Kebakaran adalah Api Yang Tak Terkendali, Kasus Depot Plumpang

Depot Pertamina Pelumpang Terbakar, karena carbon yang terbakar akan menimbulkan asap hitam

Kemarin, Ahad (17/10)  malam sekitar pukul 21.00 wibb Depot Plumpang Jakarta Utara kebakaran, jadi ingat pelajaran fire & safety saat pelatihan di Sei Gerong Palembang 20 an tahun yang lalu.

Kebakaran adalah api yang tak dapat di kendalikan, sementara terjadi nya api ada nya tiga unsur yang bertemu pada saat bersamaan dalam komposisi yang pas (sesuai) .

Bagi siswa pelatihan fire & safety  akan ingat sekali dengan segi tiga api, ada nya panas yang cukup, Oxigen, dan bahan bakar .

Panas,  bisa terjadi dari reaksi kimia, seperti timbunan sampah ditempat pembuangan sampah bisa terbakar, karena adanya reaksi kimia dari H2SO4 misalnya. Api terbuka, seperti korek api , gesekan benda bisa mengeluarkan panas , petir, akibat listrik statis yang di timbulkan oleh  aliran benda cair  di dalam pipa penerimaan dan penyaluran di tangki-tangki BBM di Depot – Depot Pertamina terutama saat pengisian pesawat terbang yang memerlukan tekanan yang kuat dan kapasitas yang banyak.

Oxigen, di udara bebas yang kita hirup ini (16 persen) sudah cukup untuk membuat rangkaian segi tiga api, seperti kasus di Depot Pertamina Plumpang unsur oxigen tak mungkin di hindari, tanpa ada nya oxigen manusia tak dapat hidup dan tak dapat beraktifitas malah bisa mati. Sering kita baca dan dapati orang mati di dalam sumur, karena  Oxigen (O2) di dalam lubang sumur itu tak mencapai 16 persen, untuk mengetahui apakah di dalam sumur itu aman di masuki, yaitu dengan memasukan lilin yang terpasang atau lampu minyak  ke dalam sumur nya terlebih dahulu, bila nyala lampu atau lilin itu padam  maka dapat dipastikan O2 yang ada di dalam lubang itu tidak aman untuk manusia.

Bahan Bakar, seperti BBM , premium minyak tanah, minyak solar, minyak avtur, kelompok minyak ringan ini sangat mudah terbakar, titik bakar premium misalnya lebih rendah dari pada minyak bakar (mfo) , dengan sundutan puntung rokok premium dapat terbakar, tetapi minyak tanah dengan puntung rokok yang sama,  bisa jadi malah puntung rokok nya yang padam.

Ketiga unsur segi tiga api itu ada di Depot Plumpang, dan bukan di Depot Plumpang saja, di seluruh Depot Pertamina yang ada di Indonesia dari Sabang sampai Merauke ratusan jumlah nya. Ketiga unsur itulah  yang harus di kendalikan oleh petugas fire & safety Pertamina yang terlatih agar mereka tidak saling bertemu supaya tidak terjadi kebakaran. Tidak hanya petugas fire & safety saja, seluruh karyawan Pertamina dan orang – orang yang berurusan dengan Depot Pertamina di bekali dan diberitauhakan tentang bahaya kebakaran. Termasuk Supir2 dan kernet mobil tangki,  opertor di SPBU-SPBU , Standar Operasional Prosedure nya demikian.

Bila saja ke tiga unsur segi tiga api itu bertemu atau dipertemukan maka dapat dipastikan terjadi kebakaran, BBM di simpan di dalam tangki penimbun, hampir semua tangki penimbun di Depot Pertamina kapasitas besar  diatas permukaan tanah seperti di Depot Plumpang type roof tank.

Ahad malam itu ada petugas jaga ( security) dan pekerja lain nya, security Pertamina sekarang bukan seperti security di tahun 80 an, karena kebijakan Pertamina dan Pemerintah dalam hal swastanisasi BUMN mereka security – security itu sekarang di kontrak melalui rekanan penyalur tenaga kerja, alasan efesiensi dan efektifitas,  jadi jarang pelatihan fire & safety, bahkan bisa jadi tak pernah sama sekali, karena terkadang mereka di kontrak setahun sekali, bahkan karyawan Pertamina yang sekarang pun belum tentu terlatih,  apalagi diklat fire & safety di Sungai Gerong yang terkenal itu pun sudah di tutup di tahun 90 an , jadi kalau di sinyalir kebakaran di Depot Pelumpang itu karena Human error , dugaan itu benar ada nya. Karyawan nya sudah tua- tua, yang dahulu nya supir dan kernet sekarang menjabat jadi kepala Depot dan Instalasi.

Personil yang kurang terlatih, bisa saja di lihat dan di tanya kepada para karyawan fire & safety dan security di situ kapan terakhir kali mereka latihan sesungguhnya memadamkan api, karena setiap latihan ada laporan nya, dan berapa orang dari mereka itu yang telah mendapatkan pelatihan dari lembaga yang berkompeten.

Kebakaran awal  dapat diatasi bila petugas sigap, kebakaran besar di mulai dari kebakaran kecil, dengan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) kebakaran awal dapat di padamkan.

Desain tangki timbun di Pertamina di roof (tutup atap atas) ada lubang pernafasan terutama untuk produk Premium dibuat sedemikian rupa diatur agar jangan selalu menguap, karena kalau sering menguap mengakibatkan loss yang besar, lobang pernapasan ini lah yang sering jadi masaalah, terkadang disitu bisa bersarang burung, kalau sampai ada sarang burung berarti petugas fire & safety tak melakukan chek secara berkala, tekanan di dalam tangki dengan di luar tangki harus tetap di jaga 1 atmosfir (atm), itu lah salah satu guna dari lobang pernapasan tangki khusus produk premium, kalau ini tidak berimbang , akibat nya tangki meledak.

Tangki meledak tidak mungkin di bagian bawah karena las -lasan sambungan tangki serta ketebalan plat tangki timbun bagian bawah dengan di atas berbeda,  dan roof tangki memang dibuat lebih tipis, bila terjadi kebakaran seperti di Depot Plumpang  itu  atap tangki terlepas lebih dahulu. (bersambung)

About these ads

Satu Tanggapan

  1. bahaya……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: