahad serupa, tetapi meskipun di Singapura ada Mahad tak membuat pelajar dari Singapura tidak boleh belajar di Batam.

Dari Singapura ke Batam setiap 15 menit ada ferry, dan ada beberapa titik point kedatangan seperti di Batam center, Harbour Bay, Nongsa point Marina, Sekupang.

Malaysia

Awal Mahad ini di buka Oktober 2009 silam,  seorang pelajar dari Malaysia Johor Bahru mendaftar di Batam tetapi karena hasil dari penilaian,  ianya telah dikirim ke jenjang yang lebih tinggi yaitu ke Mahad yang berada di Jakarta. Jadi Mahad di Batam baru menerima pelajar yang masih azas sekali.

Di Malaysia koordinator pengiriman pelajar yang ditunjuk adalah Ustaz Abdul Wahab, beliau bertempat tinggal di Kulim Kedah Malaysia, beliau juga adalah pengurus Muhammadiyah Internasional, acap bepergian ke merata tempat ke beberapa negara tetangga asean terutama ke tempat tempat suku terasing dan minority muslim disana, no kontak person nya adalah +60134070100.

Selain ustaz Abdul Wahab ustaz Hussain Yee di Pertubuhan Al-Khaadem Lot 1034 Jalan Cempaka  Sungai Kayu Ara

47400 Petaling Jaya  Selangor Darul Ehsan Malaysia Tel: +60(0)3 7726 4146  +60(0)3 7724 1590  Fax: +60(0)3 7726 4149  Email: alkhaadem.my@gmail.com Dan Buya Umar yang bertempat tinggal di Taman Maluri di nomor hp +60133409842.

Bila dari Malaysia,  pelajar dapat menyeberang langsung dari terminal ferry  Stulang Laut, atau Pasir Gudang di Johor Bahru, kalau dengan pesawat Udara hanya melalui Kuala Lumpur dan sementara ini penerbangan yang ada 3 kali sepekan.

Thailand

Ustaz Yusuf dari Patani Ketua Muhammadiyah Thailand, Baba Yee dari Yala

Dari Thailand ada beberapa pelajar yang sudah belajar di Mahad Said bin Zaid ini, mereka dikirim oleh ustaz Muhammad Yusuf orang di sana memanggilnya ustaz Su, ustaz Su ini bertempat tinggal di Patani Thailand Selatan, beliau aktif di Muhammadiyah Tahiland terutama di 5 provinsi bagian selatan yaitu Patani, Yala, Narathiwat, Songkla dan Petun. no hp yang dapat di hubungi adalah +66812755710.

Di Yala ada juga seorang ustaz yang di panggil Baba Yee (Baba Ji), disitu pun ada Nick Naseer mantan ketua pemuda muslim Thailand (Youth Musling Assioation of Thailand) dan Rasyidi ketiganya cukup kooperatif membantu pelajar yang ingin belajar di Mahad Said bin Zaid.

Untuk daerah tengah Thailand seperti provinsi Krabi, Puket dan provinsi provinsi yang berdekatan dengannya, disitu ada ustaz Daud Jaru, kita  dapat menghubungi hp nya di +66814151863, sementara untuk utara Thailand seperti di provinsi Chiang Rai , Chiang Mai, Udhon Thani, Pha Yao. Lampang kita  dapat berkoordinasi dengan ustaz Ahmad Siddiq di HP no +66871835027.

Dari Tahiland ke Batam dapat dengan mudah di tempuh dengan bus, seperti dari Chiang Mai misalnya dengan bus ke Bangkok dari Bangkok ada bus langsung ke Kuala Lumpur dan dari Kuala Lumpur dengan penerbangan ke Batam , atau dilanjutkan dengan Bus ke Johor Baru atau Singapura. Dan ada juga kereta api yang langsung ke Pulau Pinang Malaysia dan dari Pulau Pinang ada kereta api yang langsung ke Singapura. Dan ada juga bus yang langsung ke Johor Bahru. Banyak pintu masuk ke Malaysia, seperti dari Sungai Golok di Kelantan, baru baru ini pemerintah Malaysia telah membuka satu pintu masuk lagi yang berbatasan dengan provinsi Narathiwat

Penerbangan murah dari Chiang Mai ke Kuala Lumpur atau ke Singapura pun ada, begitu juga dari Puket, Krabi maupun dari Yala (Hat Yai) ke Singapura.

