Indonesia Menjadi 17 Negara Bagian Kenapa Tidak?
Ditulis pada Januari 7, 2008 oleh imbalo
Menurutku tidak sampai tahun 2015 sebagaimana yang diprediksi Indonesia akan menjadi 17 negara bagian.
“Sudah merupakan suratan Tuhan Yang Maha Kuasa, setiap 70 tahun berjalan, suatu kerajaan atau negara kebanyakan terjadi perpecahan. Mungkin juga termasuk di Indonesia,” kata Direktur Utama The World Peace Committe/Komite Perdamaian Dunia, Djuyoto Suntani, dalam peluncuran bukunya di Jakarta, Kamis.
Negara Jamali Jawa , Madura, Bali ….. seperti jaman Majapahit dulu…. Ada Aceh, Borneo, Sulawesi, Ternate Tidore….kenapa tidak….. Lagian kapan giliran orang Kalimantan yang jadi Presiden….. Riau pun minta merdeka Tabrani Rab yang jadi Presidennya ….. itu dulu….. kini aku tak tahu…..apa masih ada keinginan orang Riau nak merdeka….. yang jelas mau merdeka adalah rakyat Maluku…..
Kalimantan …… masih segar dalam ingatan dan masih banyak pengungsi Madura yang terusir dari sana sekarang di Jawa Timur.. tak tentu arah … apakah mereka yang terusir itu tidak berhak mendiami bumi Kalimantan yang masih Indonesia? Mungkin tak terpikirkan oleh petinggi-petinggi di pusat sana …..
Di Aceh….. banyak pendatang ”terusir”….. meskipun itu masih muslim dan bangsa Indonesia.. nggak jauh-jauh dari jawa cuma perbatasan provinsi saja koq mereka - mereka itu ……. ribuan pohon dan ribuan hektar tanah yang digarap oleh pendatang kini ditinggalkan karena mereka tidak nyaman lagi tinggal disana…. sampai sekarang sebagian dari mereka - mereka itu masih mendiami tempat-tempat penampungan yang tak layak…. Di Langkat Sumatera Utara warga Bali transmigran tidak diterima masyarakat disana….ladang dan tempat usaha mereka di rusak.
Di Bali pun gak gampang koq masuk ….. dengar saja keluhan supir-supir Banyuwangi dan pendatang dari Jawa dan Lombok….kayak nya Bali itu bukan Indonesia sulit sekali untuk mendapatkan KTP … karena alasan teroris …… dan Bom Bali…. apa bedanya mau keluar negeri……
Di Batam bumi melayu , banyak sekali pendatang hampir dari seluruh Indonesia ada disitu…. pendatang2 itu membuat paguyuban atau apalah namanya ……gak tahu macam-macam alasan mereka yang membuat paguyuban itu …… padahal Batam kan Indonesia? ……. masing-masing pendatang itu bangga dengan sukunya…..
Di Jakarta, Inul mau “diusir” dari jakarta ….. di Batam pun gak jauh beda ada beberapa tokoh yang mau “diusir” juga dari Batam………………
Jadi kalau Indonesia pecah menjadi 17 Negara kenapa tidak……menurut pikiranku yang awam ini malah enak koq…. ”Ooooooo tidak pak Imbalo” kata temanku yang orang Malaysia…… “Kalau nanti pak Imbalo mau ke Aceh harus pakai pasport…. mau menghadiri Muktamar Muhammadiyah ke Yogyakarta misalnya harus pakai pasport….begitu juga kalau mau ke Kalimanatan ….. kan repot asyik chop-chop terus di imigrasi” katanya berdalih padaku…. “Padahal pak Imbalo orang-nya kan suka jalan-jalan….. sebentar saja halaman pasportnya penuh dah” katanya lagi…. “Kalau soal itu kan gampang” kataku ….. “Sama saja kalau kita pakai kenderaan di jalan tol di Malaysia ini …..kita kan tidak harus bayar uang langsung ke petugas penjaga tol kayak di Indonesia ada yang berlangganan (Tag) nunjukkan sensor alat dari jauh saja pintu tolnya udah terbuka” jawabku….. kabarnya sistem ini di Jakarta baru 2008 ini akan diadakan itupun baru di Bus Trasn jakarta…… “Iya juga” kata temanku tadi……
Wacana 17 negara bagian dari Indonesia ini sudah menjadi opini publik…… aku pun tak tahu ….. sampai soal kenapa tari Aceh tidak menggunakan gendang pun menjadi alasannya…. Kiriman “kulit sapi” dari Pusat tidak sampai kesana karena habis di korupsi diperjalanan….. menjadi anekdot yang menarik…. di Medan orang hanya “berketepak ketipung” karena kulit kiriman tinggal dikit hanya bisa membuat gendang ketipung….. he he he he….. sementara saudara kita di Padang kulit sapi dibuat kerupuk…… kasihan dech saudara kita yang di Aceh gak kebagian jadi hanya memukul-mukul dada …. aku gak tahu kapan cerita-cerita guyonan ini tercipta……
Aku kutip lagi tulisan dari Gatra.com
Indonesia pada tahun 2015 diperkirakan akan dibagi menjadi sedikitnya 17 negara bagian. Sebagai induknya, Negara Republik Jamali, terdiri atas Jawa Madura dan Bali, sama seperti induk imperium kerajaan Majapahit.
“Sudah merupakan suratan Tuhan Yang Maha Kuasa, setiap 70 tahun berjalan, suatu kerjaan atau negara kebanyakan terjadi perpecahan. Mungkin juga termasuk di Indonesia,” kata Direktur Utama The World Peace Committe/Komite Perdamaian Dunia, Djuyoto Suntani, dalam peluncuran bukunya di Jakarta, Kamis.
Lembaga Swadaya Internasional, kata Djuyoto, membuat garis kebijakan mendasar pada patron penciptaan tata dunia baru. Peta dunia digambar ulang. Uni Soviet dipecah menjadi 15 negara merdeka, Yugoslavia, dipecah menjadi enam negara merdeka, Kosovo dan demikian juga Cekoslowakia.
“Di Irak saat ini sedang terjadi proses pemecahan dari masing-masing suku,” katanya.
Indonesia, kini juga sedang digarap untuk dipecah-pecah menjadi sekitar 17 negara bagian oleh kekuatan kelompok kapitalisme dan neoliberalisme yang berpaham pada sekularisme.
Pokok pikiran tersebut, kata Djuyoto “Saya tuangkan pada Bab II yang juga memberikan jalan keluar agar Indonesia tetap menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia/NKRI”.
Peluncuran buku yang dihadiri para tokoh seperti tokoh pers Djafar Assegaf, dan Kapolri Jenderal Sutanto yang diwakili salah satu deputinya, Djuyoto memaparkan, adanya konspirasi global yang berupaya memecah dan menghancurkan Republik Indonesia .
Upaya memecah-belah Indonesia itu dilakukan melalui strategi “Satu dolar AS menguasai dunia,” yang diorganisasikan oleh organisasi tinggi yang tidak pernah muncul dipermukaan, namun praktiknya cukup jelas, yakni berbaju demokratisasi dan HAM .
“Jika pecahnya itu menuju kebaikan rakyat, tidak menjadi soal, tetapi pecahnya NKRI itu justru akan menyulitkan rakyat karena semua aset penting dan berharga, dikuasai investor asing di bawah kendali organisasi keuangan internasional,” katanya.
Sementara itu, Dirjen Bina Sosial, Departemen Sosial, Prof. Dr. Gunawan Sumodiningrat, yang mewakili Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah menambahkan, ancaman perpecahan NKRI tersebut, kini tampak nyata.
“Saya sendiri sampai saat ini merasa bingung, mengapa rakyat Indonesia dapat bersatu, padahal banyak perbedaan, diantara suku-suku yang ada,” katanya.
Perbedaan itu dapat disatukan, lantaran adanya Pancasila, diantara sila Pertama adalah Ketuhanan yang Maha Esa, yang dibingkai dalam lambang Burung Garuda, yakni Bhineka Tunggal Eka.
“Atas nama Tuhan Yang Maha Esa, kita dapat disatukan, melalui simbol Pancasila. Oleh karena itu saya mendorong pemerintah sebaiknya melakukan kaji ulang untuk menerapkan Penataran Pedoman Penghayatan Pancasila (P4).” katanya.
Jika dulu cara penyampaiannya menggunakan model indoktrinasi , saat ini perlu diubah melalui diskusi dan membuka wacana luas, dengan substansi Pancasila masih diperlukan untuk mempererat NKRI, katanya.
Menjawab pertanyaan, ia mengatakan, pada dasarnya Indonesia ini mudah akan terjadi perpecahan, jika generasi penerus tidak menyadari adanya pihak asing yang ingin membuat Indonesia tidak kuat.
Buku berjudul “Indonesia Pecah” yang terdiri atas 172 halaman termasuk foto-foto itu, kata Gunawan, menarik untuk dibaca karena sedikitnya ada tujuh penyebab Indonesia terncam pecah, seperti, siklus sejarah tujuh abad, atau 70 tahun.
Kemudian tidak adanya figur atau tokoh pemersatu yang berperan menjadi Bapak Seluruh Bangsa, pertengkaran sesama anak bangsa yang terus terjadi, upata stategis dari konspoirasi global, dan adanya nama Indonesia yang bukan asli dari Nusantara.
“Semua itu perlu diteliti lebih lanjut, apakah ada relevansinya dengan kejadian saat ini dimana banyak daerah ingin memisahkannya,” katanya
Kalau aku ditanya senangnya secepatnya saja kayak Uni Soviet….. Hampir copot gigi palsu Pak Andi Ibrahim tokoh pendidikan di Batam pria asal Sulawesi yang hampir 40 tahun bermastautin di Batam ini ….. “Kalau jadi Riau merdeka bisa-bisa menteri Pendidikan yang pertama adalah pak Andi” kataku suatu ketika dulu…..
Itulah…….. ini hanya opiniku saja….. mungkin-mungkin aku pun sudah mati tahun 2015.
Dulu …. waktu TimTim pisah dari Indonesia aku termasuk salah seorang yang berduka…. koq sekarang bisssaaaa berubah ya….???????? gimana tidak ….. untuk pulang dari Surabaya ke jakarta saja atau sebaliknya sudah 60 tahunan merdeka jalan-jalannya masih itu-itu saja……(Ayer - Panarukan sejak jaman Kompeni )
Negara kita katanya kaya ……….karena aku suka jalan-jalan….. dari Johor Malaysia sampai ke Chiang Rai di Thailand Utara sana ribuan kilo meter jalan itu nyaris searah….. itu baru jalan om….. belum yang lain…..mungkin Indonesia terlalu luas kali….. kapan pak SBY ketemu aku …. aku mau ketemu dia pun susah….. paling tidak ketemu menteri-menterinyalah…. coba kalau ada 17 menteri pemuda dan olah raga….. usulanku agar setiap kecamatan ada lapangan bola kakinya bisa terealisir karena aku bisa ketemu menterinya ….. seperti contoh pada saat kami masih di Provinsi Riau pak Rusli Zainal saja aku belum pernah jumpa…. tapi setelah Provinsi Kepulauan Riau terbentuk kan aku sering bertemu dengan Pak Gubernurku …. Ismeth Abdullah…. ada warga yang meninggal saja aku bisa ketemu Gubernur…. tanya lah sama Pak Ismeth….
Jadi bagaimana….. menurut anda….. kalau salah berilah alasannya…
DIarsipkan di bawah: Lain-Lain, Pendidikan, Politik, Sosial, catatan harian, hukum, internasional, opini, prilaku, umum | yang berkaitan: berita, catatan harian, indonesia, renungan








Selama konteksnya tetap Negara Kesatuan Republik Indonesia Tak masalah, saya mendukung sekali. Berarti, … artinya menjadi Negara Federasi Indonesia, mungkin banget bisa lebih cepat maju. …
Mari kita bikin Indonesia seperti Amerika, … … …
Jawa menjadi 3 negara bagian dengan masing-masing kabutapen menjadi propinsi.
Terus terang Bung, kami segerombolan sedang ancang-ancang meneruskan cita-cita Kemerdekaan RI, mengembalikan Kejayaan Majapahit, … … …
Insya Allah !
Saat ini sudah membentuk Pasukan Matahari G.1 dan G.2
Sedang mempersiapkan Pasukan Matahari G.3
Dibuka pendaftaran untuk umum,:
SIPIL atau MILITER, …
Syarat:
Nasionalisme dan Patriotisme Tinggi, …
Bersedia bekerja keras, …
Rela berkorban walau nyawa taruhannya, …
Disiplin Tinggi dan Tepat Waktu. !!!
Gak tahu apa bentuknya…. mungkin seperti Malaysia gantian yang dipertuan Agung …. Wong Solo rebutan jadi Paku Buwono …. Jogja masih mempertahankan Sultannya…. terus terusan jadi Gubernur…. Nah malah Sultan Ternate “gak boleh” ikut Pilkada…. Lah kami yang di Sumatera kapan Jadi Presidennya….. apalagi yang di Kalimantan ….. ada kesultanan Kutai…. Ada Sriwijaya ada Pagaruyung Kesultanan Jambi…. Ada Pasai di Ujung Sumatera sana…. Belum lagi kesultanan langkat maupun Aru yang sejak Majapahit dibawah Patih Gaja Mada gak bisa takluk-takluk koq… Boro-boro Sumatera…. Jawa Sunda Galuh saja gak bisa tunduk ke Kediri….. Ingat Adityawarman…. kasus Dara Petak…. dengan Hayam Wuruknya… Dompo Bima juga kesulitan di awasi Majapahit….. Bali pun mengancam memisahkan diri…. Kalau Maluku tak usah dipikirkan langsung jadi…. Begitu pun Papua…..
Riau sejak kemarin-kemarin udah minta merdeka…..
Bukan - Bukan Kejayaan Majapahit Mas yang dikembalikan aku yakin orang Sumatera tak suka itu ….. disamping perbedaan yang sangat mendasar yaitu agama…. Majapahit itu identik dengan Hindu…. tak mau lah kami dibawah pemerintah Hindu…… Menurut Mangaraja Onggan Parlindungan Majapahit bukan menyatukan Nusantara sebagaimana sumpahnya tetapi meng “Hindu” kan Nusantara ….bukankah sejarah membuktikan armadanya kalah berperang di selat Malaka….. itu sebabnya Sunda Galuh tak mau bersatu karena Budha…..
Jadi begitu lah Mas biar saja keturunan raja-raja itu berkuasa kembali samalah dengan orang solo dan Jogja sana… mereka bisa kenapa yang lain tidak……
Di Batak pun ada Sisingamangaraja….. kali keturunannya akan kembali menguasai Tapanuli di Bona Pasogit sana …. sebelum diporakporandakan Belanda….
Biarlah keturunan Raja Dompo berkuasa kembali biar sunda kecil bersinar kembali ……kasian banyak rakyatnya yang merana di Malaysia sana …..
Menurutku Majapahit itu tak pernah berjaya…… wong cuma kerajaan seumuran jagung koq kan sekitar seumuran Gajah Mada saja….. Majapahit itu beda sekali dengan Kerajaan Siam…beda dengan Kerajaan Batak….. tidak didirikan atas “kecurangan” baca sejarah Raden Wijaya……
Begitulah….. untuk sementara
17 Negara Bagian??? Kayaknya dulu waktu Belanda di zaman Van Mook negara kita pernah terbelah-belah seperti itu. Kok sekarang kita berpikir begitu lagi?? Tapi nggak apa2 asal masih dalam konteks NKRI. Iya toh??
Salam kenal
Salam kenal kembali….
Apa iya kayak nya dulu kita belum punya negara …
Om, — gmana baiknya manggil?
Saya suka yg ketipak-ketipung itu… menyayat sekali
Negara ferderasi, apakah bertentangan dg NKRI dan Bhineka Tunggal Ika? Apakah bertentangan dg pembukaan UUD 1945?
Klo rakyat jelata spt saya sich… yg penting aman sentosa.
Oh, ya om, klo boleh usul layout tulisannya dibuat sederhana agar enak dilihat dan dibaca. Yg di atas itu kesannya “ngrumple”. Maaf, hanya bisa kritik tidak bisa berbuat.
Tulisan itu hanya aku copy paste saja dari Gatra.com……jadi bentuknya begitu…aku tak pandai memperbaikinya.. tulisanku malah ngikut-ngikut gitu….
Memang paling enak yang begitu itu …………… “Bina” lah “Ummah” biar jadi sekolah unggulan….. kita disuruh berbuat dulu koq (amar) baru kritik (nahi)……
Salam
Negara bangsa atau negara kesejahteraan ?
Kalau pilihannya negara kesejahteraan, mungkin orang Flores lebih enak bergabung dengan Australia, begitu juga Papua bisa menawarkan diri jadi salah satu negara bagian Australia. Tapi mana mau Sulawesi Utara gabung dengan Filipina? Kalau propinsi-propinsi di Kalimantan masih oke kalau gabung dengan Malaysia, begitu juga Riau.
Sumatera ? Bikinlah negaramu sendiri-sendiri, karena mustahil Batak, Aceh dan Minang membentuk negara Sumatera. Sedangkan mau gabung dengan India pasti mikir ribuan kali. Dengan Malaysia masih mungkin, hanya ada persoalan dendam lama karena banyak orang Batak digantung di negara jiran itu.
Tapi itu cuma mimpi di siang bolong. Lagipula bagaimana nanti nasib puluhan juta orang perantau Jawa di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua?
2015 itu tinggal 8 tahun lagi. Dari segi waktu bisa dipastikan tidak akan terjadi tahun itu. Dari segi lain, bentuk federal tidak cocok di Indonesia, karena beda dengan di Amerika Serikat disini daerah-daerah dikuasai oleh suku-suku, sehingga bentuk negara bagian hanya akan menimbulkan pengusiran atau penindasan terhadap pendatang. Sekarang baru berupa otonomi daerah saja sudah terjadi diskriminasi terhadap yang bukan putra daerah.
Sekarang baru berupa otonomi daerah saja sudah terjadi diskriminasi terhadap yang bukan putra daerah…. kata bang Robert Manurung ……… tak jelas apa kreteria yang dimaksud dengan putra daerah….
ya itu tadi salah satu pemicunya kali…..kata pak Gunawan ada 7 penyebab Indonesia kemungkinan terancam pecah….
Pak Imbalo, aku mau ngajak tukaran link. Sudah kudahului dengan memasang link blog pak Imbalo di blog aku. Mauliate.
Terima kasih …. kembali
Setuju dengan komentar no.1,..
Kejayaan majapahit memang harus ditegakkan kembali,…dan sebagai informasi,..sebagai sebuah negara,Majapahit berdiri selama kurang lebih 300 thn,..dan bukan seumur jagung atau tiga bulan aja,..
Baca sejarah baik-baik,..!!!!!!
Ide menjadikan negara Indonesia menjadi negara bagian menurut saya sukar dilaksanakan karena sebagian besar masyarakat Indonesia “Cinta tanah air” dan (walaupun sebagian besar tidak menyukai barang-barang buatan negeri sendiri, lihat saja alat-alat rumah tangga, sepeda motor, mobil, alat elektronik,…. merek dari mana coba).
Ide tersebut cukup baik karena dengan begitu daerah-daerah tertinggal dapat maju karena daerah tersebutlah yang mengetahui bagaimana cara pemecahan masalah pembangunan di wilayahnya
gw setuju bgt kalo jawa itu spisahin ma sumatera n kalimantan…pertama,nyusahin,mksdnya ngebebanin rakyat bkn jawa.kedua,orang jawa tuh g tau diri ,smua diambil pi g bagi2 wat yg punya,skrg lo dah hmpir hancur karena soeharto lo dah mampus tuh…ketiga,kami bkan orang hindu,majapahit tuh g pernah naklukin negeri tnah melayu kami,jambi,palembang,riau,sumatra pada umumnya…itu hannya klaim setelah soekarno jd presiden ja,.sriwijaya tuh jauh lbih gede dr majapahit lo tuh…kesultanan melayu jambi,riau,deli tuh g pernah tunduk ma jawa…majapahit lo mksdnya…keempat,,,kalo kami merdeka jlas kami akan jauh nnggalin lo si jawa,,,yg bnyak penduduk bodoh,g punya sda maupun sdm…kami akan bersanding sejajar dengan negeri malaysia dan singapura serta brunei…….salam untuk melayu nusantara……….
coba lo liat negeri melayu lain pasti smua makmur2…trus bgaimana dengan melayu di indonesia?tuh karena ada jawanya…makanya kere…….yakin bgt kalo misah pasti kami pada cepet kaya…coba lo liat ,otonomi ja,,,kami dah jauh ningalin kemakmuran lo…..