Beberapa Penyebab Indonesia Pecah Menjadi 17 Negara

Waktu iseng nulis tentang Kota-Kota Sombong di Indonesia yang mengusir rakyatnya, ternyata tulisan itu menjadi salah satu berita terbaik di lintasberita.com, malah di WordPress. masuk top post. Macam ragam komentar yang masuk, ada yang nama blognya tercantum dan ada yang yang hanya email saja. Kalau yang ada blog nya, biasanya tulisannya enggak aneh-aneh, maksudnya bahasa nya enggak “kasar”, tapi kalau yang enggak ada blognya, rada-rada gimana gitu sehingga ada yang tidak dimoderasi.

Beberapa bulan yang lalu ada juga tulisan tentang ramalan Indonesia akan menjadi 17 negara bagian, kalau menurutku itu lebih seru, tapi enggak banyak yang baca . Mangkanya coba aku posting lagi kali ada yang mau baca .

Dan baca juga kalau tulisan ini :

Kota-Kota Sombong di Indonesia yang Mengusir Rakyatnya

Judul Yang Lama adalah Indonesia Pecah Menjadi 17 Negara bagian Kenapa Tidak?

Menurutku tidak sampai tahun 2015 sebagaimana yang diprediksi Indonesia akan menjadi 17 negara bagian.

“Sudah merupakan suratan Tuhan Yang Maha Kuasa, setiap 70 tahun berjalan, suatu kerajaan atau negara kebanyakan terjadi perpecahan. Mungkin juga termasuk di Indonesia,” kata Direktur Utama The World Peace Committe/Komite Perdamaian Dunia, Djuyoto Suntani, dalam peluncuran bukunya di Jakarta, Kamis.

Negara Jamali Jawa , Madura, Bali ….. seperti jaman Majapahit dulu…. Ada Aceh, Borneo,  Sulawesi, Ternate Tidore….kenapa tidak….. Lagian kapan giliran orang Kalimantan yang jadi Presiden….. Riau pun minta merdeka Tabrani Rab yang jadi Presidennya ….. itu dulu….. kini aku tak tahu…..apa masih ada keinginan orang Riau nak merdeka….. yang jelas mau merdeka adalah rakyat Maluku…..

Kalimantan .….. masih segar dalam ingatan dan masih banyak pengungsi Madura yang terusir dari sana sekarang di Jawa Timur.. tak tentu arah … apakah mereka yang terusir itu tidak berhak mendiami bumi Kalimantan yang masih Indonesia? Mungkin tak terpikirkan oleh petinggi-petinggi di pusat sana …..

Di Aceh.…. banyak pendatang ”terusir”….. meskipun itu masih muslim dan bangsa Indonesia.. nggak jauh-jauh dari jawa cuma perbatasan provinsi saja koq mereka – mereka itu  ……. ribuan pohon dan ribuan hektar tanah yang digarap oleh pendatang kini ditinggalkan karena mereka tidak nyaman lagi tinggal disana…. sampai sekarang sebagian dari mereka – mereka itu masih mendiami tempat-tempat penampungan yang tak layak….

Di Langkat Sumatera Utara warga Bali transmigran tidak diterima masyarakat disana….ladang dan tempat usaha mereka di rusak.  Di Bali pun gak gampang koq masuk ….. dengar saja keluhan supir-supir Banyuwangi dan pendatang dari Jawa dan Lombok….kayak nya Bali itu bukan Indonesia sulit sekali untuk mendapatkan KTP … karena alasan teroris …… dan Bom Bali…. apa bedanya mau keluar negeri……

Di Batam bumi melayu , banyak sekali pendatang hampir dari seluruh Indonesia ada disitu…. pendatang2 itu membuat paguyuban atau apalah namanya ……gak tahu macam-macam alasan mereka yang membuat paguyuban itu …… padahal Batam kan Indonesia?     ……. masing-masing pendatang itu bangga dengan sukunya…..

Di Jakarta, Inul mau “diusir” dari jakarta ….. di Batam pun gak jauh beda ada beberapa tokoh yang mau “diusir” juga dari Batam………………

Jadi kalau Indonesia pecah menjadi 17 Negara kenapa tidak……menurut pikiranku yang awam ini malah enak koq….     ”Ooooooo tidak pak Imbalo” kata temanku yang orang Malaysia…… “Kalau nanti pak Imbalo mau ke Aceh harus pakai pasport…. mau menghadiri Muktamar Muhammadiyah ke Yogyakarta misalnya harus pakai pasport….begitu juga kalau mau ke Kalimanatan ….. kan repot asyik chop-chop terus di imigrasi”  katanya berdalih padaku…. “Padahal pak Imbalo orang-nya kan suka jalan-jalan….. sebentar saja halaman pasportnya penuh dah”  katanya lagi…. “Kalau soal itu kan gampang”  kataku ….. “Sama saja kalau kita pakai kenderaan di jalan tol di Malaysia ini …..kita kan tidak harus bayar uang langsung  ke petugas penjaga tol kayak di Indonesia ada yang berlangganan (Tag) nunjukkan sensor alat dari jauh saja pintu tolnya udah terbuka” jawabku….. kabarnya sistem ini di Jakarta baru 2008 ini akan diadakan itupun baru di Bus Trasn jakarta…… “Iya juga”  kata temanku tadi……

Wacana 17 negara bagian dari Indonesia ini sudah menjadi opini publik…… aku pun tak tahu ….. sampai soal kenapa tari Aceh tidak menggunakan gendang pun menjadi alasannya…. Kiriman “kulit sapi” dari Pusat tidak sampai kesana karena habis di korupsi diperjalanan….. menjadi anekdot yang menarik….

Di Medan orang hanya “berketepak ketipung” karena kulit kiriman tinggal dikit hanya bisa membuat gendang ketipung….. he he he he….. sementara saudara kita di Padang kulit sapi dibuat kerupuk…… kasihan dech saudara kita yang di Aceh gak kebagian jadi hanya memukul-mukul dada …. aku gak tahu kapan cerita-cerita guyonan ini tercipta……

Aku kutip lagi tulisan dari Gatra.com

Indonesia pada tahun 2015 diperkirakan akan dibagi menjadi sedikitnya 17 negara bagian. Sebagai induknya, Negara Republik Jamali, terdiri atas Jawa Madura dan Bali, sama seperti induk imperium kerajaan Majapahit.  “Sudah merupakan suratan Tuhan Yang Maha Kuasa, setiap 70 tahun berjalan, suatu kerjaan atau negara kebanyakan terjadi perpecahan. Mungkin juga termasuk di Indonesia,” kata Direktur Utama The World Peace Committe/Komite Perdamaian Dunia, Djuyoto Suntani, dalam peluncuran bukunya di Jakarta, Kamis.

Lembaga Swadaya Internasional, kata Djuyoto, membuat garis kebijakan mendasar pada patron penciptaan tata dunia baru. Peta dunia digambar ulang. Uni Soviet dipecah menjadi 15 negara merdeka, Yugoslavia, dipecah menjadi enam negara merdeka, Kosovo dan demikian juga Cekoslowakia.

“Di Irak saat ini sedang terjadi proses pemecahan dari masing-masing suku,” katanya.

Indonesia, kini juga sedang digarap untuk dipecah-pecah menjadi sekitar 17 negara bagian oleh kekuatan kelompok kapitalisme dan neoliberalisme yang berpaham pada sekularisme.

Pokok pikiran tersebut, kata Djuyoto “Saya tuangkan pada Bab II yang juga memberikan jalan keluar agar Indonesia tetap menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia/NKRI”.

Peluncuran buku yang dihadiri para tokoh seperti tokoh pers Djafar Assegaf, dan Kapolri Jenderal Sutanto yang diwakili salah satu deputinya, Djuyoto memaparkan, adanya konspirasi global yang berupaya memecah dan menghancurkan Republik Indonesia .

Upaya memecah-belah Indonesia itu dilakukan melalui strategi “Satu dolar AS menguasai dunia,” yang diorganisasikan oleh organisasi tinggi yang tidak pernah muncul dipermukaan, namun praktiknya cukup jelas, yakni berbaju demokratisasi dan HAM .

“Jika pecahnya itu menuju kebaikan rakyat, tidak menjadi soal, tetapi pecahnya NKRI itu justru akan menyulitkan rakyat karena semua aset penting dan berharga, dikuasai investor asing di bawah kendali organisasi keuangan internasional,” katanya.

Sementara itu, Dirjen Bina Sosial, Departemen Sosial, Prof. Dr. Gunawan Sumodiningrat, yang mewakili Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah menambahkan, ancaman perpecahan NKRI tersebut, kini tampak nyata.

“Saya sendiri sampai saat ini merasa bingung, mengapa rakyat Indonesia dapat bersatu, padahal banyak perbedaan, diantara suku-suku yang ada,” katanya.

Perbedaan itu dapat disatukan, lantaran adanya Pancasila, diantara sila Pertama adalah Ketuhanan yang Maha Esa, yang dibingkai dalam lambang Burung Garuda, yakni Bhineka Tunggal Eka.

“Atas nama Tuhan Yang Maha Esa, kita dapat disatukan, melalui simbol Pancasila. Oleh karena itu saya mendorong pemerintah sebaiknya melakukan kaji ulang untuk menerapkan Penataran Pedoman Penghayatan Pancasila (P4).” katanya.

Jika dulu cara penyampaiannya menggunakan model indoktrinasi , saat ini perlu diubah melalui diskusi dan membuka wacana luas, dengan substansi Pancasila masih diperlukan untuk mempererat NKRI, katanya.

Menjawab pertanyaan, ia mengatakan, pada dasarnya Indonesia ini mudah akan terjadi perpecahan, jika generasi penerus tidak menyadari adanya pihak asing yang ingin membuat Indonesia tidak kuat.

Buku berjudul “Indonesia Pecah” yang terdiri atas 172 halaman termasuk foto-foto itu, kata Gunawan, menarik untuk dibaca karena sedikitnya ada tujuh penyebab Indonesia terncam pecah, seperti, siklus sejarah tujuh abad, atau 70 tahun.

Kemudian tidak adanya figur atau tokoh pemersatu yang berperan menjadi Bapak Seluruh Bangsa, pertengkaran sesama anak bangsa yang terus terjadi, upata stategis dari konspoirasi global, dan adanya nama Indonesia yang bukan asli dari Nusantara.

“Semua itu perlu diteliti lebih lanjut, apakah ada relevansinya dengan kejadian saat ini dimana banyak daerah ingin memisahkannya,” katanya

Kalau aku ditanya senangnya secepatnya saja kayak Uni Soviet…..  Hampir copot gigi palsu Pak Andi Ibrahim tokoh pendidikan di Batam pria asal Sulawesi yang hampir 40 tahun bermastautin di Batam ini ….. “Kalau jadi Riau merdeka bisa-bisa menteri Pendidikan yang pertama adalah pak Andi”  kataku suatu ketika dulu…..

Itulah…….. ini hanya opiniku saja….. mungkin-mungkin  aku pun  sudah mati tahun 2015. Dulu …. waktu TimTim pisah dari Indonesia aku termasuk salah seorang yang berduka…. koq sekarang bisssaaaa berubah ya….???????? gimana tidak  ….. untuk pulang dari Surabaya ke jakarta saja atau sebaliknya sudah 60 tahunan merdeka jalan-jalannya masih itu-itu saja……(Ayer – Panarukan sejak jaman Kompeni )

Negara kita katanya  kaya ……….karena aku suka jalan-jalan….. dari Johor Malaysia sampai ke Chiang Rai di Thailand Utara sana ribuan kilo meter jalan itu nyaris searah….. itu baru jalan om…..    belum yang lain…..mungkin Indonesia terlalu luas kali….. kapan pak SBY ketemu aku …. aku mau ketemu dia pun susah…..  paling tidak ketemu menteri-menterinyalah…. coba kalau ada 17 menteri pemuda dan olah raga….. usulanku agar setiap kecamatan ada lapangan bola kakinya bisa terealisir karena aku bisa ketemu menterinya ….. seperti contoh pada saat kami masih di

Provinsi Riau pak Rusli Zainal saja aku belum pernah jumpa…. tapi setelah Provinsi Kepulauan Riau terbentuk kan aku sering bertemu dengan Pak Gubernurku …. Ismeth Abdullah…. ada warga yang meninggal saja aku bisa ketemu Gubernur…. tanya lah sama Pak Ismeth….

Jadi bagaimana….. menurut anda….. kalau salah berilah alasannya…

39 Tanggapan

  1. [...] Beberapa Penyebab Indonesia Pecah Menjadi 17 Negara October 9, 2008 6:24 pm admin Dari Blogger – Agreegator Dari http://imbalo.wordpress.com/2008/10/09/beberapa-penyebab-indonesia-pecah-menjadi-17-negara/ [...]

  2. Saya setuju sekali kalo indonesia di bagikan aja deh mnjdi beberapa negara. negara Sumatra, negara Jawa, negara Kalimantan, negara Sulawesi, dll. Percuma negara besar, SDM & SDA buaaaanyak tp rakyat sensara, kalo negara kita sdh dibagi2 kan enak jd negara kecil tp makmur, macam itu tuh… ya Brunei, Singapur, Malaysia…kecil sih negaranya tp rakyatnya SUENEEEENG2. lagian selain mudah ngurus SDAnya kita jg mudah mantau MALING2 atau TIKUS2 NAKAL tu…

  3. kayaknya kurang bapak ngasih contoh pak, kalau di ISlam bagaimana? Atau bagaimana kalau tujuh belas negara bagian di Indonesia itu dasarnya adalah Ideologi yang berbeda-beda. Misal Yogya mendirikan menjadi negara bagian dengan ciri khas Islam Muhammadiyah, Jatim negara Islam dengan ciri Tradisional, Surakarta Islam garis keras, Indonesia Timur negara bagian dengan corak kristen? Bagaimana pak?

  4. @KUS

    wah memang nya aku ahli tata negara, kan cuma mikir mikir sebagai rakyat kecil, koq mau cari kerja ke tempat yang mungkin ada pekerjaan karena di tempat ku susah dapat pekerjaan, tapi malah diusir, sederhana saja kan?.

    Karena memang orang sederhana, sehingga ada raja di negara republik indonesia ini jadi gubernaur seumur umur, aku enggak protes koq, boro-boro mau di Muhammadiyahkan jogja nya , apa karena di situ pusat Muhammadiyah, ya protes nanti Nyi Roro Kidul gimana?

    Enggak mikir sampai kesitu, mikirin kayak mas Eman aja kecil sih negaranya tp rakyatnya SUENEEEENG2 kata mas Eman he he he he

    Mas Kus aja deh yang mikirin mau garis lembek atau garis keras

  5. saya koq mencium bau2 separatis dari tulisan ini.. hehehehe
    selama ini, saya masih aman2 aja untuk model pemerintahan sekarang. Tinggal bagaimana koordinasi pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam mengaturnya.

  6. ini mungkin yang disebut dengan penerapan otoda yang kebablasan
    faham primodialisme yang berlebihan yang dulu berhasil disatukan oleh pemuda kita dalam satu satu tanah air,satu bangsa dan satu bahasa sepertinya mulai bermunculan kembali

  7. Angka 17 itu…. terlihat bukan angka main-main ya pak. pasti sudah ditelaah matang2 hingga pecahnya cuma jadi 17 dan bukan 18 atau 16… :D

  8. Kalo mudik pas lebaran nanti gimana ? Masa’ harus bayar biaya fiskal hanya untuk nyebrang ke pulau sebelah ??!! Gak praktis euy ..

    Para pemudik pasti akan membela NKRI mati-matian, demi biaya mudik yang murah !! Hehe …

  9. “Sudah merupakan suratan Tuhan Yang Maha Kuasa, setiap 70 tahun berjalan, suatu kerajaan atau negara kebanyakan terjadi perpecahan. Mungkin juga termasuk di Indonesia”

    disana kan jelas tertera kata kebanyakan, berarti tidak keseluruhan

    semoga hal tersebut tidak sampai terjadi, Amiin.

  10. Hmm, menarik sekali ya? Seandainya Indonesia memiliki negara – negara bagian, mungkin itu jauh lebih baik!
    Bukannya Saya tidak punya jiwa patriotisme, kadang Saya berpikir kapan Indonesia bisa menjadi negara yang benar – benar merdeka? Seandainya Indonesia masih dijajah Jepang, mungkin kita akan menjadi bangsa dengan masyarakat yang mewarisi kemahiran pemikiran teknologi layaknya orang – orang Jepang. Seandainya Indonesia masih dijajah Belanda, mungkin bangsa Indonesia fasih berbicara bahasa Inggris.
    Dulu orang – orang Malaysia belajar ke Indonesia karena pendidikan di Indonesia jauh lebih baik daripada di Malaysia. Tapi sekarang??? Wow, pendidikan di Indonesia menurun sekali! Drastis!!!
    Sekolah menjadi barang yang “mewah”!!!
    OK, tapi Saya tetap cinta Indonesia. Bagaimanapun juga Saya tetap berdoa dan berharap Indonesia bisa keluar dan menyelesaikan krisis yang sedang dihadapi bangsa ini…
    Merdeka!!!

  11. Indonesia tetap satu apabila orang2 yg didalamnya tidak memiliki sifat sombong…!!! selama ini orang2 yg tinggal didalamnya nya memiliki ssifat sombong… dan kurangnya pendidikan menyebabkan seperti itu.
    sebagai contoh…!! orang2 penting di Indonesia, sperti orang2 yg duduk di DPR…!! orang2 nya bersifat sombong..!!! Tidak bisa mengaji diri sndiri…!!!

    Kalo qta smua bsa mengaji diri kita sendiri, pasti Indonesia akan tetap bersatu….!!! HIDUP INDONESIA KU…!!!

  12. Pesan bwt Bpk. Presiden…!!!
    Tolong pilih anak buah yg bener2 kompeten, mawas diri, bijaksana, adil dn benar2 memprioritaskan pendidikan….!!

    Qta bsa jadikan contoh negara Iran yg sekarang…!!! Presiden & para ank buahnya sedang belajar mengaji diri sendirinya masing-masing…!!!!

  13. Sebuah ramalan..
    Dunia ilmiahpun penuh dengan ramalan dan prediksi..
    Apakah seperti Karl Marx yang meramalkan hancurnya liberalisme, lalu digantikan oleh komunisme?
    Buktinya, Uni Soviet hancur lebih dulu pada dekade 90-an..

    Jangankan dipecah ke dalam beberapa negara,,
    Konsep federalisme yang sempat muncul, akhirnya tenggelam lagi.
    Karena tidak sesuai dengan konsep Pancasila, sila ke-5..
    Hanya menguntungkan daerah-daerah kaya..

    Sistem negara kita saja yang dibenahi agar tercipta pembangunan yang lebih merata ke pelosok-pelosok daerah.

  14. keren abiss…

    guwe sebelonnya ngirim komen tuh di tulisan yg “sombongS” itu.

    sekarang imajinasinya lebih keren lagi. ampe di jadiin 17 NEGARA cuy…

  15. ga jauh2 ma 17-nya 17 agustus nih pak ?! ;) )

  16. He he ada benernya juga pak.. Kalau saya lihatnya bukan 17 negara pak.. 17 karakter orangnya yang mau runtuhkan NKRI. . . Yang pertama para koruptor. . . Dengan jurus yang sama 17 tadi. . Maksudnya 1 7an gitu. . . Sama sama kumpulkan 1 jalur keuangan yang remang remang untuk 7 keturunan. . . Kontraktor politisi ( kontrak kotor politisi, red ) bikin partai partai untuk 1 komunitas dengan 7an bohongi rakyat dan negara . . Dan masih 15 lagi . . Pertanyaanya. . . Kira kira kita masuk nggak dalam paket 17 karakter itu? . . Yang 15 gali sendiri ya. . . . Terimakasih

  17. Enak dong kalu jadi 17 negara. Saya belum pernah maen ke luar negeri samape segede ini. Klo jadi kan biasa tiap hari ke luar negeri he he…

  18. terlalu luas negara ini emang… alternatifnya emang negara bagian tuh :D

  19. Wah, mantep pak tulisannya :D

    Tapi kalo pecah jadi 17 negara ? wah… jangan dong. Saya sendiri masih setuju berharap keadaan sekarang. Kalo jadi 17 negara, pulau dengan hasil bumi potensial bisa jadi kaya raya pak. Kalimantan, Sulawesi, Sumatra…

    Ya cuma bisa berharap keadaan negara akan terus membaik.

  20. wah ngeriii jangan sampai nanti jadi perang saudara seperti di Bosnia?? ih takuuuuuuuuut pembantaian pasti dilakukan oleh mayoritas terhadap minoritas.

  21. Setuju… biar sama anak cucu bisa cerita… kalau mo keluar negeri gampang… kayak orang eropa gitu… kalau makan di belgia… mandinya di jerman, lalu tidurnya di amsterdam, itali. Jadi… kalau ke cilacap sudah ke luar negeri, maka nginepnya bisa di negeri priangan dan buang hajat di negeri banten….
    :D
    Tapi ke 17 negara itu federal saja deh (seperti idenya Amin Rais) soalnya kalau beda ideologi, nanti perang terus. Alih-alih bisa berwisata ke luar negeri malah jadi perang tombak dan clurit…..

  22. Menjadi 17 ato berapapun belum menjamin negara itu menjadi makmur. Lihat kan gimana Timor Timur, kondisinya malah dibalut perpecahan, jika mental rakyat n pemimpinnya korup, malas gak disiplin, kemakmuran adalah mustahil

  23. bersatulah Indonesiaku

  24. Tulisan macam omongan orang sempalan, NII atau GAM? Nasionalisme rakyat Indonesia sangat kuat meski masih hidup dalam kekurangan dan ketidakadilan. Kalau mau bukti, suruh saja malaysia, australia, bahkan amerika kalau mau untuk menyatakan perang dengan Indonesia. Otomatis akan disambut rakyat Indonesia dengan acungan senjata, biarpun cuma pake bambu runcing. Semangat Islam Nasionalis Indonesia lebih baik mati demi bangsa dan negara Indonesia yang besar dan luas ini, daripada hidup ENAK dinegara kecil KAYA tapi dari suntikan dana zionis Yahudi.

  25. Tapi tetap Indonesia kan? Ya gapapa toh….
    Kecuali Indonesianya ilang ini baru masalah.
    Saya pernah denger omongan orang-orang ngerti pulitik itu. Ada beberapa yang pengen negara ini dipecah-pecah aja yang penting rakyat makmur.
    Ada juga yang pengen negara ini tetap besar kayak dulu Majapahit atau Sriwijaya. Ini memang impian bangsa-bangsa yang besar seperti Amerika yang selalu mengumpamakan dirinya adalah Romawi pada masa kini.
    Tinggal pilih aja deh, mau gedhe kayak China, India, Amerika yang bikin orang ketar-ketir kalo mereka ngambek. Atau mau kecil-kecil tapi makmur kayak negara-negara di Eropa atao Singapura.
    (Tanya kok dalam peta barumitu gak dicantumin AS jadi berapa negara ya?)
    Salam

  26. Kedaulatan NKRI merupakan harga mati bagi seluruh tumpah darah masyarakatnya. Cita-cita para pejuang akan sirna apabila kita sebagai penurus bangsa tidak dapat menjaga bahkan meneruskan kedaulatan yang berbhinekka tunggal ika. Pemimpin negara harus merupakan anak bangsa, tidak mengenal dari agama suku dan ras apapun asal dia anak bangsa yang dapat menghargai para pejuang yakin indonesia menjadi negara super power part II

  27. gimana yah??!

    kalo ngomongin kesatuan NKRI pd dasarnya gag ada abis2nya…

    SECARAA!!!

    kita disatukan dalam beragam perbedaan suku, agama, budaya istiadat, bahkan ras!

    saya setuju dengan pernyataan bahwa INDONESIA BELUM MENEMUKAN FIGUR YANG PAS untuk dijadikan pedoman semua individu…

    kwajiban kita untk mcegah disintegrasi bangsa adalah sebuah keharusan..

    ‘zionis memank lbh pintar, mereka mematikan semangat para generasi muda nusantara utk berbuat yang seharusnya di tanah air tercinta ini dengan hidup bermodernisasi, ala kebarat2an, dan mengukur sesuatu dengan materi saja..

    padahal itu semua adalah fatamorgana dan hal duniawi menyilaukan mata yang membuat mereka malass dan berleha2, membuat mereka hilang kesadaran bahwa sebenarnya mereka telah meninggalkan tugas mereka sebagai warga negara…!!

    agama pun di nomorduakan..

    dan pada akhirnya, mereka melupakan apa yang dinamakan SEJARAH!!

    padahal, para pendahulu kita sangat menjunjung sejarah, seperti Bung Karno, yang menyuarakan JAS MERAH-nya,,

    JAngan Sekali2 MElupakan sejaRAH…!!!

  28. Kita ini sebenarnya satu negara dibawah pimpinan Sang Maha Raja diraja yaitu Allah SWT. Jadi kalo kita masih berpikiran sempit dan membedakan antar umat manusia ya..berarti anda-anda semua tidak mengakui kekuasaan Sang Maha Perkasa Raja dari Segala Raja yang menciptakan manusia dan alam semesta. Dimanapun kita berada bumi yang kita pijak ini adalah milik Allah, langit yang diatas kita juga milik Allah,udara yang kita hirup juga milik Allah.Maka berpikirlah kita ini satu umat manusia apapun negaranya dan apapun suku dan warna kulitnya jangan gara-gara harta yang tak seberapa rela membunuh sesama manusia. Ingat bung harta dan kekuasaan tidak bisa di bawah mati. Berfikirlah untuk seluruh umat manusia agar taat pada Allah SWT. Berfikirlah seperti Baginda Rasulullah SAW walaupun Beliau dilahirkan di Mekah tapi pikiran dan kerisauan Beliau untuk seluruh umat manusia dan seluruh Alam (Rahmatan lil Alamin).

  29. Jadi inget PRRI :wink:

  30. Dua hari enggak buka blog gimana rasnya , maka hari ini dengan leluasa aku bisa bacain komentar yang masuk ke blog ku an:

    @ aRuL,

    atau http://asruldinazis.wordpress.com/ bagus blog mu aku dah baca-baca sedikit.

    @sudhew

    gak bisa main ke blog nya mungkin gak mau diganggu atau apa.

    @Ronda Pos

    Katanya begitu , aku kan cuma postingin aja ronda

    @irfanr,

    mungkin nanti kita bisa atur dengan kesepakatan lagi he he he boleh lihat di http://imbalo.wordpress.com/2008/03/16/catatan-kecil-perjalanan-di-beberapa-negara-tetangga/
    vietnam dengan kamboja enggak mesti bayar fiskal koq

    @alisyah,

    amien …………

    @Kristian

    sama aku pun cinta juga

    @aday,

    Semoga postingan ini dibaca orang-orangnya

    @Ordinary Kid

    Setuju Kid

    @nyurian
    http://nyurian.wordpress.com/ sudah dapet tuh duit yang 80 juta he he he

    @zonatarjun

    Kabar nya kita y7ang punya blog juga termasuk he he he

    @supono
    akau sudah ke blog mu , bagus lho
    http://supono.wordpress.com/

    @dobelden
    yakin tu
    http://dobelden.wordpress.com/

    @gyl
    gimana Balikpapan aman gyl
    http://agylardi.wordpress.com/

    @dalila
    mas toyib nya jadi TKi gaji kecil di tangkapi jadi enggak bisa pulang – pulang kasian
    http://punyadida.wordpress.com/about-me/

  31. Orang boleh “berhayal” jangankan menjadi 17 negara 1001 negara pun gak jadi masalah,tapi bagi saya kenyataan pahit bangsa ini tidak dijadikan kita untuk bersikap dan berpikir oportunis!! saya tahu perut saya laper karena hari ini tidak punya uang untuk membeli nasi, saya sadar kondisi ini bukannya saya tidak bisa kerja keras untuk bekerja dan mendapatkan uang tapi apa boleh dikata sulitnya mencari uang?saya sadar kesulitan ini tidak sematamata takdir tuhan,sebelum protes takdir itu sama tuhan tapi saya berpikir kita sebagai masyarakat atau warga negara bahwa ini bukan hanya sekedar urusan pribadi saya melainkan ini masalah struktural bahwa negara/pemerintah harus mampu berbuat kebaikan untuk rakyatnya.Lepasnya timor-timur sudah cukup bagi saya jangan lagi ada disintegrasi bangsa, yang perlu kita lawan dan berpikir.. lawan koruptor.!!! sipakan kesadaran,kecerdasan, keratifitas untuk sama-sama melepaskan ego, sakitmu sakitku, kebahagianku kebahagian bangun sikap diatas kejujuran jangan menambah koruptor-koruptor baru, lawan neo kolonialism !! penjarakan koruptor,bikin rakyat terdidik. Save Indonesia delete liberalism !! sabar,sabar … I love indonesia I hate Koruptor !!! I don’t like disintegrasi but nation make disintegrasi..!! thx kawanku..

  32. @Anxoin,
    Tulisan macam omongan orang sempalan, NII atau GAM?… komentar koq kayak TKI , jadul sekarang enggak bisa perang pakai bambu runcing.

    @sayasaja
    tersera sayasaja.mau nya apa…… kalau kami-kami ini mungkin sudah enggak ada lagi
    http://legendakita.wordpress.com/

    @ano
    mau nya kan gitu , tapi kenyataannya, bicara lain.

    @Dacheii.Ucul,
    di implementasikan dengan benar-benar pakai jas merah.nah lho yang pakai jas kuning, bitu, hijau gimana?

  33. @kangtutur

    http://kangtutur.wordpress.com/
    PRRI itu ceritanya gimana ya? ceritain dong sama kami yang muda2 ini

    @mudani
    singsingkan lengan baju………..

  34. Jadi orang jangan dibutakan harta,tahta atau kekuasaan..Pak! Apalagi kalau cuma berdasar iri hati dengan negara jiran. An-xoin memang blog dari community TKI malaysia. Ketika berkobar semangat Patriotisme ganyang malaysia karena kasus ambalat, kami di johor telah menyiapkan diri bila diperintahkan langsung menusuk jantung pertahanan malaysia dari dalam. Walau dengan resiko ada kawan TKI di selangor, mati tertembak karena operasi polisi malaysia yang semakin gencar waktu itu. TKI adalah wujud keuletan, bukti pengorbanan dan pengabdian kami bagi bangsa dan negara, tanpa memberatkan APBN tidak seperti sebagian besar aparatur pemerintah selama ini yang loyalitasnya hanya berdasar gaji semata tanpa melaksanakan amanah menjadi pelayan masyarakat untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Sekedar info, up to date: bambu runcing sekarang marak sekali digunakan untuk perjuangan berbagai kalangan meski dengan tujuan yang berbeda-beda. Contoh, perjuangan korban lumpur lapindo, perjuangan FPI, perjuangan mahasiswa dsb. Perlu anda ketahui bahwa perang dengan senjata modern sudah banyak terbukti tidak mendapat hasil maksimal. Contoh, invasi uni sovyet ke afghanistan dulu, invasi usa+sekutunya ke irak dan afganistan sekaran. Dan yang lebih koyol adalah upaya perlawanan bersenjata dari gam, tanya saja turis si hasan tiro yang lagi plesir di Indonesia, sudah berapa banyak duit yang habis untuk beli senjata? Ayo buruan pak, mumpung hasan tiro masih hidup!

  35. Saya pikir sederhana saja, bahwa Tuhan adalah pencipta manusia, diciptakan berbangsa-bangsa untuk saling mengenal. Tetapi, saya yakin Tuhan tidak menciptakan manusia hidup bernegara-negara seperti sekarang ini. Itu sudah jelas buatan manusia dengan berbagai alasan.
    Dari sejuta alasan, maka alasan terpenting bahwa orang mau menjadi warga dalam organisasi negara karena membutuhkan perlindungan dan kesejahteraan. Dalam skala negara yang bagaimana orang bisa mendapatkan tujuan tersebut, ternyata itu tidak penting.
    Bagaimana dengan negaraku Indonesia tercinta, saya hanya berharap ada pemimpin yang dapat mewujudkan tujuan tadi. Jika ada orang mengatakan secara pesimis bahwa karena begitu luasnya negara kita sehingga mustahil seorang presiden mampu membenahi segala persoalan, menurut saya itu soal kesabaran saja dari semua anak bangsa, atau memang pendapat orang itu benar, sehingga harus diperkecil?.
    Mana yang lebih mudah, menjinjing dua tas kecil atau satu tas besar meskipun beratnya sama?
    Semoga bangsa dan NKRI kita keluar dari persolannya, bersabarlah!

  36. bagi saya, itu merupakan suatu ancaman untuk NKRI dikala masih menanti kemajuan, harapan kita persamaan derajat selalu berdiri di bumi tercinta kita ini, sehingga bisa meluluh lantak kan keegoisan yang selama ini tertanam. namun hakikatnya kita sebagai umat yang mempunyai tuhan, kepercayaan, segera untuk berdoa selalu, agar NKRI kita selalu dalam keadaan utuh untuk selamanya.amin.

  37. dulu dijajah tndonesia export beras,gula kopi,kina,rempah2,kopra dsb.dsb.cina di import buat jadi kuli kontrak di perkebunan.
    kini merdeka export kuli dan babu kecina dan arab,hasil kemerdekaan suminten ,tumini,si ayu diperkosa arab,bejo dulu raden sekarang kuli arab mas tomo dulu kepala perkebunan kini kuli korea.HASIL KEMERDEKAAN!!!!!
    negara makin amburadul udah lama merdeka jalan kereta bukan tambah malah berkurang.
    jakarta surabaya dulu ada tram(terem).dibongkar,sekarang kalangkabut angkutan kota.negara mundur bukan maju.
    NEGERI MERDEKA NYOLONGNYA YANG MERDEKA.
    maling berkah jumlahnya,berkah hasilnya jadi maling.
    sekolah jadi barang mewah.kalau bicara gembar gembor dan gertakannya pinter banget.busung lapar,kurang gizi bukan berita.MUNAFIK NYA JANGAN DITANYA.minta bantuan dan NGUTANG,rajin banget.BAYAR OGAH,DITAGI NYAP NYAP.WAH MALU DEAH.!!!!INDONESIA.MALUUUUU!!
    GUA JADI MALU!!!!

  38. Soviet uni.pecah,tapi negara2 bekas soviet uni masuk ke masyarakat ekonami eropa,turki negara mayoritas (95%)islam paling terkemuka memohon jadi anggota E.U.
    yang merupakan serikat sehingga perjalan antara E.U.member tidak usah pakai pasport.apalagi visa.batas negara sesama member EU.tidak lagi dijaga tidak ada bea cukai,tidak ada polisi pengawal perbatasan yang angker.
    EU.seolah olah suatu negara seperti AS.di eropa.suatu negara besar baru!.tidak ada paksaan apa lagi tekanan.
    berbondong bondong ikut.bikin soviet uni terpesona dan terpaksa diam bahkan mungkin mau ikut.
    KENAPA YA?????
    jangan perang terus dikit2 ganyang malaysia.bersatu.
    uni.eropa.suri tauladan.jadilah bangsa yang berakal budi.

  39. Bapak mencoba-coba menembus waktu he2, tapi gak pa2 aku salut karena bapak brani .”Tuhan mencintai orang2 Brani”. Perubahan adalah keniscayaan, cuma arus perubahan harus kearah yg lebih baik, ya gak? Saya tetap yakin bahwa bentuk negara dan tujuan negara tak selamanya seiring dan sebangun. kalaupun kita disuruh memilih apakah bentuk atau tujuan yang kita harus pilih. sbagai insan yg mempercayai perubahan maka TUJUAN lebih bermakna dari pada BENTUK. Apapun bentuk negara yang penting tujuannya adalah MASARAKAT ADIL DAN MAKMUR dan DIRIDHOI ALLAH SWT, baldatun toyyibatun warabbun ghofur. salam takzim, hamzah idris

Tinggalkan Balasan