Myanmar

Imam masjid Ta Chi Lek Myanmar (Burma) ustaz Din dari Chiang Rai dan Nasser dari Rangon

Dari Myanmar pelajar yang ingin belajar ke Batam boleh berkoordinasi dengan Imam Masjid Ta Chi Lek, kota Ta Chi Lek adalah kota yang paling dekat dan berbatasan dengan Mae Sai di Tahialand Utara, agak sulit memang pelajar yang akan ke luar dari negara Yunta Militer tersebut, tetapi Imam masjid akan berkoordinasi dengan pengurus yang ada di Chiang Mai Thailand yaitu dengan ustaz Ahmad Siddiq.

Selain ustaz Ahmad Siddiq di Chiang Rai Thailand,  ada seorang ustaz Din namanya tinggal di pondok pesantern Ban Huei Chiang Rai.  Ustaz ini dapat berbahasa melayu dan siam logat Myanmar tentunya. Lagian  orang – orang Thailand yang mempunyai KTP (ID Card) tak memerlukan pasport untuk masuk ke Ta Chi Lek Myanmar, begitu pun sebaliknya cukup meminta surat keterangan di kantor imigrasi yang ada di dekat border (perbatasan) kedua negara itu.

Disitu pun ada seorang relawan yang akan ke Rangon (Yang Gon) dan kebeberapa provinsi lainnya yang ada di Burma untuk memberitahukan keberadaan Mahad ini, karena Mahad Said bin Zaid ini memberikan Bea Siswa kepada pelajar yang hendak belajar termasuk pemondokan dan membantu pengurusan visa.

Sama dengan pelajar dari Thailand, pelajar dari Myanmar khususnya dari kawasan timur bila hendak ke Batam di awalai melalui Chiang Mai, kecuali pelajaar yang berbatasan dengan provinsi Krabi atau Puket yang berbatasan juga dengan Myanmar dapat berkoordinasi dengan ustaz Daud Jaru.

Laos

Masid Kamboja Vientiane Laos, Imam masjid Kamboja (ustaz Vina) , Imam masjid Pakistan dan beberapa tetamu dari Malaysia

Di Laos, tak banyak umat muslim tetapi bukan berarti tidak ada pelajar yang ingin belajar keluar negeri terutama untuk belajar bahasa arab dan studi Islam, sebagaimana permohonan imam masjid Kamboja beberapa tahun dulu ketika kami mengunjungi beliau, kini imam masjid itu telah tiada.

Pengganti nya adalah Imam masjid yang baru bernama ustaz Vina tinggal di Vientiane ibukota negara Laos, masjid Kamboja adalah nama masjid disitu, karena disitu banyak komunitas orang – orang yang datang dulunya dari Kamboja. Imam masjid ini dapat berbahasa melayu karena pernah belajar Islam di Sungai Golok Kelantan Malaysia. Masjid Kamboja terletak sekitar 3 kilo meter dari masjid Pakistan yang berada di tengah kota Vientiane. Hanya ada dua masjid di Vientiane.

Masjid Kamboja ini lah sekarang menjadi pusat komunitas muslim di Laos, dibanding tahun lalu saat kami mengunjungi masjid itu,  kini kondisi masjid sudah terlihat bagus, terutama  lantainya  sudah dipasang dengan karpet,  masjid Kamboja ini sekarang  untuk jumatan warga muslim dari perwakilan negara sahabat yang  muslim. Kalau dulu adalah masjid Pakistan

Tidak sulit untuk menghubungi ustaz Vina, karena sehari hari beliau berjualan (retail) di rumah nya yang tak berapa jauh lokasinya  dari masjid.

Perjalanan ke Batam tidak hal yang sulit, dari perbatasan Nong Kai  yang hanya berjarak puluhan kilometer dari Vientiane, naik tuk tuk misalnya kita sudah sampai ke wilayah Thailand, kalau sudah di Udhon Thani misalnya banyak sekali Bus-Bus yang akan ke Selatan .

Kamboja

ustaz Abdullah (dua dari kiri) dari Provinsi Kampong Champa Kamboja pengurus Muhammadiyah Kamboja

Phnom Penh, ibukota Kamboja ini banyak orang muslimnya yang dapat berbahasa melayu, mereka sering bepergian ke Malaysia, termasuk lah Imam besar masjid Dubai, Imam Ahmad Hasan namanya, salah seorang putra Imam Ahmad Hasan yang bernama Younus dapat dengan fasih berbahasa melayu. Di masjid Dubai itu adalah tempat jumatan para pegawai kedutaan yang beragama Islam. P elajar yang ingin belajar ke Batam dapat berkoordinasi dengan saudara Younus atau Imam Ahmad Hasan.

Kamboja terdiri dari 36 provinsi, salah satunya provinsinya adalah Ratanakiri, di provinsi paling utara Kamboja yang berbatasan dengan Laos dan Vietnam ini ada seorang ustaz bernama Abdullah, beliau menjadi Dai di kampung – kampung yang berada di provinsi itu. Pria muda lulusan dari Universitas Islam Antara Bangsa (UIA) Malaysia ini membaktikan dirinya untuk umat, Provinsi Ratanakiri baru terbuka terhadap Islam ini banyak di huni oleh orang orang dari suku Champa yang berasal dari Provinsi Kampong Champa yang  hijrah kesana, tetapi disana pun banyak bagian dari klan suku champa (chere namanya) yang sudah menganut  Islam tetapi masih memelihara dan mengkonsumsi babi, malah sebagian besar mereka belum di khitan.

Ada 5 pelajar yang hendak dikirim dari sana, saat ini agak kesulitan mendapatkan visa pelajar dari KBRI Indonesia di Phnom Penh, mereka juga kesulitan saat ini untuk menyeberangi perbatasan Thailand. Jadi keluar lebih mudah dengan pesawat terbang

Dari Phom Penh ke Bangkok naik bus hanya 18 Us $, di tempuh sekitar 12 jam, adanya ketegangan politik kedua negara agak berpengaruh dengan lalu lintas di perbatasan.

Sekitar 3 jam perjalanan dengan bus dari Phnom Penh ke arah utara terdapat satu Provinsi Kampong Champa namanya, di satu distrik di provinsi itu hampir seratus persen penduduk nya beragama Islam.  Namun dilihat dari segi pengamalan Islam masih jauh dari saudara di negara lain misalnya Indonesia dan Malaysia.

Seperti masih ada muslim yang tidak sembahyang dan tidak berkhitan tetapi mereka tetap masih mengaku Islam, dan mereka pun di faslitasi oleh pemerintahan Kamboja  mempunyai Imam khusus. Jadi ada dua Imam disana.

Vietnam

ustaz Ahamd Thalib dari Chou Doc Vietnam (tengah) pengurus Muhammadiyah Vietnam

Negara Komunis ini sekarang agak membuka diri terhadap kehidupan beragama, di Hanoi ada sebuah masjid yang dulunya bekas Kuil , masjid An Nour namanya, tak banyak komunitas muslim di Hanoi, sehingga tak terlalu di harapkan ada pelajar yang akan datang ke Batam untuk belajar bahasa Arab dan studi Islam. Namun demikian tiga orang staf KBRI di Hanoi, yaitu Rizal alumnus dari salah satu dari Universitas Muhammadiyah di Indonesia dan Marbun orang Batak yang sudah muslim serta Ryan yang sekarang sedang menyelesaikan S1 nya di universitas terbuka ini siap sedia mengurus jika ada pelajar yang akan belajar di Batam.

Di Hanoi pun ada seorang yang peduli tentang pendidikan yaitu pengelola restoran Risa , restoran yang menyediakan makanan halal ini banyak dikunjungi oleh muslim yang memang peduli tentang makanan halal. Ben Taat demikian namanya, kepada cik Ben Taat pun kami minta kesediannya untuk membentuk dan mengetuai Komunitas Muslim Hanoi, dan kesediaan tempat tinggal nya yang juga sekaligus tempat usahanya ini menjadi sekretariat dari Komunitas tersebut. Tentunya dengan melibatkan Imam masjid An Nour.

Ho Chi Min city adalah kota terbesar ke dua di Vietnam terletak di sebelah selatan vietnam, salah seorang Imam masjid besar Ho Chi Min yang bernama ustaz Azim dapat membantu mengirimkan pelajar yang akan ke Batam, beliau tinggal di komplek masjid itu juga sehingga tidak lah sulit untuk menemuinya  .

Di Provinsi Phang Rang ada seorang yang bernama Sani, sehari-hari pemuda ini  menjadi guru bahasa inggris, dia juga dapat berbahasa melayu, lulusan dari Universitas Islam Antarabangsa (UIA) Malaysia ini, sangat antusias membantu mengabarkan keberadaan Mahad said bin Zaid di sana. Agak unik kehidupan Islam di Phang Rang, ada tiga imam islam disana, mereka ahampir keseluruhan nya bersaudara tetapi cara pengamalan Islam nya sunggu berbeda. Shalat misalnya cukup di wakilkan kepada imam imam yang ditunjuk atau diangkat atau memang dari dulunya faktor aketurunan. Pemerintah komunis Vietnam ini pun telah membuka diri terhadap kehidupan beragama.

Sekedar untuk diketahui  menurut sejarah Kerajaan Islam Champa, Raja nya belum sempurna mengamalkan ajaran Islam , dan provinsi Phang Rang yang sekarang ini adalah daerah paling terakhir dapat ditaklukkan oleh Vietnam.

Arah ke Barat dari Ho Chi Min ada satu distrik Chou Doc namanya, enam jam perjalanan dari Ho Chi Min untuk kesitu,  berdekatan dengan Phno Penh Kamboja, disitu ada ustaz Ahmad Thalib, pengurus Muhammadiyah disana, ustaz ini pernah ke Indonesia dalam salah satu kesempatan Muktamar Muhammadiyah. Pelajar yang hendak ke Batam pun dapat berkoordinasi dengan nya. Ribuan Muslim yang mendiami distrik tersebut, banyak dari mereka masih keturuan suku Champa.

Kesiapan Mahad

Masing masing negara punya kebijakan terhadap warga nya, untuk pengurusan paspor misalnya tak begitu mudah bagi warga muslim di Thailand Selatan.

Syarat yang di tentukan oleh Mahad bagi pelajar harus lulusan sekolah menengah misalnya agak sulit di dapat di Kamboja, mereka hanya lulusan menengah pertama kemudian tak ada sekolah yang dapat menerima mereka terutama yang jauh dari ibukota.

Bahasa , juga cukup menjadi kendala, pelajar yang dari Vietnam tak dapat berbahasa melayu, apalagi inggris, begitu pun yang berasal dari Kamboja Laos dan Myanmar. Banyak dari mereka belum dapat membaca Al Quran, bahkan syahadat pun mereka belum bisa.

Semoga dapat bermanfaat dan berguna.

About these ads

8 Tanggapan

  1. Assalmualaikum Ustadz,Saya asli melayu orang pulau kasu,saya mau nanya apa boleh saya belajar di Mahad Said bin Zaid,berapakah biaya pendidikan di Mahad ini Ustadz ?
    Syukron Ustadz Atas jawabannya.

  2. As Wr Wb…

    Selamat pagi, Usatad.

    Mohon izin saya ambil beberapa artikel untuk dimasukan ke muhammadiyah-batam.org yang sedang dalam progres.

    Terima kasih sebelumnya.

    Ws wr wb
    Administrator muhammadiyah-batam.org

  3. alhamdulillah ana udh masuk ma’had. @benny ferdiansyah

  4. assalamu alaykum,,this is your brother ,from philippines,,is the philippines acceptable if there is a willing students to apply to this mahad? thanx

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: